Urology

Dari Batu Ginjal sampai Kanker Prostat, bersama Dr. Cyril Natarajan (UCSI Hospital)

Dr. Cyril Mohan Kumar A/L NatarajanUCSI Hospital14 Agustus 2026

Dalam episode ini, Dr. Cyril Natarajan, konsultan urologi dari UCSI Malaysia, menjelaskan ruang lingkup urologi — mulai dari urologi fungsional, penyakit batu ginjal, hingga uro-onkologi dengan fokus utama pada kanker prostat. Dr. Cyril menekankan bahwa kanker prostat sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas pada stadium awal sehingga deteksi melalui tes PSA sangat penting, terutama bagi pria dengan gejala saluran kemih bagian bawah. Ia juga membahas meningkatnya kejadian kanker prostat di Asia yang dikaitkan dengan perubahan pola makan ke arah pengaruh Barat.

Cuplikan singkat

Dokter dalam episode ini

Dr. Cyril Mohan Kumar A/L Natarajan

Dr. Cyril Mohan Kumar A/L Natarajan

Urology

UCSI Hospital

Lihat profil

Gratis · Tanpa komitmen · Dibalas tim kami

Yang akan Anda pelajari

  • Kanker prostat sering tidak bergejala pada stadium awal dan kerap ditemukan secara kebetulan melalui tes PSA
  • Pria dengan gejala saluran kemih bagian bawah (LUTS) sebaiknya mendiskusikan tes PSA dengan dokter mereka
  • Urologi fungsional menangani masalah berkemih yang berkaitan dengan kondisi saraf seperti stroke, cedera tulang belakang, dan prolaps cakram
  • Perubahan pola makan ke arah pengaruh Barat diduga berkontribusi pada meningkatnya kanker prostat di populasi Asia
  • Pasien Indonesia yang datang ke UCSI paling banyak ditangani karena batu ginjal (urolitiasis) dan pembesaran prostat jinak (BPH)

Transkrip lengkap

5 menit baca

Perkenalan dan Latar Belakang Dr. Cyril

Host: Hari ini saya bersama Dr. Cyril Natarajan, seorang konsultan urologi di UCSI. Selamat datang di MediTalk. Bisakah Anda ceritakan lebih banyak tentang apa yang Anda praktikkan dan apa spesialisasi Anda?

Dr. Cyril: Terima kasih. Saya seorang konsultan urologi di sini. Pada dasarnya, kita berurusan dengan masalah urologi yang dimiliki orang-orang — mulai dari penyakit ginjal hingga penyakit kandung kemih dan kondisi prostat. Ini adalah spesialisasi yang cukup luas.

Minat khusus saya yang pertama adalah urologi fungsional, yaitu menangani masalah fungsional yang dialami orang saat buang air kecil. Minat kedua saya adalah uro-onkologi, tempat kita menangani kanker urologi. Saya juga menangani penyakit batu karena batu sangat umum terjadi di belahan dunia ini, dan sebagian besar ahli urologi di wilayah ini harus melakukan prosedur terkait batu.

Urologi Fungsional: Apa dan Siapa yang Terdampak?

Dr. Cyril: Urologi fungsional adalah masalah menahan dan berkemih — atau melewatkan urin — yang dapat berhubungan dengan berbagai penyakit yang mendasarinya. Misalnya, penyakit saraf: orang yang pernah mengalami stroke, atau orang yang pernah mengalami kecelakaan dan cedera tulang belakang, memiliki masalah buang air kecil dan harus dinilai dengan benar.

Ini penting karena jika mereka berkemih dengan tekanan tinggi, maka saluran atas bisa berbahaya dan mereka bisa mengalami gagal ginjal. Selain itu, orang dengan inkontinensia — yang tidak bisa mengontrol urinnya — juga merupakan salah satu aspek urologi fungsional yang kami tangani.

Dari sisi usia, permasalahan urologi fungsional bisa menyerang siapa saja: orang lanjut usia dengan demensia atau gangguan serebrovaskular, orang muda dengan prolaps cakram yang mengenai saraf, bahkan anak-anak yang mengompol. Namun saya sendiri lebih banyak berhubungan dengan populasi dewasa, karena ada sub-spesialisasi tersendiri yang disebut urologi pediatrik.

Perjalanan Diagnosis Pasien di UCSI

Host: Bisakah Anda memandu kami melalui perjalanan bagaimana Anda mendiagnosis dan menangani pasien?

Dr. Cyril: Pasien umumnya datang melalui jalur rujukan — dari dokter umum, atau dari rekan kerja yang merujuk pasien ke UCSI karena kami memiliki spesialisasi tersebut.

Mereka akan dinilai dengan profil darah dasar, termasuk hitung darah lengkap dan tes fungsi ginjal, serta berbagai parameter lainnya. Selanjutnya kami melakukan investigasi pencitraan. Biasanya kami mulai dengan USG karena sifatnya non-invasif dan dapat memberikan banyak informasi tentang saluran genitourinari. Dari sana, kami berkembang ke investigasi lain berdasarkan kebutuhan — misalnya CT scan jika ada dugaan massa atau tumor ginjal.

Bagi pasien dengan masalah prostat, kami menilai dengan urodinamik jika diperlukan, untuk mempelajari fungsi kandung kemih dan saluran keluar saluran kemih. Kami juga menggunakan skor gejala untuk menentukan apakah pasien memerlukan pengobatan atau operasi. Urologi adalah spesialisasi yang unik karena banyak penanganannya masih bersifat medis melalui terapi obat, tidak selalu memerlukan prosedur bedah.

Kanker Prostat: Deteksi Dini dan Tanda Peringatan

Dr. Cyril: Kanker prostat adalah salah satu minat inti saya. Penyakit ini sangat umum sekarang dan jumlahnya meningkat, sebagian karena deteksi dini yang lebih baik.

Salah satu tes utama yang kami gunakan adalah PSA (Prostate-Specific Antigen / antigen spesifik prostat), yang merupakan indikator risiko kanker prostat. Kami juga melakukan pemeriksaan colok dubur untuk menilai apakah ada nodul yang mencurigakan pada prostat, dan jika diperlukan, kami melanjutkan ke MRI scan untuk mengevaluasi lebih lanjut.

Sayangnya, gejala dan tanda kanker prostat umumnya sangat tidak spesifik. Faktanya, sebagian besar pasien dengan kanker prostat terdeteksi secara kebetulan dari tes PSA. Pada stadium lanjut, ketika kanker telah menyusup ke luar prostat, pasien bisa mengalami nyeri panggul, perdarahan dalam urin, bahkan retensi urin — yaitu ketidakmampuan untuk buang air kecil.

"Sebagian besar pasien dengan kanker prostat terdeteksi secara kebetulan dari tes PSA."

Jika kanker sudah menyebar ke tulang — yang merupakan stadium akhir — pasien akan mengalami nyeri tulang.

"Terkadang gejala yang muncul bisa jadi hanya patah tulang belakang akibat jatuh kecil, karena kanker telah menyebar di sana dan melemahkan tulang. Sayangnya, ini adalah tahap akhir."

Meski tidak ada program skrining resmi untuk kanker prostat seperti pada kanker payudara atau kanker kolorektal, kami melakukan penyaringan tidak langsung: laki-laki yang datang dengan gejala saluran kemih bagian bawah (Lower Urinary Tract Symptoms / LUTS) di kategori risiko tertentu akan kami sarankan untuk melakukan tes PSA.

Peningkatan Kanker Prostat di Asia: Faktor Gaya Hidup dan Pola Makan

Host: Anda menyebut kanker prostat sedang meningkat di Asia. Apakah ada alasan untuk itu, dan adakah perubahan gaya hidup yang Anda sarankan?

Dr. Cyril: Jawabannya sebenarnya tidak begitu jelas. Namun menurut saya, pola makan orang Asia telah berubah secara signifikan dalam 30 tahun atau lebih terakhir, di mana terdapat lebih banyak pengaruh Barat. Ini adalah asosiasi yang memang masih lemah, tapi hal inilah yang kerap dikaitkan dengan peningkatan kanker prostat di Asia.

Angka kejadian kanker prostat tertinggi sebenarnya ada pada laki-laki kulit hitam Amerika. Di Jepang, misalnya, ditemukan bahwa kejadian kanker prostat meningkat setelah perang, bersamaan dengan masuknya pengaruh Barat dalam pola makan mereka. Jadi menurut saya, faktor jenis makanan memainkan peran besar dalam banyak penyakit, termasuk kanker prostat.

"Faktor jenis makanan memainkan peran besar dalam banyak penyakit, termasuk kanker prostat."

Pasien Indonesia di UCSI

Host: Apakah banyak pasien Indonesia yang datang ke UCSI, dan untuk kondisi apa mereka datang?

Dr. Cyril: Sejak saya bergabung di sini — sekitar satu hingga satu setengah tahun — saya belum memiliki terlalu banyak pasien Indonesia. Namun kebanyakan dari mereka datang karena penyakit batu atau yang kita sebut urolitiasis — batu ginjal yang menyebabkan rasa sakit.

Beberapa datang untuk penilaian kanker prostat. Salah satunya sudah berada di stadium lanjut, dan datang ke sini untuk penilaian dan pengobatan hormonal. Jenis umum lainnya adalah hiperplasia prostat jinak (Benign Prostatic Hyperplasia / BPH) — pembesaran prostat yang tidak berbahaya — yang menyebabkan kesulitan buang air kecil dan masalah lainnya.

Penutup

Dr. Cyril: Saya menikmati kunjungan saya ke Indonesia, dan pasien Indonesia sangat hangat dan ramah. Urologi adalah bidang spesialisasi yang cukup luas, dan kami berharap dapat membantu orang-orang yang memiliki masalah urologi.

"Urologi adalah bidang spesialisasi yang cukup luas, dan kami berharap dapat berguna bagi orang-orang dengan masalah urologi."

Dr. Cyril Natarajan adalah Konsultan Urologi di UCSI, Malaysia.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu tes PSA dan kapan saya perlu melakukannya?

PSA (antigen spesifik prostat) adalah tes darah yang dapat mengindikasikan risiko kanker prostat. Menurut Dr. Cyril, tes ini terutama disarankan bagi pria yang datang dengan gejala saluran kemih bagian bawah (LUTS) dan berada dalam kategori risiko tertentu.

Apa saja gejala kanker prostat yang perlu diwaspadai?

Kanker prostat sering kali tidak menunjukkan gejala yang spesifik pada stadium awal. Pada stadium lanjut, gejala yang bisa muncul antara lain nyeri panggul, perdarahan dalam urin, ketidakmampuan buang air kecil (retensi urin), nyeri tulang, hingga patah tulang belakang akibat jatuh ringan jika kanker sudah menyebar ke tulang.

Apa itu urologi fungsional?

Urologi fungsional adalah cabang urologi yang menangani masalah menahan dan mengeluarkan urin yang berkaitan dengan kondisi mendasar seperti stroke, cedera tulang belakang, prolaps cakram, atau inkontinensia (ketidakmampuan mengontrol urin).

Mengapa kanker prostat semakin umum di Asia?

Menurut Dr. Cyril, salah satu faktor yang diduga berkontribusi adalah perubahan pola makan orang Asia dalam 30 tahun terakhir yang semakin dipengaruhi gaya makan Barat, meskipun hubungan ini masih tergolong asosiasi yang lemah.

Kondisi apa yang paling sering ditangani pada pasien Indonesia di UCSI?

Berdasarkan pengalaman Dr. Cyril, pasien Indonesia yang datang ke UCSI paling banyak ditangani karena batu ginjal (urolitiasis), penilaian kanker prostat, dan pembesaran prostat jinak (hiperplasia prostat jinak / BPH).

Paket terkait

Siap melangkah lebih jauh? Lihat paket yang berkaitan dengan topik ini.

Episode lainnya