Ringkasan
Pemasangan atau pelepasan IUD adalah prosedur singkat di bidang kandungan, di mana dokter memasukkan atau mengeluarkan alat kecil berbentuk huruf T dari dalam rahim untuk memberikan atau mengakhiri kontrasepsi (pencegahan kehamilan) jangka panjang.
IUD — alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR) — ditempatkan di dalam rongga rahim dan mencegah kehamilan dengan dua cara tergantung jenisnya. IUD tembaga melepaskan ion tembaga dalam jumlah sangat kecil yang bersifat racun bagi sperma, sehingga mencegah pembuahan. IUD hormonal melepaskan hormon progestogen secara perlahan dan terus-menerus, yang membuat lendir serviks (cairan di mulut rahim) menjadi lebih kental sehingga sperma sulit mencapai sel telur, sekaligus menipiskan lapisan dinding rahim. Proses pelepasan IUD cukup sederhana: dokter menarik dua benang tipis yang menjuntai melalui serviks (mulut rahim), dan alat tersebut akan terlepas keluar. Kesuburan biasanya kembali dengan cepat setelah IUD dilepas.
Kondisi Medis
Pemasangan IUD digunakan oleh siapa saja yang memiliki rahim dan menginginkan kontrasepsi yang andal, jangka panjang, dan dapat dibalik, tetapi juga digunakan untuk mengatasi beberapa kondisi medis tertentu di luar fungsi KB.
- Keinginan untuk kontrasepsi jangka panjang yang efektif tanpa harus minum pil setiap hari atau suntik secara rutin.
- Menstruasi yang terlalu banyak atau nyeri haid berat (menoragia) — IUD hormonal dapat secara signifikan mengurangi perdarahan dan kram.
- Endometriosis (kondisi di mana jaringan serupa lapisan rahim tumbuh di luar rahim) — IUD hormonal kadang digunakan sebagai bagian dari pengobatan.
- Adenomiosis (kondisi di mana lapisan dalam rahim tumbuh ke dalam otot dinding rahim) yang menyebabkan perdarahan berat dan nyeri panggul.
- Kontrasepsi darurat — IUD tembaga yang dipasang dalam beberapa hari setelah hubungan seks tanpa pelindung merupakan salah satu metode darurat paling efektif.
- Kebutuhan kontrasepsi selama perimenopause (masa menjelang berakhirnya menstruasi).
- Pelepasan IUD dilakukan ketika alat sudah melewati batas usia pemakaian yang dianjurkan, pasien ingin hamil, efek samping tidak dapat ditoleransi, atau IUD bergeser dari posisinya.
IUD biasanya tidak disarankan pada kondisi tertentu. Dokter kandungan akan menilai riwayat kesehatan Anda secara menyeluruh sebelum melanjutkan prosedur.
- Kehamilan yang sudah terkonfirmasi atau dicurigai pada saat pemasangan.
- Perdarahan abnormal dari rahim yang belum diketahui penyebabnya.
- Penyakit radang panggul (PRP) aktif — yaitu infeksi pada organ reproduksi — atau infeksi menular seksual (IMS) yang baru terjadi.
- Kelainan bentuk rahim tertentu yang membuat alat tidak dapat terpasang dengan benar.
- Alergi tembaga atau penyakit Wilson (kelainan genetik yang memengaruhi metabolisme tembaga) — khusus untuk IUD tembaga.
- Beberapa jenis kanker yang sensitif terhadap hormon — khusus untuk IUD hormonal.
Risiko & Komplikasi
Pemasangan dan pelepasan IUD umumnya dianggap sebagai prosedur berisiko rendah yang dapat dilakukan di klinik, namun seperti semua tindakan medis, ada beberapa komplikasi yang perlu diketahui.
- Kram dan rasa tidak nyaman di perut bagian bawah selama dan sesaat setelah pemasangan — ini adalah pengalaman paling umum dan biasanya mereda dalam beberapa jam hingga satu atau dua hari.
- Bercak (perdarahan ringan tidak teratur) atau perubahan pola menstruasi, terutama dalam beberapa bulan pertama setelah pemasangan.
- Ekspulsi — IUD keluar sebagian atau seluruhnya dari rahim dengan sendirinya, paling sering terjadi pada tahun pertama pemakaian.
- Perforasi (robekan atau tusukan kecil pada dinding rahim) saat pemasangan — tidak umum terjadi, tetapi mungkin memerlukan tindakan tambahan untuk menemukan dan mengeluarkan alat tersebut.
- Infeksi — ada risiko kecil bakteri masuk ke dalam rahim saat pemasangan, terutama jika ada IMS yang belum terdeteksi sebelumnya.
- Benang tidak teraba — kadang-kadang dua benang untuk pelepasan sulit dirasakan atau terlihat, sehingga mungkin diperlukan pemeriksaan pencitraan untuk menemukan alat sebelum dilepas.
- Kehamilan ektopik (kehamilan yang berkembang di luar rahim) — IUD sangat efektif, tetapi jika dalam kasus langka terjadi kegagalan kontrasepsi, risiko kehamilan ektopik lebih tinggi dibandingkan populasi umum.
- Reaksi vasovagal — episode pingsan singkat atau pusing saat prosedur, disebabkan oleh respons saraf terhadap rangsangan pada serviks (mulut rahim).
Persiapan & Prosedur
Persiapan untuk pemasangan atau pelepasan IUD cukup sederhana, namun mengikuti petunjuk dokter sebelumnya akan membantu prosedur berjalan lebih lancar dan mengurangi ketidaknyamanan.
Sebelum jadwal kunjungan, dokter biasanya akan menyarankan hal-hal berikut:
- Puasa tidak diperlukan — Anda boleh makan dan minum seperti biasa pada hari prosedur.
- Meminum pereda nyeri ringan yang dijual bebas (seperti obat antiradang) sekitar satu jam sebelum kunjungan dapat membantu mengurangi kram. Tanyakan kepada dokter apakah hal ini sesuai untuk Anda.
- Jika Anda sedang mengonsumsi pengencer darah, dokter akan mendiskusikan apakah perlu penyesuaian sebelum prosedur.
- Hindari menjadwalkan kunjungan jika Anda mengalami gejala infeksi vagina atau panggul — seperti keputihan berbau tidak biasa, demam, atau rasa perih — dan beritahu dokter agar infeksi dapat ditangani terlebih dahulu.
- Waktu pelaksanaan: pemasangan sering direncanakan saat menstruasi atau segera setelahnya, ketika serviks (mulut rahim) secara alami sedikit lebih terbuka dan dokter lebih mudah memastikan Anda tidak sedang hamil. Dokter akan menyarankan waktu terbaik sesuai kondisi Anda.
- Bawa catatan pemeriksaan kandungan sebelumnya atau hasil USG jika ada.
Pemeriksaan yang biasanya dilakukan sebelum atau saat kunjungan meliputi:
- Tes kehamilan untuk memastikan rahim dalam keadaan kosong sebelum pemasangan.
- Swab atau tes skrining IMS (infeksi menular seksual), khususnya klamidia dan gonore, untuk mengurangi risiko infeksi.
- USG panggul untuk memeriksa ukuran, bentuk, dan posisi rahim — terutama penting jika ada dugaan kelainan.
- Pap smear (pemeriksaan usapan serviks) mungkin dilakukan pada kunjungan yang sama jika sudah waktunya.
Prosedur itu sendiri biasanya mengikuti langkah-langkah berikut, meskipun urutan pastinya dapat berbeda antar dokter:
- 1. Anda akan diminta mengosongkan kandung kemih, lalu berbaring di meja pemeriksaan dengan kaki bertumpu pada penyangga, seperti pada pemeriksaan kandungan biasa.
- 2. Dokter memasukkan spekulum (alat mulus yang membuka dinding vagina dengan lembut) sehingga serviks dapat terlihat.
- 3. Area serviks dan vagina dibersihkan dengan larutan antiseptik.
- 4. Tenakulum (penjepit kecil) mungkin dipasang secara perlahan pada serviks untuk menahannya — ini dapat menimbulkan sensasi tajam singkat.
- 5. Alat pengukur tipis yang disebut sonde uterus dimasukkan melalui mulut rahim untuk mengukur kedalaman rahim. Ini membantu dokter memilih ukuran IUD yang tepat dan memastikan pemasangan yang aman.
- 6. IUD yang sudah dimasukkan ke dalam tabung pemasang sempit, diarahkan melalui serviks ke dalam rongga rahim. Kedua lengan berbentuk T akan terbuka secara otomatis di dalam rahim.
- 7. Tabung pemasang ditarik keluar, meninggalkan dua benang tipis yang menjuntai sedikit ke dalam vagina.
- 8. Benang dipotong hingga panjang yang nyaman. Anda mungkin diminta untuk merasakan benang tersebut sendiri agar Anda tahu cara memeriksa posisi IUD di kemudian hari.
- 9. Untuk pelepasan: dokter menemukan benang, menjepit dengan forsep (alat penjepit kecil), lalu menarik dengan gerakan mantap untuk mengeluarkan IUD melalui serviks. Proses ini biasanya berlangsung kurang dari satu menit.
Perawatan Setelah Tindakan
Kebanyakan orang dapat meninggalkan klinik dalam beberapa menit setelah prosedur dan pulih dengan cepat, namun sedikit ketidaknyamanan dan beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah normal dalam beberapa hari setelahnya.
- Kram dan bercak ringan selama beberapa jam hingga beberapa hari setelah pemasangan adalah hal yang umum dan biasanya dapat diatasi dengan pereda nyeri ringan — tanyakan kepada dokter mana yang sesuai untuk Anda.
- Istirahatlah pada sisa hari tersebut jika kram cukup terasa; kebanyakan orang dapat kembali beraktivitas normal keesokan harinya, meskipun dokter akan menyarankan berdasarkan kondisi Anda.
- Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam vagina — termasuk tampon dan hubungan seksual — untuk waktu tertentu setelah pemasangan; dokter akan menentukan berapa lama.
- Periksa benang: setelah rasa tidak nyaman awal mereda, Anda dapat dengan lembut meraba dua benang di bagian atas vagina setelah setiap menstruasi untuk memastikan IUD masih di tempatnya. Beri tahu dokter jika benang terasa lebih panjang, lebih pendek, atau tidak teraba, atau jika Anda merasakan bagian keras dari alat itu sendiri.
- Segera hubungi dokter jika Anda mengalami demam, perdarahan yang sangat banyak, nyeri panggul hebat, atau keputihan berbau tidak sedap setelah prosedur — ini mungkin menandakan infeksi atau pergeseran alat.
- Kunjungan kontrol biasanya dijadwalkan dalam empat hingga enam minggu setelah pemasangan untuk memastikan posisi IUD sudah benar, seringkali dengan pemeriksaan panggul atau USG.
- IUD tembaga efektif langsung setelah pemasangan. IUD hormonal mungkin membutuhkan waktu hingga tujuh hari untuk mencapai efek kontrasepsi penuh jika dipasang di luar beberapa hari pertama siklus menstruasi — dokter akan menyarankan tindakan pencegahan tambahan selama masa tersebut.
- Menstruasi bisa berubah setelah pemasangan: IUD tembaga dapat membuat haid lebih banyak dan lebih kram, terutama di awal. IUD hormonal sering membuat haid menjadi lebih sedikit atau bahkan berhenti sama sekali seiring waktu. Kedua efek ini adalah hal yang diharapkan, bukan tanda bahaya.
- Setelah pelepasan IUD, kesuburan biasanya kembali dengan cepat bagi kebanyakan orang — kadang sudah pada siklus pertama berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali kunjungan yang dibutuhkan untuk pemasangan atau pelepasan IUD?
Pemasangan maupun pelepasan IUD masing-masing hanya membutuhkan satu kali kunjungan ke klinik. Sebelum pemasangan, dokter mungkin melakukan pemeriksaan singkat untuk menentukan jenis IUD yang paling sesuai — pemeriksaan ini bisa dilakukan pada kunjungan yang sama atau pada konsultasi terpisah sebelumnya.
Apa yang akan dirasakan saat pemasangan IUD, apakah terasa sakit?
Kebanyakan orang merasakan kram — mirip dengan nyeri haid yang cukup kuat — saat proses pemasangan berlangsung, yang biasanya hanya berlangsung satu hingga dua menit. Rasa tidak nyaman atau bercak darah ringan bisa berlanjut selama beberapa jam atau hari setelahnya, namun umumnya dapat diatasi dengan obat pereda nyeri biasa seperti ibuprofen.
Seberapa cepat IUD mulai bekerja sebagai kontrasepsi?
IUD hormonal — yaitu IUD yang melepaskan sejumlah kecil hormon untuk mencegah kehamilan — umumnya langsung efektif jika dipasang dalam beberapa hari pertama menstruasi; di luar waktu tersebut, dokter mungkin menyarankan penggunaan kontrasepsi tambahan untuk sementara waktu. IUD tembaga — perangkat non-hormonal yang bekerja dengan membuat rahim kurang ramah bagi sperma — langsung efektif sejak dipasang, tanpa bergantung pada siklus haid Anda.
Tanda bahaya apa yang perlu diwaspadai setelah pemasangan IUD?
Segera hubungi dokter jika Anda mengalami nyeri panggul yang berat atau semakin memburuk, perdarahan hebat, demam, keputihan yang tidak normal, atau jika Anda tidak lagi dapat merasakan benang tipis IUD yang seharusnya teraba di dekat mulut rahim. Tanda-tanda ini bisa mengindikasikan bahwa IUD telah bergeser dari posisinya atau terjadi infeksi, yang keduanya memerlukan penanganan medis segera.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda — dokter Anda yang menentukan tindakan yang paling tepat. Hubungi tim kami untuk diarahkan ke dokter spesialis yang sesuai.








