Ringkasan
Terapi biologik menggunakan DMARD (obat antireumatik pemodifikasi penyakit) adalah jenis pengobatan yang menggunakan obat-obatan yang dibuat dari sel hidup untuk meredam sistem imun dan memperlambat penyakit yang merusak sendi serta jaringan tubuh.
Pada penyakit seperti artritis reumatoid (kondisi di mana sistem imun menyerang sendi tubuh sendiri), sistem imun bekerja terlalu aktif dan menghasilkan protein yang disebut sitokin (zat pembawa pesan kimiawi) yang memicu peradangan (pembengkakan dan rasa panas pada jaringan). DMARD biologik dirancang untuk memblokir bagian-bagian tertentu dari proses ini — misalnya, memblokir sitokin yang disebut TNF (tumour necrosis factor) atau memblokir sel imun tertentu yang disebut sel-B atau sel-T. Karena menargetkan tahap yang sangat spesifik, cara kerjanya berbeda dari obat antireumatik yang lebih lama dan bersifat lebih umum.
Kondisi Medis
DMARD biologik digunakan ketika sistem imun menyerang tubuh dan obat-obatan konvensional tidak cukup berhasil mengendalikan penyakit. Seorang reumatolog (dokter spesialis penyakit sendi dan sistem imun) biasanya mempertimbangkan terapi ini ketika peradangan tetap aktif meskipun sudah menjalani pengobatan sebelumnya.
- Artritis reumatoid (AR) — alasan paling umum, terutama jika penyakitnya tergolong sedang hingga berat
- Artritis psoriatik — peradangan sendi yang berkaitan dengan penyakit kulit psoriasis
- Ankilosing spondilitis — peradangan pada tulang belakang yang dapat menyebabkan ruas-ruas tulang belakang menyatu
- Artritis idiopatik juvenil — bentuk artritis yang dimulai sejak masa kanak-kanak
- Lupus eritematosus sistemik (LES) — kondisi di mana sistem imun menyerang banyak organ sekaligus
- Vaskulitis — peradangan pada pembuluh darah
- Kondisi artritis inflamasi lain yang tidak merespons DMARD konvensional
Terapi ini tidak cocok untuk semua orang. Dokter biasanya akan menghindari atau menunda pengobatan ini dalam situasi-situasi tertentu.
- Infeksi serius yang sedang aktif, termasuk tuberkulosis (TB) yang aktif — obat biologik melemahkan respons imun dan dapat memperparah infeksi secara signifikan
- Kanker tertentu, terutama yang baru-baru ini didiagnosis, karena beberapa obat biologik dapat mempengaruhi kemampuan tubuh melawan sel kanker
- Gagal jantung berat (melemahnya kemampuan pompa jantung secara lanjut)
- Kehamilan atau rencana kehamilan — keamanan obat biologik tertentu selama kehamilan bervariasi dan diputuskan sesuai kondisi masing-masing pasien
- Alergi yang diketahui terhadap obat biologik tertentu yang sedang dipertimbangkan
Risiko & Komplikasi
DMARD biologik adalah obat yang kuat dan memiliki risiko nyata yang akan ditimbang dokter secara cermat terhadap manfaatnya sebelum memulai pengobatan.
- Peningkatan risiko infeksi — kekhawatiran yang paling umum; sistem imun menjadi kurang mampu melawan bakteri, virus, dan jamur, sehingga infeksi sehari-hari lebih sulit sembuh dan infeksi langka lebih mungkin terjadi
- Reaktivasi tuberkulosis (TB) laten (tersembunyi, tidak aktif) — inilah mengapa skrining TB dilakukan sebelum memulai terapi
- Reaksi di tempat suntikan atau reaksi saat infus — kemerahan, bengkak, atau gatal di tempat obat diberikan; sebagian pasien merasakan wajah memerah, sakit kepala, atau tekanan darah turun selama infus intravena (melalui pembuluh darah vena)
- Reaksi alergi, mulai dari ruam kulit ringan hingga, dalam kasus yang jarang, reaksi seluruh tubuh yang parah yang disebut anafilaksis
- Perburukan gagal jantung pada pasien yang sudah memiliki penyakit jantung
- Terbentuknya autoantibodi (protein yang dibuat sistem imun melawan jaringan tubuhnya sendiri) — dalam kasus yang jarang, ini dapat menyebabkan sindrom mirip lupus
- Kemungkinan peningkatan risiko kanker tertentu dengan penggunaan jangka panjang — hal ini masih diteliti dan dokter akan memantaunya
- Peradangan hati (reaktivasi hepatitis) pada pasien yang membawa virus hepatitis tertentu
- Penurunan jumlah sel darah — beberapa obat biologik dapat mengurangi sel darah putih, sel darah merah, atau trombosit
Persiapan & Prosedur
Persiapan untuk terapi DMARD biologik melibatkan serangkaian pemeriksaan keamanan yang berlangsung selama beberapa minggu sebelum dosis pertama diberikan. Ini bukan prosedur satu hari — fase persiapan dilakukan secara menyeluruh karena obat-obatan ini mempengaruhi sistem imun.
Sebelum memulai, dokter biasanya akan meminta Anda melakukan hal-hal berikut. Puasa umumnya tidak diperlukan untuk pemberian obatnya sendiri, tetapi tes darah tertentu mungkin memiliki instruksi khusus. Jika Anda mengonsumsi pengencer darah atau obat lain yang mempengaruhi sistem imun, dokter akan meninjau kembali obat-obatan tersebut. Merokok meningkatkan risiko infeksi dan dapat mengurangi efektivitas obat; dokter kemungkinan akan mendiskusikan hal ini dengan Anda. Panduan mengenai alkohol bervariasi tergantung pada obat biologik yang digunakan dan obat-obatan lain yang sedang Anda konsumsi.
Pemeriksaan yang biasanya dilakukan sebelum dosis pertama meliputi:
- Skrining TB — biasanya berupa uji kulit yang disebut tes Mantoux (suntikan kecil di bawah kulit untuk memeriksa paparan TB di masa lalu) atau tes darah yang disebut IGRA (uji pelepasan interferon-gamma); rontgen dada juga sering dilakukan
- Tes darah untuk memeriksa fungsi hati, fungsi ginjal, dan hitung darah lengkap (pengukuran sel darah merah, sel darah putih, dan trombosit)
- Skrining hepatitis B dan hepatitis C, karena virus-virus ini dapat aktif kembali ketika sistem imun ditekan
- Tes HIV dalam beberapa kasus
- Tinjauan vaksinasi — dokter akan memeriksa apakah vaksin Anda sudah lengkap, karena beberapa vaksin hidup tidak boleh diberikan setelah terapi biologik dimulai
- Pencitraan sendi yang terkena (rontgen atau MRI) untuk mencatat tingkat kerusakan saat ini sebagai data awal
Proses pemberian obat bergantung pada cara pemberiannya. Dokter akan memilih cara yang paling tepat untuk Anda. Langkah-langkah berikut adalah panduan umum:
- 1. Tim perawatan mengonfirmasi identitas Anda dan meninjau hasil skrining satu kali terakhir.
- 2. Jika obat diberikan melalui suntikan subkutan (suntikan kecil tepat di bawah kulit), perawat atau dokter menyiapkan jarum suntik yang sudah terisi atau alat suntik otomatis (pen) dan membersihkan tempat suntikan — biasanya perut, paha, atau lengan atas.
- 3. Jika obat diberikan melalui infus intravena (melalui selang tetes ke dalam pembuluh darah vena), sebuah kanula (selang plastik kecil) dipasang di vena, biasanya di lengan. Anda duduk atau berbaring dengan nyaman selama infus berlangsung, yang dapat berkisar dari sekitar tiga puluh menit hingga beberapa jam tergantung pada obat dan dosisnya.
- 4. Selama infus berlangsung, perawat memantau Anda untuk mendeteksi tanda-tanda awal reaksi seperti wajah memerah, gatal, atau perubahan tekanan darah.
- 5. Setelah obat diberikan, Anda dipantau selama beberapa waktu — biasanya lebih lama setelah dosis pertama — sebelum diizinkan pulang.
- 6. Untuk obat biologik yang disuntikkan sendiri, perawat mengajarkan Anda (dan anggota keluarga jika diinginkan) cara menyuntikkan obat dengan aman di rumah sebelum Anda meninggalkan klinik.
Perawatan Setelah Tindakan
Terapi DMARD biologik adalah pengobatan jangka panjang, bukan prosedur satu kali. Setelah setiap dosis, dan terutama dalam minggu-minggu serta bulan-bulan pertama setelah memulai, kunjungan tindak lanjut yang rutin sangat penting untuk memastikan obat bekerja dengan baik dan tidak menimbulkan efek yang membahayakan.
- Pemantauan: Setelah infus, Anda biasanya dipantau di klinik selama minimal tiga puluh menit untuk memeriksa kemungkinan reaksi yang tertunda. Untuk obat biologik yang disuntikkan sendiri, suntikan pertama sering kali dilakukan di bawah pengawasan klinik sebelum Anda melanjutkannya sendiri di rumah.
- Tes darah: Tes darah rutin — biasanya setiap beberapa minggu pada awalnya, kemudian lebih jarang setelah kondisi Anda stabil — memantau jumlah sel darah, fungsi hati, dan tanda-tanda infeksi.
- Kewaspadaan terhadap infeksi: Segera beri tahu dokter jika Anda mengalami demam, batuk yang tidak biasa, luka kulit yang tidak sembuh-sembuh, atau tanda-tanda infeksi lainnya. Bahkan flu biasa pun bisa menjadi serius selama menjalani terapi ini.
- Perawatan luka dan tempat suntikan: Jaga kebersihan tempat suntikan dan ganti lokasi suntikan sesuai petunjuk untuk mencegah iritasi kulit. Laporkan kemerahan atau bengkak yang menetap di tempat suntikan.
- Vaksinasi: Vaksin hidup tertentu (seperti vaksin influenza yang dilemahkan) biasanya dihindari selama menjalani terapi biologik. Dokter akan memberi tahu vaksin mana yang masih aman. Vaksin influenza (flu) tahunan menggunakan vaksin yang tidak aktif (virus yang sudah dimatikan) umumnya tetap dianjurkan.
- Menghindari kontak dengan sumber infeksi: Dalam kehidupan sehari-hari, menjaga kebersihan tangan dengan cermat dan menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit infeksi menjadi lebih penting.
- Melanjutkan obat-obatan lain: DMARD biologik sering digunakan bersamaan dengan DMARD konvensional atau steroid dosis rendah (obat yang meredam peradangan). Dokter akan menentukan apakah obat-obatan tersebut perlu dilanjutkan.
- Aktivitas dan gaya hidup: Sebagian besar pasien dapat menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Reumatolog Anda dan, jika tersedia, fisioterapis (spesialis gerak dan latihan) akan membimbing Anda mengenai tingkat olahraga yang aman sesuai kondisi sendi Anda.
- Jadwal kontrol: Kunjungan reumatologi secara rutin — biasanya setiap tiga hingga enam bulan setelah kondisi stabil — menilai seberapa baik penyakit terkontrol dan apakah terapi perlu dilanjutkan, disesuaikan, atau diganti.
- Perawatan gigi: Beri tahu dokter gigi Anda bahwa Anda sedang menjalani terapi biologik sebelum prosedur gigi apa pun dilakukan, karena antibiotik mungkin direkomendasikan untuk mencegah infeksi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kali saya harus menjalani terapi biologik?
Tidak ada jumlah sesi yang pasti — terapi biologik (obat yang bekerja dengan menargetkan bagian tertentu dari sistem imun tubuh untuk meredakan peradangan) biasanya diberikan secara berkelanjutan selama obat tersebut masih efektif dan ditoleransi dengan baik. Ada yang diberikan sebagai suntikan setiap beberapa minggu, ada pula yang diberikan sebagai infus intravena (obat yang dimasukkan langsung ke pembuluh darah) setiap satu hingga tiga bulan sekali. Dokter reumatologi Anda akan memantau respons tubuh secara rutin dan menyesuaikan jadwal pengobatan sesuai kebutuhan.
Bagaimana rasanya menjalani terapi biologik — apakah sakit?
Sebagian besar pasien hanya merasakan sedikit tidak nyaman di area suntikan atau sensasi ringan selama infus intravena (pemberian obat melalui tetesan ke pembuluh darah), dan rasa ini biasanya hilang dengan cepat. Beberapa pasien merasa sedikit demam, lelah, atau sakit kepala selama satu hingga dua hari setelah beberapa dosis pertama, yang sering disebut reaksi infus. Keluhan ini cenderung berkurang seiring berjalannya pengobatan, dan tim medis akan memantau Anda dengan seksama di setiap sesi.
Kapan saya akan mulai merasakan manfaat dari terapi biologik?
Banyak pasien mulai merasakan berkurangnya nyeri dan bengkak pada sendi dalam empat hingga dua belas minggu, meskipun manfaat penuhnya sering baru terasa setelah beberapa bulan pengobatan yang berkelanjutan. DMARD biologik (disease-modifying antirheumatic drugs — obat yang memperlambat proses penyakit itu sendiri, bukan sekadar meredakan gejala) bekerja lebih lambat dibandingkan obat pereda nyeri biasa, sehingga penting untuk tidak menilai hasilnya terlalu dini. Dokter reumatologi Anda akan menggunakan pemeriksaan darah rutin dan kontrol berkala untuk memantau efektivitas pengobatan.
Apa yang harus saya hindari atau waspadai selama menjalani terapi biologik?
Karena DMARD biologik bekerja dengan menurunkan sebagian aktivitas sistem imun tubuh, tubuh Anda mungkin lebih sulit melawan infeksi selama menjalani pengobatan ini, sehingga penting untuk segera melapor ke dokter jika muncul tanda-tanda infeksi seperti demam, menggigil, batuk berkepanjangan, atau luka yang tidak kunjung sembuh. Vaksin hidup (seperti vaksin demam kuning atau beberapa jenis vaksin flu) umumnya dihindari selama masa pengobatan, dan dokter akan memberi tahu vaksin mana yang aman untuk Anda. Beritahu tim medis tentang obat-obatan, suplemen, atau prosedur medis lain yang sedang atau akan Anda jalani, karena beberapa kombinasi memerlukan perencanaan yang cermat.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda — dokter Anda yang menentukan tindakan yang paling tepat. Hubungi tim kami untuk diarahkan ke dokter spesialis yang sesuai.








