Sekilas
Mastektomi adalah operasi bedah untuk mengangkat satu atau kedua payudara, paling sering dilakukan untuk mengobati atau mencegah kanker payudara.
Selama operasi, dokter bedah mengangkat jaringan payudara dan, tergantung pada jenis mastektomi yang dipilih, dapat juga mengangkat puting, kulit di atasnya, serta kelenjar getah bening (kelenjar kecil yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh) di sekitarnya. Pengangkatan jaringan ini bertujuan menghilangkan sel-sel kanker atau, pada pasien dengan risiko tinggi, mengurangi kemungkinan kanker berkembang di kemudian hari.
Kondisi Medis
Mastektomi direkomendasikan ketika kanker payudara tidak dapat diangkat dengan aman melalui operasi yang lebih kecil, atau ketika pasien memilih prosedur ini dibanding menjalani rangkaian terapi radiasi.
- Kanker payudara invasif (kanker yang telah menyebar ke jaringan payudara di sekitarnya) yang terlalu besar atau terlalu luas untuk diangkat sebagian
- Kanker payudara inflamatorik (jenis agresif di mana sel kanker menyumbat pembuluh getah bening di kulit)
- Kanker payudara yang kambuh setelah lumpektomi sebelumnya (pengangkatan tumor saja)
- Beberapa tumor di bagian berbeda pada payudara yang sama
- Mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 positif pada pasien yang ingin menurunkan risiko kanker di masa depan (mastektomi profilaksis atau pencegahan)
- Karsinoma duktal in situ (DCIS, kanker stadium sangat awal yang terbatas pada saluran susu) yang mencakup area luas
- Penyakit Paget pada payudara (kanker langka yang menyerang puting dan areola)
Mastektomi umumnya bukan pilihan pertama ketika tumor kecil dan terlokalisasi, karena lumpektomi yang diikuti radiasi sering memberikan hasil kelangsungan hidup yang sama dengan pengangkatan jaringan yang lebih sedikit. Pasien yang tidak dapat menjalani anestesi umum dengan aman karena kondisi jantung atau paru-paru yang serius juga mungkin tidak cocok untuk prosedur ini, dan dokter akan mendiskusikan alternatif yang lebih aman.
Risiko & Komplikasi
Mastektomi adalah operasi besar dan membawa risiko nyata, meskipun komplikasi serius tidak umum terjadi pada sebagian besar pasien.
- Nyeri dan rasa sakit di area sayatan pada hari-hari dan minggu-minggu setelah operasi
- Infeksi luka, yang ditandai dengan kemerahan, rasa panas, bengkak, atau keluar cairan
- Seroma (kantong cairan yang terbentuk di bawah kulit setelah jaringan payudara diangkat), yang mungkin perlu dikeluarkan
- Hematoma (kumpulan darah di bawah kulit) yang dapat menyebabkan memar dan pembengkakan
- Limfedema (pembengkakan lengan jangka panjang) jika kelenjar getah bening diangkat dan sistem drainase terganggu
- Mati rasa atau perubahan sensasi di dinding dada, lengan, atau ketiak
- Gerakan bahu atau lengan yang terbatas, terutama di minggu-minggu pertama
- Reaksi terhadap anestesi umum, seperti mual atau, dalam kasus jarang, kesulitan bernapas
- Gumpalan darah di kaki (trombosis vena dalam) atau paru-paru (emboli paru), risiko yang menyertai setiap operasi besar
- Jika rekonstruksi payudara dilakukan sekaligus, risiko tambahan yang spesifik terhadap metode rekonstruksi juga berlaku
Persiapan & Prosedur
Beberapa hari sebelum operasi, tim medis biasanya meminta pasien untuk menghentikan obat pengencer darah dan suplemen tertentu karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Merokok mengurangi aliran darah ke jaringan yang sedang sembuh, sehingga sebagian besar ahli bedah meminta pasien berhenti merokok jauh sebelum operasi. Alkohol juga sebaiknya dihindari dalam beberapa hari menjelang operasi.
Pemeriksaan pra-operasi standar biasanya meliputi tes darah untuk menilai kondisi kesehatan umum, rontgen dada, elektrokardiogram (EKG, rekaman aktivitas listrik jantung), serta pencitraan payudara seperti mammografi atau MRI. Jika rekonstruksi payudara direncanakan, dokter bedah plastik juga akan mengambil pengukuran dan foto.
Mulai tengah malam sebelum operasi, pasien biasanya diminta untuk tidak makan dan minum apa pun, termasuk air. Instruksi puasa yang lebih spesifik akan dikonfirmasi oleh tim rumah sakit.
- 1. Pendaftaran dan administrasi: pasien mendaftar, menandatangani formulir persetujuan, dan bertemu dengan tim anestesi.
- 2. Persiapan: selang kecil (kanula) dipasang ke pembuluh darah vena untuk cairan dan obat-obatan, lalu area operasi dibersihkan dan ditandai.
- 3. Anestesi: anestesi umum diberikan sehingga pasien tertidur sepenuhnya dan tidak merasakan apa pun selama operasi.
- 4. Sayatan: dokter bedah membuat sayatan di payudara, dengan bentuk dan lokasi yang bergantung pada jenis mastektomi dan apakah rekonstruksi direncanakan.
- 5. Pengangkatan jaringan: jaringan payudara dipisahkan dengan hati-hati dari otot dada dan kulit, kemudian diangkat. Kelenjar getah bening mungkin diangkat pada tahap ini melalui sayatan kecil terpisah di ketiak.
- 6. Pemasangan selang drainase: satu atau dua selang drainase tipis biasanya dibiarkan di tempatnya untuk mencegah penumpukan cairan di bawah kulit.
- 7. Penutupan luka: sayatan ditutup dengan jahitan, staples, atau plester perekat, lalu dibalut.
- 8. Ruang pemulihan: pasien dipindahkan ke area pemulihan yang dipantau hingga efek anestesi hilang.
Perawatan Setelah Tindakan
Sebagian besar pasien dirawat di rumah sakit selama satu hingga tiga malam setelah mastektomi, meskipun durasi ini bervariasi tergantung jenis prosedur dan apakah rekonstruksi dilakukan bersamaan. Tim perawat memantau tekanan darah, penyembuhan luka, dan hasil drainase sebelum pasien diperbolehkan pulang.
- Selang drainase biasanya dibiarkan selama beberapa hari dan dilepas setelah cairan yang keluar berkurang ke tingkat yang aman; pasien diajarkan cara mengosongkan dan mencatat hasil drainase di rumah.
- Nyeri dikelola dengan obat pereda nyeri yang diresepkan; tingkat ketidaknyamanan biasanya berkurang secara bertahap selama dua minggu pertama.
- Balutan luka harus dijaga agar tetap kering dan diganti sesuai petunjuk tim bedah.
- Mengangkat benda berat, meraih sesuatu di atas bahu, dan aktivitas berat biasanya dibatasi selama beberapa minggu.
- Latihan lengan dan bahu yang diperkenalkan secara bertahap membantu mencegah kekakuan dan mendukung drainase getah bening.
- Kontrol lanjutan biasanya dijadwalkan dalam satu hingga dua minggu untuk memeriksa luka, melepas jahitan atau staples, dan mendiskusikan hasil patologi (analisis laboratorium dari jaringan yang diangkat).
- Jika kemoterapi atau radioterapi direncanakan, biasanya dimulai setelah luka sembuh, dan onkolog (dokter spesialis kanker) akan menentukan jadwalnya.
- Pasien yang kelenjar getah beningnya diangkat perlu memperhatikan tanda-tanda limfedema (pembengkakan lengan, rasa berat, atau sesak) dan segera melaporkannya.
- Dukungan emosional melalui konseling atau kelompok pendukung kanker payudara sangat dianjurkan, karena menyesuaikan diri dengan perubahan citra tubuh membutuhkan waktu bagi banyak pasien.
- Pemantauan jangka panjang bersama tim onkologi berlanjut setelah keluar dari rumah sakit, dengan frekuensi kontrol yang bergantung pada stadium penyakit dan rencana pengobatan.
Biaya & Faktor Penentunya
Biaya mastektomi sangat bervariasi tergantung seberapa kompleks operasinya, di mana prosedur dilakukan, dan prosedur tambahan apa yang dilakukan bersamaan. Tidak ada dua pasien yang menghadapi tagihan yang persis sama, karena detail setiap kasus berbeda.
- Jenis mastektomi: mastektomi sederhana (hanya jaringan payudara) lebih murah dibanding mastektomi radikal yang dimodifikasi (yang juga mengangkat kelenjar getah bening) atau teknik yang mempertahankan kulit maupun puting.
- Rekonstruksi: rekonstruksi payudara langsung yang dilakukan dalam operasi yang sama menambah biaya dokter bedah, implan atau flap jaringan, serta waktu operasi yang lebih lama.
- Kelas rumah sakit dan negara: rumah sakit swasta di destinasi wisata medis mengenakan tarif berbeda dari rumah sakit pemerintah atau universitas, dan harga bervariasi cukup besar antar negara.
- Lama rawat inap: lebih banyak malam di rumah sakit, terutama setelah mastektomi yang dikombinasikan dengan rekonstruksi, meningkatkan biaya akomodasi dan perawatan.
- Implan atau ekspander: jika implan silikon atau ekspander jaringan digunakan dalam rekonstruksi, perangkat itu sendiri memiliki biaya yang cukup besar.
- Patologi dan pencitraan tambahan: analisis laboratorium jaringan yang diangkat, biopsi sentinel node (pengujian kelenjar getah bening pertama yang mengaliri tumor), dan pemindaian pasca operasi sering ditagih terpisah.
- Anestesi: biaya dokter anestesi biasanya ditagih terpisah dan bergantung pada durasi operasi.
- Konsultasi onkologi dan pengobatan lanjutan: jika kemoterapi atau radioterapi menyusul, biaya tersebut terpisah dari tagihan bedah.
Paket rumah sakit untuk mastektomi biasanya mencakup biaya dokter bedah, penggunaan kamar operasi, anestesi, rawat inap, obat-obatan standar selama perawatan, dan perawatan keperawatan dasar. Hal-hal yang umumnya ditagih di luar paket meliputi laporan patologi, implan yang digunakan, pemeriksaan pra-operasi yang dipesan setelah masuk rumah sakit, sesi fisioterapi, dan kunjungan kontrol rawat jalan.
BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan yang dilakukan di luar negeri, dan sebagian besar asuransi kesehatan swasta Indonesia juga tidak mencakup prosedur di luar negeri. Pasien yang bepergian untuk menjalani mastektomi biasanya membayar sendiri atau menggunakan asuransi swasta internasional yang secara eksplisit mencakup pengobatan di luar Indonesia. Meminta estimasi biaya tertulis dari rumah sakit sebelum berangkat adalah cara praktis untuk memahami total pengeluaran yang diharapkan dan menghindari tagihan mengejutkan saat keluar dari rumah sakit.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama operasi mastektomi berlangsung?
Operasi mastektomi biasanya memakan waktu antara satu hingga tiga jam, tergantung pada seberapa banyak jaringan yang diangkat dan apakah rekonstruksi payudara dilakukan sekaligus. Pengangkatan satu payudara tanpa rekonstruksi cenderung lebih singkat, sedangkan mastektomi bilateral (pengangkatan kedua payudara) atau yang disertai rekonstruksi langsung membutuhkan waktu lebih lama. Tim bedah Anda akan memberikan perkiraan waktu yang lebih spesifik setelah meninjau kondisi Anda.
Berapa biaya operasi mastektomi?
Biayanya bervariasi tergantung beberapa faktor, antara lain apakah satu atau kedua payudara diangkat, apakah rekonstruksi dilakukan bersamaan, jenis implan atau jaringan yang digunakan jika ada rekonstruksi, lama rawat inap, serta kelas kamar yang Anda pilih. Cara paling tepat untuk mengetahui perkiraan total biaya adalah dengan meminta estimasi tertulis langsung dari rumah sakit.
Berapa lama waktu pemulihan setelah mastektomi?
Kebanyakan pasien sudah bisa pulang dari rumah sakit dalam satu hingga tiga hari setelah operasi, dan penyembuhan luka awal biasanya membutuhkan sekitar empat hingga enam minggu. Pemulihan penuh, terutama jika dilakukan rekonstruksi, bisa memakan waktu beberapa bulan. Dokter bedah Anda akan memberikan jadwal pemulihan yang disesuaikan dengan prosedur yang telah dilakukan.
Tanda-tanda apa yang harus saya waspadai setelah mastektomi?
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami kemerahan yang semakin meluas, rasa panas, atau bengkak di sekitar luka, demam, cairan atau nanah yang keluar dari bekas operasi, atau nyeri dada dan sesak napas yang tiba-tiba. Rasa tidak nyaman ringan dan sedikit bengkak dalam beberapa hari pertama setelah operasi adalah hal yang wajar, namun tanda-tanda di atas bisa menunjukkan infeksi atau komplikasi lain yang memerlukan penanganan segera. Simpan nomor kontak tim bedah Anda agar mudah dihubungi selama masa pemulihan.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.








