Ringkasan
Fototerapi untuk penyakit kuning adalah tindakan yang menggunakan cahaya khusus berspektrum biru untuk memecah kelebihan bilirubin (pigmen kuning yang terbentuk saat sel darah merah hancur) di dalam darah bayi baru lahir.
Ketika hati (liver) bayi belum cukup matang untuk membuang bilirubin sendiri, pigmen ini menumpuk di kulit dan mata sehingga tampak kuning — kondisi yang disebut ikterus neonatorum (penyakit kuning pada bayi baru lahir). Selama fototerapi, bayi dibaringkan di bawah lampu khusus atau di atas selimut yang memancarkan cahaya. Energi cahaya mengubah bentuk molekul bilirubin sehingga tubuh dapat membuangnya melalui air seni dan tinja tanpa harus sepenuhnya diolah oleh hati.
Kondisi Medis
Fototerapi diberikan ketika kadar bilirubin pada bayi baru lahir naik cukup tinggi hingga berisiko merusak otak. Dokter spesialis anak menentukan perlunya tindakan ini berdasarkan usia bayi dalam jam, hasil tes darah bilirubin, serta faktor risiko tambahan.
- Ikterus neonatorum (penyakit kuning pada bayi baru lahir) di mana bilirubin mencapai batas yang memerlukan pengobatan
- Penyakit kuning yang muncul dalam 24 jam pertama kehidupan, yang dianggap berisiko tinggi
- Penyakit kuning pada bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu) yang lebih rentan terhadap bilirubin tinggi
- Ikterus hemolitik (penyakit kuning akibat ketidakcocokan golongan darah ibu dan bayi, seperti inkompatibilitas Rhesus atau ABO)
- Penyakit kuning pada bayi baru lahir yang mengalami memar akibat persalinan sulit, yang melepaskan bilirubin tambahan
- Peningkatan bilirubin setelah bayi pulang lebih awal dari rumah sakit, yang terdeteksi saat kontrol ulang
Fototerapi tidak selalu menjadi pilihan yang tepat. Dokter akan mempertimbangkan tindakan lain atau tindakan tambahan apabila:
- Bilirubin naik sangat cepat sehingga fototerapi saja tidak cukup — transfusi tukar (mengganti darah bayi) mungkin diperlukan
- Penyakit kuning disebabkan oleh penyumbatan saluran empedu (ikterus kolestatik), di mana terapi cahaya tidak mengatasi penyebab dasarnya
- Bayi memiliki kelainan metabolisme langka yang disebut porfiria eritropoietik kongenital, di mana cahaya dapat merusak kulit
Risiko & Komplikasi
Fototerapi umumnya dianggap tindakan yang sangat aman bagi bayi baru lahir, dan komplikasi serius jarang terjadi. Risiko yang dikenal sebagian besar bersifat ringan dan sementara:
- Tinja cair dan sering — bilirubin dikeluarkan melalui usus, dan ini adalah hal yang wajar serta tidak berbahaya
- Dehidrasi (kekurangan cairan) — kehilangan cairan melalui kulit meningkat di bawah lampu, sehingga pemberian minum dipantau ketat
- Ruam kulit — ruam sementara yang tidak berbahaya dapat muncul pada kulit yang terkena cahaya
- Ketidakstabilan suhu tubuh — bayi bisa menjadi sedikit terlalu hangat atau terlalu dingin di bawah lampu, sehingga suhu tubuh diperiksa secara berkala
- Ketidaknyamanan pada mata — mata bayi ditutup dengan pelindung kecil selama tindakan berlangsung untuk melindungi dari cahaya terang
- Gangguan menyusu dan kedekatan dengan orang tua — bayi menghabiskan waktu terpisah dari orang tua; sebagian besar rumah sakit menganjurkan jeda singkat untuk menyusui
- Sindrom bayi perunggu (bronze baby syndrome) — perubahan warna kulit dan air seni menjadi kecokelatan yang jarang terjadi dan tidak berbahaya, dapat dialami oleh bayi yang juga memiliki ikterus kolestatik (terkait saluran empedu); kondisi ini menghilang setelah pengobatan selesai
Persiapan & Prosedur
Karena fototerapi paling sering dimulai secara mendesak di rumah sakit setelah hasil tes bilirubin keluar, biasanya tidak banyak persiapan khusus yang perlu dilakukan keluarga sebelumnya. Namun, tim medis akan melakukan beberapa langkah sebelum dan selama tindakan berlangsung.
Sebelum fototerapi dimulai, tim medis biasanya:
- Memeriksa kadar bilirubin bayi melalui tes darah atau alat probe kulit non-invasif (bilirubinometer transkutan)
- Meninjau usia gestasi bayi (berapa minggu usia kehamilan ibu), berat lahir, dan faktor risiko yang diketahui seperti ketidakcocokan golongan darah
- Melepas pakaian dan popok bayi agar permukaan kulit yang terpapar cahaya menjadi seluas mungkin
- Memasang pelindung mata kecil yang lembut (penutup mata) pada bayi untuk melindungi matanya
- Memastikan bayi sudah minum dengan cukup sebelum memulai, karena hidrasi yang baik membantu membuang bilirubin
Selama tindakan berlangsung, biasanya terjadi hal-hal berikut:
- 1. Bayi dibaringkan di boks terbuka atau inkubator (unit penghangat tertutup bening) di bawah lampu fototerapi, atau di atas biliblanket (tikar serat optik yang memancarkan cahaya dari bawah).
- 2. Lampu diposisikan pada jarak yang dianjurkan dari kulit bayi sesuai dengan panduan alat.
- 3. Posisi bayi diubah secara teratur — biasanya bergantian antara telentang dan tengkurap — untuk memaparkan kulit seluas mungkin.
- 4. Pemberian minum tetap dilanjutkan selama terapi; di sebagian besar rumah sakit, bayi dikeluarkan sebentar dari paparan cahaya untuk menyusu atau minum susu botol.
- 5. Suhu tubuh, hidrasi, dan warna kulit bayi diperiksa secara berkala oleh tim perawat.
- 6. Kadar bilirubin diperiksa ulang secara berkala melalui sampel darah untuk memantau perkembangan dan menentukan kapan pengobatan dapat dihentikan.
Perawatan Setelah Tindakan
Setelah kadar bilirubin turun ke kisaran yang aman dan stabil, lampu fototerapi dimatikan dan pelindung mata dilepas. Sebagian besar bayi pulih dengan baik dan dapat kembali bersama orang tua secara normal. Tim medis akan terus memantau bayi untuk memastikan bilirubin tidak naik kembali — fenomena yang disebut hiperbilirubinemia rebound (kenaikan kembali bilirubin setelah pengobatan dihentikan), yang lebih sering terjadi pada sebagian bayi dibandingkan yang lain.
- Bilirubin biasanya diperiksa ulang melalui tes darah beberapa jam setelah lampu dimatikan, sebelum bayi diperbolehkan pulang
- Pemberian minum yang sering — ASI atau susu formula — dianjurkan untuk membantu membuang sisa bilirubin melalui tinja
- Janji kontrol biasanya dijadwalkan dalam satu hingga dua hari setelah pulang ke rumah agar dokter dapat memeriksa kembali bilirubin dengan probe kulit atau tes darah
- Orang tua diberitahu tanda-tanda penyakit kuning yang memburuk yang perlu diwaspadai di rumah, seperti warna kuning yang semakin dalam, bayi sulit minum, atau mengantuk tidak wajar
- Jika penyakit kuning disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya seperti ketidakcocokan golongan darah, dokter spesialis anak akan mengatur pemeriksaan dan pemantauan lebih lanjut
- Pada sebagian besar kasus, tidak diperlukan perawatan luka khusus, obat-obatan, atau pembatasan jangka panjang setelah fototerapi standar
- Menyusui biasanya sangat dianjurkan selama masa pemulihan karena mendukung kesehatan bayi baru lahir secara keseluruhan
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali bayi saya perlu menjalani fototerapi untuk penyakit kuning?
Jumlah sesi tergantung pada seberapa tinggi kadar bilirubin bayi Anda — bilirubin adalah zat kuning yang menumpuk di darah dan menyebabkan kulit tampak kuning — serta seberapa cepat kadar itu turun di bawah paparan cahaya. Kebanyakan bayi menjalani fototerapi secara terus-menerus selama 24 hingga 48 jam, namun sebagian mungkin memerlukan waktu lebih lama; dokter akan memeriksa kadar darah secara berkala untuk menentukan kapan fototerapi bisa dihentikan dengan aman.
Apakah fototerapi terasa tidak nyaman bagi bayi saya?
Fototerapi tidak menimbulkan rasa sakit — bayi Anda cukup berbaring di bawah lampu khusus berspektrum biru yang membantu memecah bilirubin di dalam kulit. Beberapa bayi menjadi sedikit rewel, mengalami ruam ringan yang sementara, atau buang air besar berwarna kehijauan, dan semua ini adalah reaksi yang normal. Tim perawatan akan menjaga tubuh bayi tetap hangat, menutup matanya dengan pelindung khusus, dan memantaunya secara rutin.
Seberapa cepat fototerapi mulai bekerja mengatasi penyakit kuning bayi saya?
Kadar bilirubin biasanya mulai turun dalam beberapa jam setelah fototerapi dimulai, meskipun perubahan nyata pada warna kulit umumnya baru terlihat setelah 24 jam atau lebih. Darah bayi Anda akan diperiksa secara berkala agar tim medis dapat memastikan pengobatan berjalan efektif dan menyesuaikan rencana perawatan bila diperlukan.
Apa yang perlu saya waspadai selama bayi saya menjalani fototerapi?
Segera beritahu tim perawat jika bayi Anda tampak sangat sulit dibangunkan, menolak menyusu, terlihat sangat pucat, atau warna kuningnya justru semakin pekat meski sudah berada di bawah lampu. Pastikan juga bayi Anda menyusu dengan baik selama perawatan, karena asupan cairan yang cukup membantu tubuh membuang bilirubin lebih efisien. Tim perawatan akan membimbing Anda mengenai frekuensi menyusui dan memantau kondisi bayi sepanjang waktu.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda — dokter Anda yang menentukan tindakan yang paling tepat. Hubungi tim kami untuk diarahkan ke dokter spesialis yang sesuai.








