Ringkasan
Pemasangan protesis/ortosis adalah prosedur rehabilitasi di mana seorang spesialis merancang, membuat, dan menyesuaikan anggota tubuh buatan (protesis) atau penyangga/belat (ortosis) untuk memulihkan kemampuan gerak, mengurangi nyeri, atau meningkatkan fungsi tubuh setelah cedera, penyakit, atau kehilangan anggota tubuh.
Protesis menggantikan bagian tubuh yang hilang — paling sering lengan atau kaki — agar penderita dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari. Ortosis tidak menggantikan bagian tubuh; sebaliknya, alat ini menyangga, mengoreksi, atau melindungi anggota tubuh atau tulang belakang yang masih ada. Keduanya bekerja dengan cara mendistribusikan ulang beban pada sendi dan otot, mengurangi tekanan pada jaringan yang lemah atau rusak, serta membantu sistem saraf (jaringan saraf yang mengendalikan gerakan) mempelajari kembali pola gerak melalui pemakaian rutin.
Kondisi Medis
Prosedur ini digunakan ketika seseorang kehilangan anggota tubuh atau memiliki bagian tubuh yang tidak lagi mampu bergerak atau menopang berat badan secara mandiri. Tim pemasangan — biasanya terdiri dari dokter spesialis rehabilitasi medik, prostesis/ortotis (spesialis yang merancang alat bantu), dan fisioterapis — menilai kondisi setiap pasien secara individual sebelum merekomendasikan alat yang sesuai.
- Amputasi anggota tubuh akibat komplikasi diabetes, penyakit arteri perifer (aliran darah yang buruk ke anggota tubuh), trauma, atau kanker
- Stroke (serangan otak akibat tersumbatnya aliran darah) yang menyebabkan kelemahan atau kelumpuhan lengan atau kaki
- Cerebral palsy (gangguan gerak yang muncul sejak lahir atau masa kanak-kanak awal) yang memengaruhi kontrol anggota tubuh
- Cedera tulang belakang yang menyebabkan kelumpuhan sebagian atau total pada kaki
- Foot drop — kelemahan otot yang mengangkat bagian depan telapak kaki — akibat kerusakan saraf atau penyakit saraf
- Skoliosis (kelengkungan tulang belakang ke samping yang tidak normal) pada anak atau dewasa yang belum memenuhi syarat untuk operasi
- Osteoartritis (kerusakan sendi akibat pemakaian) atau artritis reumatoid (serangan sistem imun pada sendi) yang menyebabkan ketidakstabilan lutut atau pergelangan kaki yang parah
- Cedera ligamen (jaringan penghubung tulang yang kuat) akibat olahraga atau kecelakaan yang membuat sendi menjadi tidak stabil
- Kelainan bawaan anggota tubuh (anggota tubuh yang tidak berkembang sempurna sejak dalam kandungan)
Protesis atau ortosis mungkin tidak cocok untuk semua kondisi. Dokter biasanya mempertimbangkan beberapa faktor sebelum memutuskan untuk melanjutkan proses pemasangan.
- Luka terbuka atau infeksi kulit di area yang akan dipasangi alat — pemasangan biasanya ditunda hingga kulit sembuh
- Sirkulasi darah yang sangat buruk pada sisa anggota tubuh (bagian yang tersisa setelah amputasi), yang dapat membuat pemasangan soket berbahaya
- Gangguan kognitif berat (masalah daya ingat atau berpikir yang signifikan) yang membuat penggunaan alat secara aman menjadi sangat sulit
- Penyakit jantung atau paru-paru yang aktif dan tidak terkontrol sehingga pasien tidak dapat mengikuti latihan rehabilitasi yang diperlukan bersama pemasangan alat
Risiko & Komplikasi
Pemasangan protesis dan ortosis tidak melibatkan operasi atau bius, sehingga risiko medis yang serius jarang terjadi; sebagian besar masalah berkaitan dengan kesesuaian alat, ketahanan kulit, dan proses penyesuaian tubuh terhadap alat tersebut.
- Iritasi kulit, lepuh, atau luka tekan (kerusakan kulit akibat tekanan berkepanjangan) di titik kontak alat dengan tubuh — masalah yang paling sering terjadi, terutama pada minggu-minggu pertama pemakaian
- Ketidaknyamanan soket atau penyangga ketika ukuran sisa anggota tubuh berubah akibat bengkak, kenaikan berat badan, atau penurunan berat badan, sehingga perlu penyesuaian ulang
- Dermatitis kontak (ruam kulit akibat reaksi terhadap bahan alat atau pelapis bagian dalam)
- Kelelahan otot dan nyeri sendi saat tubuh belajar menggunakan alat baru, terutama pada masa latihan awal
- Jatuh atau cedera ringan selama masa belajar, khususnya pada pengguna protesis anggota tubuh bagian bawah
- Nyeri anggota tubuh fantom (nyeri yang terasa pada bagian tubuh yang telah diamputasi) — ini adalah respons sistem saraf dan bukan disebabkan oleh protesis itu sendiri, namun pemasangan dan penggunaan alat dapat memengaruhinya
- Tekanan psikologis akibat penyesuaian terhadap perubahan citra tubuh atau tuntutan proses rehabilitasi
- Dalam kasus yang jarang, pembebanan tidak normal pada protesis dapat memberikan tekanan tambahan pada anggota tubuh sisi lain, pinggul, atau punggung bawah setelah bertahun-tahun pemakaian
Persiapan & Prosedur
Berbeda dengan prosedur bedah, pemasangan protesis dan ortosis biasanya tidak memerlukan puasa, penghentian sebagian besar obat-obatan, atau persiapan khusus pada pagi hari sebelum jadwal kunjungan. Namun, ada langkah-langkah penting yang perlu dilakukan beberapa hari hingga beberapa minggu sebelum sesi pemasangan pertama.
Jika pemasangan dilakukan setelah amputasi, tim rehabilitasi biasanya akan terlebih dahulu mempersiapkan sisa anggota tubuh. Ini mencakup latihan penguatan otot, pembalutan atau penggunaan kaos shrinker (selongsong elastis yang kencang) untuk membentuk dan mengurangi bengkak pada tunggul (ujung sisa anggota tubuh), serta menjaga kebersihan dan keutuhan kulit. Pasien yang merokok biasanya dianjurkan untuk mengurangi atau berhenti merokok, karena merokok memperlambat penyembuhan kulit dan sirkulasi darah — keduanya penting untuk hasil pemasangan yang baik. Alkohol umumnya sebaiknya dihindari dalam beberapa hari di sekitar sesi rehabilitasi.
Sebelum alat dibuat, tim medis biasanya melakukan beberapa penilaian:
- Pemeriksaan fisik pada sisa anggota tubuh atau sendi yang terdampak, termasuk kondisi kulit, kekuatan otot, dan rentang gerak sendi (seberapa jauh sendi dapat bergerak)
- Penilaian sirkulasi darah — kadang menggunakan Doppler USG (pemeriksaan gelombang suara yang tidak menyakitkan) untuk memeriksa aliran darah di anggota tubuh
- Pemeriksaan neurologis untuk menilai sensasi (rasa) dan fungsi saraf
- Analisis gaya berjalan (mengamati dan merekam cara seseorang berjalan) bila diperlukan
- Peninjauan hasil rontgen, MRI, atau CT yang telah diambil sebelumnya untuk kondisi yang mendasari
- Diskusi mendalam tentang aktivitas sehari-hari, pekerjaan, dan tujuan pribadi pasien, yang menjadi dasar pemilihan jenis alat
Proses pemasangan biasanya berlangsung dalam beberapa kunjungan, bukan hanya satu sesi. Berikut adalah urutan yang umum dilakukan, meskipun jumlah langkah dan kunjungan dapat berbeda antara satu pasien dengan pasien lain, serta antara satu pusat rehabilitasi dengan pusat lainnya:
- 1. Penilaian dan pengukuran — prostesis/ortotis mengambil ukuran yang tepat dan biasanya membuat cetakan gips atau cetakan digital (bentuk tiga dimensi) dari anggota tubuh
- 2. Soket atau alat uji coba — versi sementara dibuat dari plastik bening atau bahan ringan agar kesesuaiannya dapat diperiksa dan disesuaikan
- 3. Pengecekan keselarasan dan keseimbangan — pasien berdiri dan, bila memungkinkan, berjalan dengan alat uji coba sementara spesialis mengamati dan melakukan penyesuaian halus
- 4. Pembuatan alat definitif (final) — setelah kesesuaian uji coba dikonfirmasi, alat permanen dibuat menggunakan bahan yang dipilih (serat karbon, termoplastik, silikon, dan lain-lain tergantung jenis alat)
- 5. Pemasangan final dan latihan — alat yang sudah jadi dipasangkan, dan pasien memulai latihan terbimbing bersama fisioterapis untuk belajar cara memasang, melepas, dan menggunakannya dengan aman
- 6. Kunjungan evaluasi — jadwal kontrol lanjutan ditetapkan untuk memeriksa kondisi kulit, kenyamanan, dan fungsi alat, serta melakukan penyesuaian lebih lanjut bila diperlukan
Perawatan Setelah Tindakan
Pemulihan dan penyesuaian setelah pemasangan protesis atau ortosis adalah proses yang berkelanjutan, bukan peristiwa sekali saja. Sebagian besar pasien tidak perlu menginap di rumah sakit untuk proses pemasangan itu sendiri; biasanya dilakukan secara rawat jalan. Namun, bagi pasien yang baru menjalani amputasi atau operasi besar, pemasangan mungkin menjadi bagian dari program rehabilitasi rawat inap. Lama waktu penyesuaian sangat bervariasi — bergantung pada jenis alat, kondisi yang mendasari, kesehatan umum pasien, dan konsistensi dalam menjalani latihan.
- Waktu pemakaian ditingkatkan secara bertahap: kebanyakan spesialis menyarankan untuk memulai dengan pemakaian singkat setiap hari dan memperpanjangnya selama beberapa minggu agar kulit menjadi lebih kuat dan otot semakin terlatih
- Pemeriksaan kulit harus dilakukan setiap kali alat dilepas — perhatikan kemerahan, lepuh, atau luka; jika ada, alat sebaiknya tidak digunakan sampai prostesis atau dokter mengevaluasi kesesuaiannya
- Kebersihan sisa anggota tubuh dan lapisan dalam alat (lapisan lembut di bagian dalam) sangat penting untuk mencegah infeksi dan kerusakan kulit — tim perawatan akan memberikan instruksi khusus
- Soket atau penyangga mungkin perlu disesuaikan seiring perubahan berat badan atau volume anggota tubuh; pasien biasanya diminta menghubungi prostesis alih-alih mencoba mengubah alat sendiri
- Sesi fisioterapi dilanjutkan setelah pemasangan untuk membangun kekuatan, keseimbangan, dan kepercayaan diri dalam menggunakan alat; kehadiran yang konsisten penting untuk mencapai hasil terbaik
- Jadwal kontrol biasanya ditetapkan secara berkala pada tahun pertama, kemudian dengan frekuensi yang lebih jarang; alat itu sendiri memerlukan pemeriksaan profesional secara berkala dan pada akhirnya perlu diganti
- Penyesuaian gaya hidup mungkin dianjurkan, seperti memakai alas kaki yang sesuai, menjaga berat badan agar volume anggota tubuh tetap stabil, dan memodifikasi aktivitas tertentu yang berdampak tinggi selama masa penyesuaian
- Dukungan psikologis atau kelompok dukungan sebaya (terhubung dengan sesama pengguna alat serupa) dapat sangat membantu selama masa penyesuaian dan tersedia di banyak pusat rehabilitasi
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali pertemuan yang biasanya dibutuhkan untuk pemasangan protesis atau ortosis?
Proses pemasangan biasanya memerlukan beberapa kali kunjungan yang tersebar selama beberapa minggu, bukan hanya satu sesi. Kunjungan pertama difokuskan pada pengukuran dan pembuatan cetakan, lalu dilanjutkan dengan sesi coba pakai di mana alat terus disesuaikan hingga ukuran dan kenyamanannya tepat. Jumlah kunjungan yang dibutuhkan bergantung pada bentuk anggota tubuh, jenis alat yang dipasang, dan seberapa cepat tubuh Anda beradaptasi.
Bagaimana rasanya memakai protesis atau ortosis untuk pertama kali?
Kebanyakan orang merasakan tekanan, rasa sesak, atau sedikit tidak nyaman di hari-hari awal saat kulit dan otot mulai terbiasa dengan alat tersebut. Rasa tidak nyaman ini biasanya berkurang seiring dengan penyempurnaan ukuran dan penyesuaian tubuh Anda, namun selalu sampaikan kepada dokter spesialis rehabilitasi jika Anda merasakan nyeri, kemerahan pada kulit, atau timbul luka lecet agar alat dapat segera diperbaiki. Waktu pemakaian biasanya ditingkatkan secara bertahap — dimulai dari beberapa jam per hari — agar tubuh dapat menyesuaikan diri dengan aman.
Kapan saya bisa menggunakan alat ini dengan lancar?
Kecepatan seseorang dalam menguasai penggunaan protesis (anggota tubuh buatan) atau ortosis (penyangga atau brace) berbeda-beda, tergantung pada usia, kondisi fisik secara keseluruhan, dan alasan dibutuhkannya alat tersebut. Sebagian besar pasien mendapat manfaat lebih besar jika menjalani fisioterapi atau terapi okupasi (latihan untuk mengembalikan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari) bersamaan dengan proses pemasangan. Kemajuan yang nyata dalam fungsi gerak biasanya terlihat dalam beberapa minggu hingga beberapa bulan dengan latihan yang rutin.
Apa yang harus saya hindari atau perhatikan selama proses pemasangan dan penyesuaian alat?
Selama periode penyesuaian, hindari memaksakan diri saat merasakan nyeri yang tajam atau memakai alat lebih lama dari yang dianjurkan oleh tim rehabilitasi, karena hal ini dapat menyebabkan luka pada kulit atau cedera. Periksa kulit di bawah alat setiap hari untuk memastikan tidak ada kemerahan, lecet, atau luka, dan segera laporkan kepada dokter spesialis jika ada. Tim Anda juga akan memberikan panduan perawatan untuk bagian tubuh yang menggunakan alat, termasuk kebersihan dan cara mengatasi pembengkakan.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda — dokter Anda yang menentukan tindakan yang paling tepat. Hubungi tim kami untuk diarahkan ke dokter spesialis yang sesuai.








