Sekilas
Fototerapi untuk penyakit kuning adalah pengobatan yang menggunakan cahaya biru-hijau dengan panjang gelombang tertentu untuk memecah kelebihan bilirubin dalam darah bayi baru lahir. Bilirubin adalah pigmen kuning yang terbentuk secara alami saat sel darah merah yang sudah tua didaur ulang oleh tubuh. Pada bayi baru lahir, hati terkadang belum cukup matang untuk membuang bilirubin dengan cepat, sehingga bilirubin menumpuk di kulit dan mata dan menyebabkan warna kekuningan. Kondisi kekuningan pada kulit dan mata ini disebut ikterus atau penyakit kuning.
Saat bayi dibaringkan di bawah lampu fototerapi, energi cahaya mengubah bentuk molekul bilirubin melalui proses yang disebut foto-isomerisasi. Molekul yang sudah berubah bentuk ini menjadi larut dalam air, sehingga tubuh dapat membuangnya melalui urine dan tinja tanpa harus diproses terlebih dahulu oleh hati. Kulit menyerap cahaya paling baik ketika seluas mungkin permukaan kulit terpapar, itulah mengapa bayi biasanya dilepas pakaiannya selama terapi dan matanya dilindungi dengan pelindung mata kecil.
Kondisi Medis
Fototerapi digunakan ketika kadar bilirubin bayi baru lahir naik cukup tinggi sehingga perlu ditangani, namun belum cukup tinggi untuk memerlukan transfusi tukar segera. Dokter mempertimbangkan usia bayi dalam jam, berat badan, usia gestasi (berapa minggu kehamilan berlangsung), serta kadar bilirubin yang terukur untuk memutuskan apakah fototerapi perlu dimulai.
- Ikterus fisiologis: kenaikan bilirubin yang umum dan diperkirakan terjadi, mencapai puncaknya pada minggu pertama kehidupan pada bayi yang sehat.
- Ikterus pada bayi prematur, yang hatinya lebih belum matang dan mencapai ambang batas pengobatan pada kadar bilirubin yang lebih rendah.
- Ketidakcocokan golongan darah ABO atau Rh: ketika golongan darah ibu dan bayi tidak sesuai, menyebabkan sel darah merah bayi pecah lebih cepat.
- Defisiensi G6PD (kekurangan enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase, kelainan enzim yang diturunkan dan membuat sel darah merah mudah hancur).
- Ikterus akibat menyusui, di mana asupan ASI yang kurang pada hari-hari pertama menyebabkan dehidrasi ringan dan bilirubin meningkat.
- Ikterus akibat ASI, kondisi terpisah di mana zat tertentu dalam ASI memperlambat pembuangan bilirubin dan dapat berlangsung beberapa minggu.
- Polisitemia (jumlah sel darah merah yang terlalu banyak), yang menghasilkan lebih banyak bilirubin saat sel-sel tambahan itu dipecah.
- Sefalhematoma (penumpukan darah di bawah kulit kepala akibat trauma lahir), yang melepaskan bilirubin saat diserap kembali oleh tubuh.
Fototerapi saja tidak cocok untuk semua penyebab penyakit kuning. Bayi dengan kadar bilirubin yang sangat tinggi hingga berisiko merusak otak, bayi dengan penyakit hati tertentu seperti kolestasis (sumbatan aliran empedu), atau bayi yang kadar bilirubinnya naik cepat dan tidak merespons cahaya mungkin memerlukan penanganan lain seperti transfusi tukar atau obat tertentu. Dokter anak akan menilai setiap bayi secara individual.
Risiko & Komplikasi
Fototerapi adalah salah satu pengobatan paling aman yang digunakan dalam perawatan bayi baru lahir, dan komplikasi serius sangat jarang terjadi. Risiko yang ada sebagian besar bersifat ringan dan hilang setelah terapi selesai.
- Peningkatan kehilangan cairan melalui kulit, yang dapat menyebabkan dehidrasi ringan jika bayi tidak mendapat cukup asupan minum selama terapi.
- Tinja cair dan sering (sering berwarna kehijauan) akibat bilirubin yang sudah berubah bentuk melewati saluran pencernaan.
- Ruam kulit, ruam kemerahan atau berbercak yang bersifat sementara dan muncul pada sebagian bayi selama terpapar cahaya.
- Ketidakstabilan suhu tubuh: cahaya dapat menghangatkan kulit bayi, sehingga petugas kesehatan memantau suhu tubuh bayi secara ketat.
- Iritasi mata jika pelindung mata bergeser atau tidak terpasang dengan benar, itulah mengapa perawat memeriksa pelindung mata secara berkala.
- Sindrom bayi perunggu (bronze baby syndrome): perubahan warna kulit, urine, dan serum menjadi kecoklatan yang jarang terjadi dan tidak berbahaya, dapat muncul pada bayi yang juga mengalami penyakit hati. Kondisi ini akan hilang setelah terapi dihentikan.
- Kecemasan pada orang tua: waktu yang lama di dalam inkubator di bawah lampu dapat membatasi kontak kulit ke kulit, yang secara emosional terasa berat meski bukan komplikasi medis dari cahaya itu sendiri.
Persiapan & Prosedur
Karena fototerapi hampir selalu dimulai di rumah sakit segera setelah kelahiran, biasanya tidak ada persiapan khusus yang dapat dilakukan orang tua sebelumnya. Tim perawatan akan bertindak berdasarkan hasil bilirubin dan segera memulai pengobatan. Namun, memahami apa yang akan terjadi sebelum, selama, dan sekitar terapi dapat membantu orang tua merasa lebih tenang.
Sebelum lampu dinyalakan, tim medis akan melakukan atau meninjau serangkaian pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan memandu keputusan pengobatan. Pemeriksaan ini biasanya mencakup tes darah untuk mengukur kadar bilirubin total, pemeriksaan golongan darah ibu dan bayi, tes Coombs langsung (tes untuk mendeteksi antibodi pada sel darah merah bayi yang mungkin menyebabkan sel darah pecah lebih cepat), hitung darah lengkap untuk memeriksa tanda-tanda hemolisis (penghancuran sel darah merah yang cepat), dan terkadang tes enzim G6PD jika latar belakang etnis bayi menempatkannya pada risiko yang lebih tinggi.
Setelah keputusan untuk memulai terapi dibuat, langkah-langkahnya umumnya mengikuti urutan berikut:
- Pakaian bayi dilepas, hanya menyisakan popok kecil, untuk memaksimalkan area kulit yang terpapar cahaya.
- Pelindung mata kecil yang tidak tembus cahaya dipasang dengan rapat di kedua mata untuk melindungi retina (lapisan peka cahaya di bagian belakang mata) dari paparan cahaya langsung.
- Bayi dibaringkan di boks atau inkubator tepat di bawah lampu fototerapi, pada jarak yang ditentukan oleh produsen alat.
- Dalam beberapa kasus, selimut serat optik (bantalan yang memancarkan cahaya langsung ke kulit) diletakkan di bawah bayi pada saat yang sama untuk memberikan cahaya dari dua sisi sekaligus.
- Tim medis mengatur waktu dan memeriksa posisi bayi, pelindung mata, suhu tubuh, serta asupan makan secara berkala sepanjang terapi.
- Kadar bilirubin diperiksa ulang melalui tes darah pada interval yang ditentukan oleh dokter, biasanya setiap beberapa jam pada awalnya, untuk memantau apakah kadarnya turun.
- Terapi dilanjutkan sampai bilirubin turun ke kadar yang aman dan tetap stabil setelah lampu dimatikan dalam periode pemantauan singkat.
Perawatan Setelah Tindakan
Setelah fototerapi selesai, bayi biasanya tetap di rumah sakit untuk periode pemantauan agar petugas dapat memastikan kadar bilirubin tidak naik kembali. Lama pemantauan tergantung pada seberapa tinggi kadar bilirubin sebelumnya, penyebab yang mendasarinya, dan kondisi bayi secara keseluruhan.
- Tes bilirubin darah lanjutan dilakukan dalam beberapa jam setelah lampu dimatikan untuk memeriksa apakah ada kenaikan kembali. Jika kadar naik lagi, fototerapi mungkin akan dimulai ulang.
- Pemberian makan dianjurkan sesering mungkin selama dan setelah terapi. ASI atau susu formula membantu membuang bilirubin melalui saluran pencernaan, sehingga pemberian makan yang sering dan efektif menjadi inti dari pemulihan.
- Setelah dipulangkan, dokter bayi biasanya akan mengatur pemeriksaan ulang bilirubin dalam satu hingga dua hari di klinik rawat jalan atau melalui kunjungan perawat ke rumah, tergantung pada protokol rumah sakit.
- Orang tua diminta memperhatikan tanda-tanda penyakit kuning yang memburuk di rumah: warna kuning yang semakin dalam dan menyebar ke perut, kaki, atau telapak tangan; bayi yang sangat mengantuk dan sulit dibangunkan untuk menyusu; tangisan bernada tinggi; atau bayi yang tidak mau makan.
- Kontak kulit ke kulit dan menyusui sesuai permintaan bayi sangat dianjurkan setelah fototerapi selesai, karena keduanya mendukung pemulihan bayi dan ikatan antara orang tua dan anak.
- Jika penyakit kuning disebabkan oleh kondisi yang mendasarinya seperti defisiensi G6PD atau ketidakcocokan golongan darah, dokter anak akan memberikan penjelasan kepada orang tua mengenai implikasi jangka panjang dan pemeriksaan lanjutan yang mungkin diperlukan seiring pertumbuhan bayi.
- Kunjungan kontrol rutin bayi baru lahir, biasanya dalam dua minggu pertama kehidupan, memberi kesempatan bagi dokter untuk memeriksa kembali penambahan berat badan, pemberian makan, dan perkembangan bayi secara keseluruhan.
Biaya & Faktor Penentunya
Biaya fototerapi sangat bervariasi antara satu rumah sakit dan satu negara dengan yang lain, dipengaruhi oleh seberapa lama terapi berlangsung, apa yang menjadi penyebab penyakit kuning, dan tingkat perawatan yang dibutuhkan bayi selain dari lampu fototerapi itu sendiri.
- Durasi pengobatan: bayi yang hanya membutuhkan lampu selama satu hari biayanya jauh lebih rendah dibandingkan bayi yang membutuhkan fototerapi intens selama beberapa hari.
- Tingkat keparahan dan penyebab yang mendasari: penyakit kuning yang terkait dengan ketidakcocokan golongan darah atau defisiensi G6PD seringkali memerlukan tes darah yang lebih sering, pemantauan yang lebih ketat, dan terkadang pengobatan tambahan, yang semuanya menambah total biaya.
- Jenis unit fototerapi: lampu fluoresen atau LED di atas kepala yang konvensional, unit fototerapi dua permukaan yang menyinari dari atas dan bawah secara bersamaan, dan selimut serat optik memiliki biaya operasional yang berbeda-beda.
- Tingkat unit perawatan neonatal: bangsal pascamelahirkan standar biayanya lebih rendah per hari dibandingkan unit perawatan bayi khusus atau unit perawatan intensif neonatal (NICU), dan bayi dengan komplikasi mungkin memerlukan tingkat perawatan yang lebih tinggi.
- Negara dan kelas rumah sakit: rumah sakit umum, rumah sakit swasta, dan fasilitas yang terakreditasi internasional menetapkan harga layanan mereka secara berbeda, dan biaya berbeda secara signifikan antar negara.
- Tes laboratorium: tes darah bilirubin yang berulang, pemeriksaan golongan darah dan tes Coombs, hitung darah lengkap, dan skrining G6PD biasanya ditagihkan per tes.
- Konsultasi: kunjungan dokter spesialis neonatologi (dokter anak yang berspesialisasi dalam perawatan bayi baru lahir) atau dokter spesialis anak mungkin dikenakan biaya terpisah dari biaya kamar dan keperawatan.
- Lama rawat inap ibu: jika bayi dirawat lebih lama dari rencana rawat inap pascamelahirkan ibu, perpanjangan rawat inap ibu atau akomodasi terpisah untuk keluarga dapat menambah biaya keseluruhan.
Paket rumah sakit, jika tersedia, biasanya mencakup biaya kamar harian, perawatan keperawatan, penggunaan alat fototerapi, dan pemantauan dasar dalam satu tarif. Tes darah, konsultasi spesialis, obat-obatan seperti cairan infus atau antibiotik jika ada infeksi yang menyertai, serta perpanjangan rawat inap di NICU biasanya ditagihkan secara terpisah dari harga paket.
BPJS Kesehatan menanggung fototerapi jika dilakukan di fasilitas Indonesia yang terakreditasi dalam sistem rujukan, tetapi tidak menanggung pengobatan yang dilakukan di luar negeri. Sebagian besar asuransi kesehatan swasta Indonesia juga tidak menanggung perawatan di luar negeri. Keluarga yang memilih untuk mengobati bayinya di rumah sakit di negara lain biasanya membayar sendiri atau melalui asuransi swasta internasional yang secara khusus mencakup perawatan bayi baru lahir di luar negeri. Sebelum bepergian atau memutuskan pilihan rumah sakit, meminta estimasi biaya tertulis yang merinci setiap item secara terpisah adalah cara paling jelas untuk menghindari tagihan yang tidak terduga.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali sesi fototerapi yang dibutuhkan bayi saya untuk penyakit kuning?
Sebagian besar bayi membutuhkan satu sesi fototerapi yang berlangsung terus-menerus selama 24 hingga 48 jam, meski ada yang memerlukan waktu sedikit lebih lama tergantung seberapa tinggi kadar bilirubin dalam darahnya. Bilirubin adalah zat warna kuning yang menumpuk di darah dan membuat kulit tampak kuning. Dokter akan memeriksa kadar bilirubin bayi secara berkala selama perawatan dan menentukan kapan terapi cahaya boleh dihentikan.
Apakah fototerapi terasa sakit untuk bayi baru lahir, dan apakah aman?
Fototerapi umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh bayi baru lahir, yang berbaring di bawah lampu biru khusus sementara matanya dilindungi oleh penutup kecil. Cahaya tersebut memecah bilirubin melalui kulit tanpa menggunakan jarum atau sayatan. Sebagian bayi mengalami ruam ringan yang bersifat sementara atau tinja yang lebih encer selama terapi, dan biasanya keduanya hilang sendiri setelah lampu dimatikan.
Seberapa cepat fototerapi mulai bekerja untuk penyakit kuning pada bayi baru lahir?
Kadar bilirubin biasanya mulai turun dalam beberapa jam setelah terapi dimulai, namun dokter akan memastikannya melalui tes darah, bukan hanya dari tampilan warna kulit. Warna kulit bisa membutuhkan satu hingga dua hari untuk terlihat jelas membaik, bahkan setelah kadarnya sudah turun. Terapi dilanjutkan sampai kadar bilirubin berada di bawah batas aman yang ditetapkan dokter sesuai usia dan berat badan bayi.
Berapa biaya fototerapi untuk penyakit kuning?
Biayanya bergantung pada berapa lama bayi perlu berada di bawah lampu, tingkat perawatan yang dibutuhkan, serta jenis fasilitas yang digunakan, apakah bangsal biasa atau unit neonatus dengan pemantauan lebih ketat. Bayi yang memerlukan pemeriksaan tambahan atau sesi fototerapi kedua juga akan membuat total biaya lebih tinggi. Cara paling tepat untuk mengetahui angka yang sesuai dengan kondisi bayi Anda adalah dengan meminta estimasi biaya tertulis dari rumah sakit sebelum perawatan dimulai.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.








