Sekilas
Litotripsi Gelombang Kejut Ekstrakorporeal (ESWL) adalah tindakan non-bedah yang menggunakan gelombang suara terfokus untuk memecah batu ginjal atau batu di saluran kemih menjadi serpihan kecil sehingga dapat keluar dengan sendirinya melalui urine.
Sebuah mesin di luar tubuh menghasilkan ribuan gelombang suara berenergi tinggi yang diarahkan tepat ke batu. Setiap gelombang menembus kulit dan jaringan lunak tanpa membuat sayatan, lalu menghantam batu dan menciptakan retakan kecil di dalamnya. Setelah ribuan gelombang, batu hancur menjadi serpihan seperti pasir yang kemudian terbawa oleh ginjal melewati ureter (saluran yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih) dan keluar melalui urine dalam beberapa hari hingga beberapa minggu.
Kondisi Medis
ESWL terutama digunakan untuk batu di ginjal atau ureter bagian atas (saluran dari ginjal menuju kandung kemih) yang menyebabkan nyeri, menyumbat aliran urine, atau mengancam fungsi ginjal.
- Batu ginjal (kalkuli renal) yang terlalu besar untuk keluar sendiri tetapi masih cukup kecil untuk dipecah oleh gelombang kejut, umumnya berdiameter hingga sekitar dua sentimeter.
- Batu di ureter bagian atas yang tidak berpindah meskipun sudah dipantau atau diberi obat.
- Pembentukan batu berulang pada pasien yang memerlukan pengangkatan batu berkali-kali dengan waktu pemulihan yang singkat.
- Batu yang ditemukan secara tidak sengaja dan dinilai oleh dokter urologi berpotensi menimbulkan gejala.
ESWL tidak cocok untuk semua orang. Dokter urologi akan menyarankan untuk tidak menggunakan metode ini dalam kondisi tertentu.
- Kehamilan, karena gelombang kejut berisiko bagi janin yang sedang berkembang meskipun risikonya belum sepenuhnya diketahui.
- Gangguan pembekuan darah yang tidak terkontrol, atau pasien yang mengonsumsi pengencer darah yang tidak bisa dihentikan dengan aman.
- Alat pacu jantung, karena gelombang kejut dapat mengganggu fungsi beberapa jenis alat.
- Batu yang sangat besar atau sangat keras, seperti batu sistin atau kalsium oksalat monohidrat, yang sering kali sulit dihancurkan.
- Obesitas berat yang menghalangi mesin untuk mengarahkan gelombang kejut secara tepat ke batu.
- Sumbatan di bawah batu yang akan menghalangi serpihan keluar bahkan setelah perawatan.
- Infeksi saluran kemih aktif yang belum ditangani.
Risiko & Komplikasi
ESWL umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh, tetapi seperti prosedur medis lainnya, terdapat risiko yang perlu dibicarakan dengan dokter urologi sebelum tindakan dilakukan.
- Darah dalam urine (hematuria) selama beberapa hari setelah perawatan, yang sangat umum terjadi dan biasanya membaik dengan sendirinya.
- Nyeri atau rasa tidak nyaman di pinggang atau perut saat serpihan batu melewati ureter.
- Steinstrasse (penyumbatan ureter akibat tumpukan serpihan batu yang menumpuk dan memerlukan penanganan lebih lanjut).
- Penghancuran batu yang tidak tuntas, sehingga batu tidak cukup hancur dan diperlukan sesi kedua atau prosedur yang berbeda.
- Memar atau nyeri tekan pada kulit dan jaringan di sekitar area perawatan.
- Infeksi saluran kemih yang dipicu oleh bakteri yang dilepaskan dari batu yang telah pecah.
- Dalam kasus yang jarang, cedera pada jaringan ginjal yang menyebabkan penurunan fungsi ginjal sementara atau pendarahan di sekitar ginjal (hematoma perinefrik).
- Kerusakan pada struktur di sekitarnya seperti usus atau pembuluh darah dalam kasus yang jarang terjadi saat posisi batu menyulitkan pengarahan gelombang.
Persiapan & Prosedur
Persiapan biasanya dimulai beberapa hari sebelum prosedur. Pengencer darah dan beberapa obat anti-inflamasi biasanya dihentikan terlebih dahulu karena meningkatkan risiko pendarahan. Dokter urologi dan tim anestesi akan memberikan petunjuk khusus mengenai obat mana yang perlu dihentikan dan berapa lama.
Pasien biasanya diminta untuk tidak makan makanan padat selama minimal enam jam sebelum sesi, dan tidak minum cairan bening selama dua hingga empat jam sebelumnya. Merokok dan konsumsi alkohol sebaiknya dihindari dalam beberapa hari menjelang perawatan karena keduanya dapat memengaruhi proses penyembuhan dan respons terhadap anestesi.
Beberapa pemeriksaan biasanya dilakukan sebelum ESWL untuk memastikan ukuran, posisi, dan jenis batu, serta memastikan bahwa ginjal dan saluran kemih dapat menjalani prosedur ini.
- Analisis urine dan kultur urine untuk menyingkirkan kemungkinan infeksi aktif.
- Tes darah untuk memeriksa fungsi ginjal dan kemampuan pembekuan darah.
- Pemeriksaan pencitraan, paling sering CT scan tanpa zat kontras (non-contrast CT), yang memberikan gambaran paling jelas mengenai ukuran dan lokasi batu. Foto rontgen polos (KUB) atau USG juga dapat digunakan tergantung jenis batu.
- EKG dan kemungkinan foto rontgen dada jika sedasi atau anestesi umum direncanakan.
Pada hari perawatan, prosedur sendiri mengikuti urutan standar, meskipun langkah-langkahnya bisa berbeda antar rumah sakit dan jenis peralatan yang digunakan.
- 1. Pasien mengganti pakaian dengan baju rumah sakit dan selang kecil (infus) dipasang di lengan untuk pemberian cairan dan obat sedasi.
- 2. Obat pereda nyeri atau sedasi diberikan. Tergantung pada praktik rumah sakit dan kebutuhan pasien, ini bisa berupa obat nyeri minum saja, sedasi ringan, atau dalam kasus yang lebih jarang, anestesi umum.
- 3. Pasien berbaring di meja berlapisan bantalan atau bantal berisi air yang berfungsi menghantarkan gelombang kejut ke tubuh.
- 4. Dokter urologi menggunakan panduan rontgen atau USG secara langsung untuk menemukan batu dan mengarahkan generator gelombang kejut tepat di atasnya.
- 5. Mesin memberikan ratusan hingga ribuan gelombang kejut selama kurang lebih tiga puluh menit hingga satu jam. Pasien mungkin merasakan sensasi ketukan atau sengatan ringan jika sedasi tidak terlalu dalam.
- 6. Pencitraan diperiksa selama atau setelah sesi untuk menilai seberapa baik batu telah hancur.
- 7. Pasien dipindahkan ke area pemulihan untuk dipantau sebelum diperbolehkan pulang, biasanya pada hari yang sama.
Perawatan Setelah Tindakan
Sebagian besar pasien pulang ke rumah pada hari yang sama dengan prosedur dan mulai merasakan perbaikan dalam beberapa hari, namun proses keluarnya semua serpihan batu bisa memakan waktu beberapa minggu dan memerlukan perhatian selama masa itu.
- Pemantauan: Sebelum pulang, staf memeriksa tekanan darah, produksi urine, dan pengendalian nyeri. Jika sedasi atau anestesi digunakan, pasien dipantau hingga benar-benar sadar penuh.
- Hidrasi: Minum banyak air dalam hari-hari dan minggu-minggu setelah perawatan membantu mendorong serpihan batu melewati saluran kemih. Tim perawatan akan memberikan saran mengenai target asupan cairan harian yang sesuai.
- Aktivitas: Aktivitas ringan biasanya sudah bisa dilakukan dalam satu atau dua hari. Olahraga berat, mengangkat barang berat, dan aktivitas yang menghentak tubuh biasanya dibatasi selama minimal satu minggu.
- Menyaring urine: Pasien sering diminta untuk buang air kecil melalui saringan halus agar serpihan batu dapat dikumpulkan dan dikirim ke laboratorium untuk mengidentifikasi jenis batu, yang membantu mencegah kekambuhan jangka panjang.
- Penanganan nyeri: Nyeri pinggang ringan hingga sedang atau kram saat serpihan keluar adalah hal yang wajar. Obat nyeri yang diresepkan atau direkomendasikan oleh tim perawatan dapat mengatasi sebagian besar ketidaknyamanan di rumah.
- Memperhatikan tanda peringatan: Demam, nyeri hebat, tidak bisa buang air kecil, atau pendarahan yang banyak memerlukan perhatian medis segera dan tidak boleh ditangani sendiri di rumah tanpa panduan dokter.
- Pencitraan lanjutan: CT scan ulang, rontgen, atau USG biasanya dijadwalkan empat hingga enam minggu setelah perawatan untuk memastikan serpihan telah keluar atau untuk menentukan apakah sesi ESWL kedua atau prosedur lain diperlukan.
- Pencegahan batu: Saran pola makan, peningkatan asupan cairan, dan dalam beberapa kasus penggunaan obat jangka panjang akan dibahas pada kunjungan lanjutan berdasarkan hasil analisis batu.
Biaya & Faktor Penentunya
Total biaya ESWL sangat bervariasi tergantung pada lokasi prosedur dilakukan, tingkat kerumitan kasus, dan apa saja yang termasuk dalam paket rumah sakit. Itulah mengapa dua pasien dengan batu yang serupa bisa mendapatkan tagihan yang sangat berbeda.
- Kerumitan batu: Satu batu kecil di posisi yang mudah dijangkau membutuhkan lebih sedikit gelombang kejut dan waktu mesin yang lebih singkat dibandingkan batu yang besar, padat, atau berada di posisi yang sulit dan mungkin memerlukan beberapa sesi.
- Kelas rumah sakit dan negara: Rumah sakit spesialis swasta dan pusat berakreditasi internasional mematok biaya lebih tinggi dibandingkan rumah sakit umum. Biaya juga berbeda cukup signifikan antar negara yang populer sebagai tujuan wisata medis.
- Jenis dan generasi mesin litotripsi: Peralatan yang lebih baru yang menggabungkan panduan pencitraan dengan penghantaran gelombang kejut yang lebih presisi cenderung lebih mahal untuk dioperasikan.
- Anestesi atau sedasi: ESWL yang dilakukan dengan anestesi umum atau sedasi dalam menambah biaya dokter anestesiologi dan waktu ruang pemulihan dibandingkan dengan kasus yang ditangani dengan sedasi ringan atau obat nyeri minum.
- Pemeriksaan sebelum prosedur: Cakupan pencitraan (CT scan tanpa kontras versus rontgen biasa), panel darah, kultur urine, dan EKG semuanya berkontribusi pada total tagihan.
- Lama rawat inap: Pemulangan pada hari yang sama adalah standar untuk ESWL yang tidak rumit, tetapi menginap semalam untuk kontrol nyeri atau pemantauan menambah biaya kamar dan perawatan.
- Kunjungan lanjutan setelah prosedur: Jumlah pemeriksaan pencitraan, konsultasi rawat jalan, dan tes laboratorium untuk analisis batu setelah perawatan bervariasi dan tidak selalu termasuk dalam harga awal.
- Prosedur tambahan: Jika ESWL tidak berhasil membersihkan batu sepenuhnya dan diperlukan ureteroskopi (prosedur kamera untuk mengambil serpihan) atau pemasangan stent, biaya tersebut ditagihkan secara terpisah.
Paket rumah sakit untuk ESWL biasanya mencakup prosedur itu sendiri, waktu penggunaan mesin, honorarium dokter urologi, perawatan keperawatan dasar, dan tes darah standar sebelum prosedur. Item yang sering ditagihkan secara terpisah antara lain honorarium dokter anestesiologi, pencitraan lanjutan seperti CT scan, obat-obatan yang dibawa pulang setelah prosedur, analisis batu di laboratorium, dan konsultasi rawat jalan untuk kunjungan lanjutan.
BPJS Kesehatan dan sebagian besar asuransi swasta Indonesia tidak menanggung biaya perawatan yang dilakukan di luar negeri, sehingga pasien yang bepergian ke luar negeri untuk ESWL umumnya menanggung seluruh biaya sendiri atau mengandalkan asuransi kesehatan swasta internasional yang secara khusus mencakup wisata medis. Meminta estimasi biaya tertulis yang terperinci dari rumah sakit sebelum memesan perjalanan adalah cara paling andal untuk memahami perkiraan total pengeluaran dan menghindari tagihan tak terduga saat tiba di sana.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali saya perlu menjalani ESWL?
Kebanyakan pasien membutuhkan satu hingga tiga sesi, namun dokter akan menentukan jumlahnya berdasarkan ukuran, lokasi, dan kekerasan batu ginjal Anda. Batu yang kecil dan tidak terlalu keras sering kali bisa dipecah dalam satu sesi, sementara batu yang lebih besar atau lebih padat mungkin memerlukan beberapa sesi dengan jeda beberapa minggu di antaranya. Setelah setiap sesi, dokter urologi Anda akan memeriksa kondisi batu menggunakan pencitraan untuk menilai seberapa baik batu telah hancur.
Apa yang akan saya rasakan saat ESWL, apakah prosedur ini sakit?
Selama ESWL, sebagian besar pasien merasakan sensasi ketukan berulang atau sedikit perih di bagian kulit tempat gelombang suara masuk ke tubuh. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan sedasi atau obat pereda nyeri agar pasien tetap nyaman, meski tingkat ketidaknyamanan bisa berbeda-beda pada setiap orang. Setelah sesi selesai, Anda mungkin merasa nyeri atau pegal di punggung atau pinggang, dan proses keluarnya pecahan batu melalui urine dalam beberapa hari ke depan bisa terasa sedikit nyeri.
Kapan ESWL mulai bekerja, dan apa yang harus saya hindari selama masa pengobatan?
Gelombang kejut memecah batu pada saat sesi berlangsung, namun pecahan batu baru akan keluar melalui urine secara bertahap selama beberapa hari hingga beberapa minggu, jadi hasilnya tidak langsung terasa seketika. Dokter biasanya menyarankan Anda untuk banyak minum air putih agar pecahan batu lebih mudah keluar. Selama periode ini, sebagian besar pasien dianjurkan untuk menghindari aktivitas fisik berat dan memperhatikan tanda-tanda seperti demam, nyeri hebat, atau darah dalam urine, karena kondisi tersebut perlu segera dilaporkan kepada tim medis Anda.
Berapa biaya ESWL?
Biaya ESWL dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berbeda untuk setiap pasien, termasuk jumlah sesi yang dibutuhkan, ukuran dan posisi batu, kelas rumah sakit yang Anda pilih, serta apakah pencitraan dan konsultasi lanjutan sudah termasuk dalam paket. Karena faktor-faktor ini berbeda dari satu pasien ke pasien lain, tidak ada harga yang pasti. Cara paling tepat untuk mengetahui biaya yang akan Anda keluarkan adalah dengan meminta estimasi tertulis langsung dari rumah sakit.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.







