Sekilas
Sirkumsisi (khitan) adalah prosedur bedah untuk mengangkat kulup, yaitu lipatan kulit yang menutupi ujung kepala penis.
Selama operasi, kulup dipisahkan dari kepala penis (disebut glans) lalu dipotong. Tepi kulit yang tersisa kemudian dijahit atau direkatkan sehingga glans terbuka secara permanen. Prosedur ini dapat dilakukan pada bayi baru lahir, anak-anak, maupun orang dewasa, meskipun teknik dan masa pemulihannya berbeda tergantung usia.
Kondisi Medis
Sirkumsisi dilakukan karena alasan medis, budaya, maupun agama pada semua kelompok usia. Dari sisi medis, prosedur ini dianjurkan ketika kulup menimbulkan gejala atau infeksi berulang.
- Fimosis: kulup terlalu ketat sehingga tidak bisa ditarik ke belakang kepala penis, menyebabkan nyeri atau sulit buang air kecil.
- Parafimosis: kulup yang sudah tertarik ke belakang tidak bisa kembali ke posisi semula dan menghambat aliran darah ke kepala penis, kondisi ini merupakan kedaruratan medis.
- Balanitis berulang: peradangan atau infeksi kepala penis dan kulup yang terus kambuh.
- Liken sklerosus: kondisi kulit yang menyebabkan kulup menebal dan membentuk jaringan parut seiring waktu.
- Infeksi saluran kemih berulang pada pria yang berkaitan dengan bentuk kulup.
- Kanker penis yang melibatkan kulup.
- Alasan budaya atau agama, yang merupakan alasan paling umum di seluruh dunia.
Sirkumsisi umumnya tidak dianjurkan jika pasien memiliki gangguan pembekuan darah yang belum terkontrol, infeksi aktif pada penis, atau kelainan bawaan pada uretra (saluran kencing) seperti hipospadia, di mana jaringan kulup mungkin dibutuhkan untuk operasi rekonstruksi. Keputusan selalu diambil bersama pasien atau orang tua anak setelah diskusi lengkap dengan dokter bedah.
- Gangguan pembekuan darah yang belum terkontrol.
- Infeksi aktif pada penis atau kulit di sekitarnya.
- Hipospadia atau kelainan uretra lain yang memerlukan jaringan kulup untuk perbaikan.
Risiko & Komplikasi
Sirkumsisi adalah salah satu prosedur bedah yang paling sering dilakukan di seluruh dunia dan umumnya dianggap aman, namun seperti semua operasi, prosedur ini memiliki sejumlah risiko.
- Perdarahan pada luka, yang merupakan komplikasi paling sering terjadi, terutama pada bayi baru lahir dan orang dewasa.
- Infeksi luka, ditandai dengan kemerahan, bengkak, atau keluarnya cairan.
- Nyeri dan pembengkakan dalam beberapa hari setelah prosedur.
- Pengangkatan kulup yang terlalu banyak atau terlalu sedikit, sehingga mungkin diperlukan operasi ulang.
- Stenosis meatus: penyempitan lubang uretra (saluran kencing) seiring waktu sehingga menyulitkan buang air kecil.
- Jaringan parut atau perlekatan kulit, yaitu kondisi di mana kulit yang sembuh menempel pada kepala penis.
- Cedera pada kepala penis atau uretra, yang jarang terjadi tetapi mungkin saja terjadi.
- Reaksi terhadap obat bius, yang bervariasi tergantung pada jenis anestesi yang digunakan, baik lokal, regional, maupun umum.
Persiapan & Prosedur
Persiapan sangat bergantung pada usia pasien dan jenis anestesi yang direncanakan. Orang dewasa dan anak yang lebih besar yang mendapatkan anestesi umum (bius total) biasanya diminta berpuasa dari makanan padat setidaknya enam jam sebelumnya, dan dari cairan bening setidaknya dua jam sebelum prosedur.
Sebelum operasi, tim bedah biasanya akan memeriksa risiko perdarahan. Obat pengencer darah dan obat antiradang umumnya dihentikan beberapa hari sebelumnya sesuai panduan dokter bedah. Karena merokok memperlambat penyembuhan luka, pasien disarankan berhenti jauh sebelum tanggal operasi. Konsumsi alkohol juga dihindari dalam beberapa hari menjelang operasi.
Pemeriksaan yang umum dilakukan sebelum sirkumsisi pada orang dewasa meliputi pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi anemia (kurangnya sel darah merah), tes pembekuan darah, dan terkadang pemeriksaan urine untuk memastikan tidak ada infeksi aktif.
- 1. Pasien berganti pakaian operasi dan berbaring telentang.
- 2. Anestesi diberikan. Pada bayi dan anak kecil biasanya digunakan anestesi umum; pada remaja dan orang dewasa, blok saraf lokal (suntikan bius di pangkal penis) sering kali sudah cukup, kadang dikombinasikan dengan obat penenang.
- 3. Dokter bedah membersihkan area operasi dengan larutan antiseptik.
- 4. Kulup dipisahkan dari kepala penis menggunakan alat tumpul untuk melepas perlekatan alami antara kedua permukaan.
- 5. Penjepit, cincin khusus, atau teknik bedah yang sesuai dengan usia pasien dipasang untuk mengontrol perdarahan dan memandu pemotongan.
- 6. Kulup diangkat dan tepi luka ditutup dengan jahitan yang dapat menyerap sendiri, atau pada bayi alat tersebut dibiarkan sementara di tempatnya.
- 7. Luka ditutup dengan perban atau diolesi salep tipis.
- 8. Pasien dipindahkan ke ruang pemulihan hingga efek anestesi mereda.
Perawatan Setelah Tindakan
Sebagian besar pasien, terutama bayi baru lahir dan anak-anak, dapat pulang ke rumah pada hari yang sama. Orang dewasa yang mendapatkan anestesi umum biasanya dipantau beberapa jam sebelum diperbolehkan pulang. Penyembuhan luka umumnya membutuhkan beberapa minggu, dan penis mungkin tampak bengkak, memar, atau berubah warna selama satu hingga dua minggu pertama.
- Jaga luka tetap bersih dan kering sesuai petunjuk dokter bedah. Pada bayi, salep tipis sering dioleskan setiap kali mengganti popok agar luka tidak menempel.
- Hindari berendam di bak mandi, berenang, atau merendam luka sampai dokter bedah menyatakan aman, biasanya setelah luka menutup.
- Nyeri setelah prosedur diatasi dengan obat pereda nyeri sesuai petunjuk dokter. Pembengkakan bersifat normal dan biasanya mereda dalam satu hingga dua minggu.
- Orang dewasa biasanya disarankan menghindari aktivitas seksual dan olahraga berat setidaknya empat hingga enam minggu, atau sampai dokter bedah memberi izin.
- Pakaian longgar dan nyaman mengurangi gesekan pada luka yang sedang sembuh.
- Waspadai tanda-tanda yang memerlukan perhatian medis segera: perdarahan banyak yang tidak berhenti dengan tekanan lembut, demam tinggi, nyeri yang makin bertambah bukan berkurang, cairan berbau tidak sedap dari luka, atau tidak buang air kecil dalam delapan jam setelah prosedur.
- Jadwal kontrol biasanya ditetapkan dalam satu hingga dua minggu pertama untuk memastikan penyembuhan berjalan normal.
- Anak yang menjalani sirkumsisi karena masalah medis seperti fimosis mungkin memerlukan kontrol urologi di kemudian hari untuk memastikan masalahnya sudah teratasi.
Biaya & Faktor Penentunya
Biaya sirkumsisi sangat bervariasi tergantung pada usia pasien, alasan dilakukannya prosedur, tingkat kerumitan kasus, dan fasilitas kesehatan tempat prosedur dilaksanakan. Sirkumsisi rutin pada bayi sehat membutuhkan sumber daya, waktu operasi, dan perawatan pascaprosedur yang berbeda dibandingkan prosedur pada orang dewasa di bawah anestesi umum untuk kondisi seperti fimosis dengan jaringan parut.
- Kompleksitas penyakit: sirkumsisi rutin pada bayi baru lahir lebih terjangkau dibandingkan prosedur pada orang dewasa dengan liken sklerosus lanjut atau setelah sirkumsisi sebelumnya yang tidak berhasil.
- Jenis anestesi: anestesi lokal menambah lebih sedikit biaya dibandingkan anestesi regional atau umum, yang membutuhkan dokter anestesi dan peralatan pemantauan.
- Kelas rumah sakit dan negara: rumah sakit pemerintah, klinik swasta, dan rumah sakit tersier di kota besar masing-masing memiliki struktur biaya yang berbeda, dan perbedaan ini semakin besar antar negara.
- Biaya ruang operasi dan tim bedah: lamanya waktu di ruang operasi dan jumlah staf yang terlibat mempengaruhi total tagihan.
- Lama rawat inap: operasi rawat jalan lebih murah dibandingkan rawat inap semalam atau beberapa hari, yang mungkin diperlukan untuk anak kecil dengan kasus kompleks.
- Teknik dan alat yang digunakan: beberapa dokter bedah menggunakan alat penjepit sekali pakai atau peralatan elektrobedah yang memiliki biaya perlengkapan tersendiri.
- Obat-obatan: obat pereda nyeri dan antibiotik yang diresepkan untuk masa pemulihan menambah total biaya.
- Pemeriksaan tambahan: tes darah sebelum operasi, biakan urine, atau konsultasi spesialis untuk pasien dewasa dengan kondisi penyerta biasanya ditagih secara terpisah.
Paket rumah sakit untuk sirkumsisi biasanya mencakup biaya ruang operasi, honorarium dokter bedah, anestesi dasar, serta pembalutan atau pemeriksaan luka pertama setelah operasi. Biaya yang sering ditagih secara terpisah antara lain konsultasi sebelum operasi, pemeriksaan laboratorium, obat-obatan untuk dibawa pulang, rawat inap yang tidak direncanakan, dan jadwal kontrol selanjutnya.
BPJS Kesehatan dan sebagian besar asuransi kesehatan swasta Indonesia tidak menanggung prosedur medis yang dilakukan di luar negeri, sehingga pasien yang berobat ke luar negeri umumnya membayar sendiri atau menggunakan asuransi kesehatan internasional yang secara eksplisit mencakup tindakan medis di luar negeri. Sebelum memesan tiket perjalanan atau membuat janji dengan rumah sakit, meminta estimasi biaya tertulis yang dirinci dari rumah sakit adalah cara terbaik untuk menghindari tagihan tak terduga saat tiba di sana.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama proses sirkumsisi berlangsung?
Sirkumsisi biasanya berlangsung antara 15 hingga 45 menit dari awal hingga selesai. Lamanya tergantung pada usia pasien, teknik yang dipilih dokter bedah, dan jenis anestesi yang digunakan, apakah bius lokal (mati rasa pada area tertentu) atau bius umum (obat bius yang membuat pasien tidur sepenuhnya). Pada kasus yang tidak rumit, kebanyakan pasien bisa langsung pulang di hari yang sama.
Apakah sirkumsisi terasa sakit, dan anestesi apa yang digunakan?
Selama tindakan berlangsung, pasien tidak akan merasakan nyeri karena dokter menggunakan bius lokal (suntikan untuk mematikan rasa di area tersebut) atau bius umum (obat bius yang membuat pasien tidak sadar). Setelah operasi, rasa nyeri ringan dan pembengkakan di sekitar luka adalah hal yang wajar selama beberapa hari, dan dokter biasanya memberikan obat pereda nyeri minum. Kebanyakan pasien merasa rasa tidak nyaman ini jauh berkurang setelah dua hingga tiga hari pertama.
Berapa lama pemulihan setelah sirkumsisi, dan kapan bisa kembali bekerja?
Kebanyakan orang pulih dalam dua hingga empat minggu, dengan minggu pertama biasanya menjadi yang paling tidak nyaman. Pekerjaan ringan di meja kerja umumnya bisa dilakukan kembali setelah sekitar satu minggu, sementara pekerjaan fisik berat, olahraga, dan aktivitas seksual biasanya dihindari selama tiga hingga empat minggu. Dokter akan memberikan saran berdasarkan kondisi penyembuhan luka saat kontrol.
Berapa biaya sirkumsisi?
Biaya sirkumsisi bervariasi tergantung pada usia pasien, teknik operasi yang digunakan, kelas rumah sakit atau klinik, serta apakah diperlukan bius umum atau tidak. Prosedur dengan bius umum di rumah sakit biasanya memerlukan biaya tambahan dibandingkan bius lokal di klinik. Cara paling tepat untuk mengetahui anggaran yang perlu disiapkan adalah dengan meminta estimasi biaya tertulis langsung dari rumah sakit sebelum membuat janji.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.







