Sekilas
Pengobatan glaukoma dengan laser atau operasi adalah serangkaian prosedur yang bertujuan menurunkan tekanan di dalam bola mata agar kerusakan pada saraf optik (saraf yang menghantarkan sinyal penglihatan dari mata ke otak) tidak semakin parah.
Pada glaukoma, cairan menumpuk di dalam bola mata sehingga tekanannya naik cukup tinggi untuk merusak serat-serat saraf optik secara perlahan. Laser dan operasi bekerja dengan membuat jalur pembuangan cairan yang baru, memperlebar jalur yang sudah ada, atau mengurangi jaringan yang memproduksi cairan tersebut. Tujuannya bukan untuk memulihkan penglihatan yang sudah hilang, melainkan untuk mencegah kehilangan penglihatan lebih lanjut.
Kondisi Medis
Dokter menyarankan laser atau operasi glaukoma ketika obat tetes mata saja sudah tidak cukup untuk menjaga tekanan intraokular (tekanan di dalam bola mata) tetap aman, atau ketika saraf optik terus mengalami kerusakan meskipun obat tetes sudah dipakai.
- Glaukoma sudut terbuka (jenis yang paling umum, di mana saluran pembuangan di dalam mata terbuka tetapi alirannya lambat) yang tidak merespons obat tetes dengan baik.
- Glaukoma sudut tertutup, di mana saluran pembuangan tersumbat dan tekanan naik dengan cepat, kadang sebagai kedaruratan medis.
- Glaukoma tekanan normal, di mana saraf terus rusak meski angka tekanan tampak normal.
- Glaukoma sekunder yang disebabkan oleh kondisi mata lain seperti uveitis (peradangan mata), penyakit mata akibat diabetes, atau cedera mata sebelumnya.
- Glaukoma kongenital pada bayi dan anak, di mana operasi biasanya menjadi pilihan utama.
- Pasien yang tidak dapat menggunakan obat tetes secara teratur karena efek samping, biaya, atau kesulitan dalam rutinitas pemakaian.
Laser atau operasi biasanya bukan pilihan pertama bila glaukoma baru saja terdiagnosis dan masih ringan, bila obat tetes masih berhasil mengontrol tekanan, atau bila kondisi kesehatan umum pasien membuat anestesi terlalu berisiko. Keputusan ini bergantung pada jenis glaukoma, seberapa parah kerusakan yang sudah terjadi, dan temuan dokter spesialis mata saat pemeriksaan.
Risiko & Komplikasi
Semua prosedur laser dan operasi glaukoma memiliki risiko tertentu, meski tingkatnya sangat berbeda antara sesi laser singkat dan operasi penuh.
- Tekanan bola mata naik sementara dalam beberapa jam setelah laser, yang biasanya diatasi dengan obat tetes.
- Peradangan (mata merah, nyeri) di dalam mata, yang umumnya mereda dalam beberapa hari hingga minggu.
- Infeksi di dalam mata (endoftalmitis), komplikasi yang jarang namun serius dan dapat mengancam penglihatan.
- Perdarahan di dalam mata selama atau setelah operasi.
- Terbentuknya bleb (gelembung kecil di permukaan mata) setelah operasi filtrasi, yang kadang bisa terinfeksi atau terasa tidak nyaman.
- Koreksi yang kurang, artinya tekanan tidak turun cukup dan dibutuhkan tindakan lanjutan.
- Koreksi yang berlebihan, artinya tekanan terlalu rendah (hipotoni), yang dapat mengaburkan penglihatan dan mempengaruhi retina.
- Katarak (kekeruhan lensa alami mata) yang muncul atau memburuk setelah beberapa jenis operasi glaukoma.
- Kehilangan penglihatan, termasuk dalam kasus yang sangat jarang berupa memburuknya penglihatan alih-alih stabil.
Persiapan & Prosedur
Persiapan bergantung pada apakah prosedurnya berupa sesi laser (biasanya dilakukan di klinik rawat jalan tanpa obat penenang) atau operasi bedah (yang mungkin memerlukan anestesi lokal atau umum). Tim perawatan Anda akan memberikan instruksi spesifik, namun berikut ini adalah hal-hal yang biasanya dihadapi pasien.
Untuk prosedur laser, puasa biasanya tidak diperlukan. Untuk operasi dengan anestesi lokal, tim medis mungkin meminta Anda berhenti makan dan minum selama beberapa jam sebelumnya. Jika anestesi umum direncanakan, aturan puasanya lebih ketat. Obat pengencer darah dan beberapa obat lain sering dihentikan sebelum operasi; dokter spesialis mata akan mengoordinasikan hal ini dengan dokter lain yang menangani kondisi tersebut.
Merokok dan mengonsumsi alkohol umumnya tidak dianjurkan dalam beberapa hari sebelum operasi karena dapat memengaruhi proses penyembuhan dan anestesi. Atur transportasi pulang terlebih dahulu, karena penglihatan Anda akan terganggu sementara dan Anda tidak bisa mengemudi.
Pemeriksaan dan tes yang biasanya dilakukan sebelumnya meliputi:
- Tonometri untuk mengukur tekanan bola mata saat ini.
- Pemeriksaan lapang pandang untuk memetakan area penglihatan tepi (samping) yang sudah hilang.
- Pencitraan saraf optik, sering menggunakan OCT (optical coherence tomography, pemindaian yang menghasilkan gambar penampang saraf secara detail).
- Goniosskopi (pemeriksaan dengan lensa khusus) untuk melihat sudut pembuangan di dalam mata.
- Pemeriksaan kesehatan umum, termasuk tekanan darah dan tes darah bila anestesi umum direncanakan.
Pada hari prosedur laser atau operasi, langkah-langkahnya biasanya berlangsung dengan urutan berikut:
- Persetujuan dan pendaftaran akhir: Anda mengonfirmasi prosedur yang direncanakan dan menandatangani formulir persetujuan.
- Tetes atau suntikan anestesi: untuk kebanyakan prosedur laser, tetes mata saja sudah cukup untuk mematikan rasa permukaan mata; untuk operasi, suntikan lokal mematikan rasa seluruh area mata, atau anestesi umum diberikan.
- Pembersihan dan penutupan mata: kulit di sekitar mata dibersihkan dan kain steril dipasang.
- Langkah laser atau bedah: tergantung pada prosedur yang dipilih, ahli bedah membuat saluran pembuangan baru (trabekulektomi), memasang tabung drainase kecil (tube shunt), memberikan laser pada sudut pembuangan (laser trabekuloplasti), atau melakukan teknik lain yang diindikasikan.
- Pemeriksaan tekanan: tekanan bola mata diukur segera setelah prosedur.
- Penutupan atau pelindung mata: mata biasanya ditutup dengan bantalan atau pelindung.
- Pemantauan singkat: Anda beristirahat di klinik atau ruang rawat untuk beberapa waktu sebelum diperbolehkan pulang, lebih singkat setelah laser dibandingkan setelah operasi.
Perawatan Setelah Tindakan
Pemulihan setelah sesi laser biasanya diukur dalam hitungan hari, sedangkan pemulihan setelah operasi glaukoma diukur dalam minggu hingga bulan. Selama waktu ini, mata dalam kondisi rentan dan membutuhkan perlindungan yang cermat.
- Obat tetes mata: tetes antibiotik dan antiinflamasi diresepkan setelah sebagian besar prosedur dan harus digunakan tepat sesuai petunjuk selama waktu yang ditentukan tim medis, sering kali beberapa minggu.
- Tetes penurun tekanan: beberapa pasien masih perlu memakai tetes glaukoma setelah operasi, setidaknya sementara, sampai dokter spesialis mata memastikan tekanan sudah stabil.
- Batasan aktivitas: mengangkat beban berat, berenang, dan aktivitas apa pun yang menekan atau menaikkan tekanan di kepala biasanya dihindari selama beberapa minggu setelah operasi; batasan setelah laser lebih singkat.
- Pelindung mata: pelindung sering dipakai saat tidur malam untuk mencegah mata tidak sengaja tergosok; kacamata hitam melindungi dari silau dan debu di luar ruangan.
- Tidak boleh menggosok atau menekan mata: mata tidak boleh disentuh atau digosok karena bisa menggeser luka atau bleb drainase.
- Tidak menggunakan make-up mata sampai dokter memastikan mata sudah sembuh.
- Kunjungan tindak lanjut: kunjungan ini sering dilakukan di minggu-minggu pertama, biasanya dalam hari pertama, lalu satu minggu, satu bulan, dan secara berkala setelah itu; jadwalnya lebih ketat setelah operasi dibandingkan setelah laser.
- Pemeriksaan lapang pandang dan OCT: tes ulang selama berbulan-bulan dan bertahun-tahun memberi tahu dokter spesialis mata apakah saraf optik tetap stabil.
- Mengemudi: sebagian besar pasien tidak bisa mengemudi sampai dokter mengizinkan, yang mungkin memakan beberapa hari setelah laser atau beberapa minggu setelah operasi.
- Pemantauan jangka panjang: glaukoma adalah kondisi seumur hidup dan bahkan setelah pengobatan berhasil, pemeriksaan tekanan mata dan penilaian saraf terus dilakukan tanpa batas waktu.
Biaya & Faktor Penentunya
Biaya pengobatan glaukoma dengan laser atau operasi sangat bervariasi karena harganya mencerminkan jenis prosedur yang dipilih, teknologi yang tersedia di fasilitas tersebut, negara tempat prosedur dilakukan, dan kompleksitas klinis setiap pasien.
- Jenis dan kompleksitas prosedur: sesi laser trabekuloplasti singkat jauh lebih murah dibandingkan trabekulektomi (operasi filtrasi) atau pemasangan tube shunt, yang membutuhkan kamar operasi dan rawat inap lebih lama.
- Stadium penyakit: glaukoma lanjut dengan target tekanan yang sangat rendah mungkin memerlukan prosedur kombinasi atau sesi berulang, yang menambah total biaya.
- Implan atau perangkat: tube shunt dan perangkat operasi glaukoma minimal invasif (MIGS) melibatkan biaya implan itu sendiri, yang bisa cukup besar.
- Kelas rumah sakit dan negara: rumah sakit mata swasta tersier di negara berpendapatan tinggi akan mematok harga yang berbeda dari pusat mata spesialis di Asia Tenggara.
- Jenis anestesi: anestesi lokal lebih murah dibandingkan anestesi umum, yang menambah biaya dokter anestesi dan peralatan pemantauan.
- Lama rawat inap: prosedur laser hampir selalu rawat jalan; prosedur bedah mungkin memerlukan satu malam atau lebih di bangsal.
- Obat-obatan: tetes mata pasca operasi dan obat sistemik apa pun yang dibutuhkan selama pemulihan biasanya ditagih secara terpisah.
- Tes sebelum dan sesudah operasi: pemindaian OCT, tes lapang pandang, dan penilaian lain sebelum dan sesudah prosedur biasanya ditambahkan ke tagihan secara individual.
Paket rumah sakit untuk operasi glaukoma sering mencakup biaya dokter bedah, biaya kamar operasi, implan bila digunakan, perawatan keperawatan selama rawat inap, dan sejumlah kunjungan pasca operasi yang sudah ditentukan. Item yang cenderung ditagih secara terpisah meliputi kunjungan tindak lanjut tambahan di luar batas paket, pemindaian diagnostik ekstra, obat tetes mata resep, dan penanganan komplikasi.
BPJS Kesehatan dan sebagian besar asuransi kesehatan swasta Indonesia tidak menanggung pengobatan yang dilakukan di luar negeri, sehingga pasien yang bepergian ke luar negeri untuk operasi glaukoma biasanya membayar sendiri atau melalui asuransi swasta internasional yang secara eksplisit mencakup perawatan di luar negeri. Sebelum memesan perjalanan, mintalah rumah sakit untuk memberikan estimasi biaya tertulis yang merinci apa yang termasuk dan tidak termasuk dalam paket. Ini melindungi Anda dari tagihan tak terduga setelah tiba, terutama untuk item berbiaya tinggi seperti perangkat tube shunt atau pemantauan pasca operasi yang diperpanjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali saya perlu menjalani laser atau operasi glaukoma?
Sebagian besar pasien hanya perlu satu kali tindakan, meskipun beberapa jenis laser mungkin perlu diulang jika tekanan mata belum turun cukup. Dokter akan menentukan berdasarkan seberapa parah kondisi glaukoma Anda, jenis perawatan yang dipilih, dan respons mata Anda dalam beberapa minggu setelah tindakan.
Apakah laser atau operasi glaukoma terasa sakit?
Perawatan laser biasanya dilakukan dengan tetes mata bius sehingga kebanyakan pasien hanya merasakan kilatan cahaya singkat tanpa rasa sakit yang berarti. Untuk operasi, dokter memberikan anestesi lokal yaitu obat yang menghilangkan rasa di area sekitar mata, sehingga selama prosedur Anda umumnya hanya merasakan sedikit tekanan, dan rasa tidak nyaman setelahnya biasanya bisa diatasi dengan obat pereda nyeri biasa.
Kapan saya bisa tahu apakah pengobatan glaukoma berhasil?
Tekanan mata biasanya diperiksa pada kunjungan kontrol pertama, seringkali beberapa hari hingga seminggu setelah tindakan. Namun, efek keseluruhan dalam memperlambat kerusakan penglihatan baru bisa dinilai setelah beberapa minggu hingga bulan, sehingga kontrol rutin merupakan bagian penting dari pemulihan Anda.
Berapa biaya laser atau operasi glaukoma?
Biayanya dipengaruhi oleh beberapa faktor sesuai kondisi Anda, termasuk apakah Anda menjalani laser atau operasi, jenis implan atau alat drainase yang digunakan bila operasi dipilih, serta kelas rumah sakit dan lamanya perawatan lanjutan yang dibutuhkan. Estimasi tertulis dari rumah sakit berdasarkan konsultasi dan diagnosis Anda adalah cara paling akurat untuk mengetahui perkiraan biaya yang perlu disiapkan.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.







