Sekilas
Functional Endoscopic Sinus Surgery, atau FESS, adalah operasi sinus yang minim sayatan. Tujuannya memperlebar saluran alami sinus agar cairan bisa mengalir keluar dan jaringan di dalamnya bisa pulih.
Sinus adalah rongga berisi udara di dalam tengkorak, terletak di belakang pipi, dahi, dan hidung. Ketika saluran drainase sinus tersumbat, lendir menumpuk dan infeksi mudah berkembang. Pada FESS, dokter ahli bedah memasukkan tabung tipis bercahaya yang disebut endoskop melalui lubang hidung tanpa membuat sayatan di wajah, lalu menggunakan alat kecil untuk mengangkat jaringan atau tulang yang menyumbat saluran tersebut. Setelah saluran terbuka, lapisan dalam sinus dapat pulih dan berfungsi seperti sediakala.
Kondisi Medis
FESS dianjurkan ketika masalah sinus tidak membaik setelah menjalani pengobatan lengkap, biasanya berupa antibiotik, semprotan hidung, atau tablet steroid selama beberapa minggu.
- Sinusitis kronis (peradangan sinus jangka panjang) yang terus kambuh meskipun sudah diobati
- Polip hidung (benjolan lunak tidak ganas di dalam hidung atau sinus) yang menyumbat pernapasan atau saluran drainase
- Infeksi sinus akut yang berulang beberapa kali dalam setahun
- Septum hidung yang bengkok (dinding pemisah antara kedua lubang hidung yang tidak lurus) sehingga menyumbat sinus
- Sinusitis jamur, yaitu infeksi jamur yang berkembang di dalam rongga sinus
- Mukokel (kista berisi lendir yang membesar dan menekan struktur di sekitarnya)
- Tumor jinak atau pertumbuhan jaringan di dalam rongga sinus yang perlu diangkat
- Untuk mempermudah akses dalam menangani kondisi tertentu pada dasar tengkorak atau rongga mata
FESS tidak cocok untuk semua orang. Dokter spesialis THT Anda akan mendiskusikan apakah ada pendekatan lain yang lebih sesuai jika kondisi berikut ini berlaku.
- Gangguan pembekuan darah yang aktif dan tidak terkontrol
- Kondisi medis tertentu yang membuat anestesi umum terlalu berisiko
- Anatomi sinus yang membuat akses endoskop sangat sulit atau tidak aman
- Tumor ganas (kanker) yang memerlukan pendekatan bedah berbeda atau pengobatan tambahan terlebih dahulu
Risiko & Komplikasi
FESS umumnya dianggap sebagai operasi yang aman, tetapi seperti prosedur bedah lainnya, ada risiko yang perlu dipahami pasien sebelum menjalaninya.
- Perdarahan dari lapisan dalam hidung, biasanya ringan dan berhenti sendiri, namun kadang memerlukan penanganan
- Infeksi pada sinus atau jaringan sekitarnya, yang ditangani dengan antibiotik
- Kerak dan kekeringan di dalam hidung selama masa penyembuhan, menyebabkan ketidaknyamanan sementara
- Terbentuknya jaringan parut atau perlekatan (synechiae) yang bisa mempersempit saluran sinus kembali
- Pengangkatan jaringan yang sakit tidak tuntas, sehingga kadang diperlukan operasi kedua
- Kerusakan pada tulang tipis yang memisahkan sinus dari rongga mata, yang bisa menyebabkan memar di sekitar mata atau, dalam kasus langka, gangguan penglihatan
- Cedera pada saluran air mata, menyebabkan mata terus berair
- Kerusakan pada dasar tengkorak yang bisa menyebabkan kebocoran cairan serebrospinal (cairan bening yang melindungi otak). Komplikasi ini jarang terjadi namun serius, dan biasanya langsung diperbaiki pada operasi yang sama
- Risiko langka berupa cedera pada saraf di sekitarnya atau, sangat jarang, pada pembuluh darah di sekitar otak
- Risiko anestesi umum seperti mual, sakit tenggorokan, atau dalam kasus yang jarang, reaksi yang lebih serius
Persiapan & Prosedur
Persiapan FESS biasanya dimulai satu hingga dua minggu sebelum tanggal operasi, mencakup penghentian obat-obatan tertentu, penyesuaian gaya hidup, dan pemeriksaan pra-operasi.
Pasien biasanya diminta menghentikan pengencer darah, aspirin, dan obat pereda nyeri anti-inflamasi sekitar satu minggu sebelum operasi, karena obat-obatan ini meningkatkan risiko perdarahan. Merokok memperlambat penyembuhan dan meningkatkan risiko infeksi, sehingga sebagian besar tim bedah meminta pasien berhenti merokok setidaknya dua minggu sebelum dan sesudah prosedur. Alkohol sebaiknya dihindari dalam beberapa hari menjelang operasi.
Karena FESS dilakukan dengan anestesi umum (obat bius yang membuat Anda tertidur sepenuhnya), Anda akan diminta berpuasa, artinya tidak makan atau minum, selama beberapa jam sebelumnya. Tim bedah Anda akan memberikan instruksi puasa yang tepat, karena aturannya bisa berbeda tergantung rumah sakit dan protokol anestesi.
Sebelum operasi, tim medis biasanya menjadwalkan pemeriksaan berikut untuk memastikan Anda siap menjalani prosedur.
- CT scan sinus (foto rontgen detail) untuk memetakan anatomi dan memandu dokter bedah
- Tes darah untuk memeriksa pembekuan darah, fungsi ginjal, dan kondisi kesehatan umum
- Penilaian alergi, karena alergi yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi hasil operasi
- EKG (rekaman aktivitas jantung) dan terkadang rontgen dada untuk pasien lanjut usia atau yang memiliki masalah jantung atau paru-paru
- Endoskopi hidung (pemeriksaan singkat di dalam hidung menggunakan kamera kecil) untuk menilai sejauh mana penyakit berkembang
Pada hari operasi, prosedur biasanya berjalan mengikuti langkah-langkah berikut.
- Anda berganti pakaian rumah sakit dan perawat memeriksa tanda-tanda vital serta mengkonfirmasi identitas dan persetujuan Anda
- Dokter anestesi memasang infus di tangan Anda dan memberikan anestesi umum agar Anda tidur sepenuhnya
- Dokter bedah memasukkan endoskop tipis melalui satu atau kedua lubang hidung tanpa membuat sayatan di luar
- Dipandu oleh gambar video langsung di layar monitor, dokter bedah mengangkat jaringan yang menyumbat, polip, atau tulang yang rusak menggunakan alat kecil yang dimasukkan di sisi endoskop
- Dalam beberapa kasus, sistem panduan gambar (mirip GPS untuk bedah) digunakan untuk bernavigasi di dekat struktur sensitif
- Rongga hidung mungkin diisi dengan pembalut lunak untuk mengendalikan perdarahan, atau bahan yang bisa larut sendiri dapat dipasang sebagai gantinya
- Anda dipindahkan ke ruang pemulihan di mana Anda terbangun di bawah pengawasan perawat
Perawatan Setelah Tindakan
Kebanyakan pasien bisa pulang ke rumah pada hari yang sama atau setelah satu malam di rumah sakit, tetapi hidung terus menyembuh selama beberapa minggu dan cara Anda merawatnya sangat mempengaruhi hasil akhir operasi.
- Irigasi hidung dengan larutan salin (air garam) biasanya dimulai dalam satu hingga dua hari pertama dan dilanjutkan selama beberapa minggu untuk membersihkan kerak dan menjaga kelembapan saluran hidung
- Hindari meniup hidung dengan kuat setidaknya selama satu hingga dua minggu untuk melindungi jaringan yang sedang menyembuh
- Olahraga berat, mengangkat beban berat, dan membungkuk dengan kepala ke bawah biasanya dibatasi selama dua hingga empat minggu
- Naik pesawat sebaiknya didiskusikan dengan dokter bedah, karena perubahan tekanan kabin bisa terasa tidak nyaman selama penyembuhan berlangsung
- Pembalut di dalam hidung, jika dipasang, biasanya dilepas di klinik dalam satu hingga dua hari setelah operasi
- Semprotan steroid hidung yang diresepkan dan terkadang antibiotik atau steroid oral jangka pendek biasanya dilanjutkan di rumah
- Kunjungan kontrol pasca-operasi dijadwalkan sekitar satu minggu, satu bulan, dan tiga bulan setelah operasi agar dokter bedah bisa membersihkan sinus yang sedang pulih dan memastikan salurannya tetap terbuka
- Kerak, perdarahan ringan, dan rasa tersumbat di hidung adalah hal yang wajar dalam beberapa minggu pertama dan biasanya berangsur membaik
- Merokok sebaiknya tetap dihentikan karena secara signifikan memperlambat penyembuhan dan meningkatkan kemungkinan kondisi kambuh
- Pemulihan penuh, yaitu sinus berfungsi sebagaimana mestinya, seringkali memerlukan waktu dua hingga tiga bulan
Biaya & Faktor Penentunya
Biaya FESS sangat bervariasi tergantung pada lokasi operasi dilakukan, seberapa luas penyakit yang perlu ditangani, dan apa saja yang sudah termasuk dalam paket harga rumah sakit.
- Kompleksitas kasus: operasi pada satu pasang sinus lebih murah dibandingkan menangani keempat kelompok sinus sekaligus, dan adanya polip atau anatomi yang tidak biasa menambah durasi operasi
- Kelas rumah sakit dan negara: rumah sakit swasta tersier di satu negara bisa membebankan biaya beberapa kali lipat dibandingkan rumah sakit umum atau swasta regional di negara lain
- Penggunaan sistem navigasi panduan gambar, karena fasilitas ini dikenakan biaya tambahan
- Lama rawat inap: operasi rawat jalan lebih murah dibandingkan rawat inap satu hingga dua malam
- Honorarium dokter anestesi, yang sering ditagihkan terpisah dari honorarium dokter bedah
- Pemeriksaan pra-operasi: CT scan sinus, tes darah, dan EKG masing-masing menambah total biaya
- Obat-obatan pasca-operasi seperti semprotan steroid hidung, kit irigasi salin, dan antibiotik
- Kunjungan kontrol lanjutan, yang mungkin sudah termasuk atau belum dalam penawaran awal
Paket rumah sakit biasanya mencakup honorarium dokter bedah, biaya kamar operasi, anestesi, perawatan keperawatan selama rawat inap, dan obat-obatan dasar yang diberikan di rumah sakit. Yang sering ditagihkan secara terpisah meliputi honorarium pribadi dokter anestesi, CT scan pra-operasi, obat-obatan setelah keluar rumah sakit, dan konsultasi lanjutan.
Pasien Indonesia yang menjalani FESS di luar negeri umumnya membayar sendiri karena BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan di luar Indonesia, dan sebagian besar asuransi swasta Indonesia juga tidak mencakup perawatan medis di luar negeri. Pasien yang memiliki asuransi kesehatan swasta internasional sebaiknya memverifikasi syarat polis mereka secara terperinci sebelum memesan. Meminta estimasi biaya tertulis atau penawaran resmi dari rumah sakit sebelum berangkat adalah cara paling aman untuk memahami total pengeluaran yang diperkirakan dan menghindari tagihan tak terduga setelah prosedur selesai.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama operasi sinus FESS berlangsung?
Sebagian besar prosedur FESS berlangsung antara satu hingga tiga jam, tergantung pada berapa banyak rongga sinus yang perlu dibuka dan apakah polip hidung juga diangkat sekaligus. Dokter bedah Anda bisa memberikan perkiraan yang lebih tepat setelah melihat hasil CT scan, yang memperlihatkan kondisi dan bentuk rongga sinus Anda secara detail.
Apakah saya akan dibius total saat operasi FESS, dan seberapa sakit setelahnya?
FESS hampir selalu dilakukan dengan bius total, artinya Anda akan tertidur sepenuhnya dan tidak merasakan apa pun selama operasi berlangsung. Setelah operasi, kebanyakan pasien menggambarkan rasa tidak nyaman sebagai tekanan atau rasa berat di area wajah, bukan nyeri tajam, dan dokter biasanya mengelola hal ini dengan obat pereda nyeri standar selama beberapa hari pertama.
Berapa lama pemulihan setelah FESS, dan kapan saya bisa kembali bekerja?
Kebanyakan pasien sudah cukup pulih untuk kembali bekerja di depan meja dalam satu hingga dua minggu, meskipun ini tergantung pada seberapa luas operasi yang dilakukan. Mengangkat beban berat, olahraga berat, dan membuang ingus dengan keras biasanya dibatasi setidaknya dua hingga tiga minggu agar rongga sinus bisa pulih dengan baik, dan dokter Anda akan memberikan saran kapan masing-masing aktivitas boleh dilakukan kembali.
Berapa biaya operasi sinus FESS?
Biayanya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang bergantung pada kondisi Anda, termasuk jumlah rongga sinus yang ditangani, apakah polip hidung (benjolan kecil di dalam hidung) ikut diangkat, lama rawat inap, dan kelas kamar yang Anda pilih. Meminta estimasi biaya tertulis dari rumah sakit, berdasarkan hasil CT scan dan catatan konsultasi Anda, adalah cara paling tepat untuk mendapatkan angka yang sesuai dengan rencana perawatan Anda.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.







