Diabetes Bisa Kena Meski Jarang Makan Gula? Penjelasan Dr. Jayalaksmi Ramasamy (UCSI Hospital)
Dalam episode Medifly Podcast ini, Dr. Jayalaksmi Ramasamy, spesialis penyakit dalam di UCSI Hospital, membahas kondisi-kondisi yang paling sering ia temui pada pasien Indonesia dan Malaysia — diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular — seraya menjelaskan bagaimana faktor gaya hidup, bukan usia atau genetika, merupakan pendorong utamanya. Beliau meluruskan kesalahpahaman yang tersebar luas bahwa diabetes disebabkan semata-mata oleh konsumsi gula, dan menegaskan bahwa penyakit yang tidak terkelola dengan baik dapat berujung pada komplikasi serius termasuk gagal ginjal, amputasi, dan penyakit jantung. Dr. Jayalaksmi sangat menganjurkan skrining kesehatan rutin sejak dini dan menyoroti pengurangan konsumsi santan serta vaksinasi sebagai dua langkah pencegahan praktis bagi masyarakat setempat.
Cuplikan singkat
Dokter dalam episode ini

Dr. Jayalaksmi Ramasamy
Internal MedicineUCSI Hospital
Gratis · Tanpa komitmen · Dibalas tim kami
Yang akan Anda pelajari
- Diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, hipertensi, dan penyakit kardiovaskular adalah kondisi yang paling umum ditemukan pada pasien Indonesia dan Malaysia, yang sebagian besar didorong oleh gaya hidup dan pola makan.
- Mengurangi konsumsi gula tidak serta-merta mencegah diabetes — penyakit ini bergantung pada produksi insulin dan sensitivitas insulin, bukan hanya pada konsumsi gula semata.
- Usia bukan lagi penghalang; penyakit kardiovaskular dan metabolik kini sudah ditemukan pada pasien semuda 18–25 tahun.
- Dampak paling berbahaya — gagal ginjal yang memerlukan dialisis, amputasi, dan serangan jantung — timbul dari komplikasi penyakit yang tidak terkelola dengan baik, bukan dari penyakitnya itu sendiri.
- Skrining kesehatan dini sangat penting: kelelahan yang berkepanjangan dan pusing adalah tanda peringatan awal; rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil menandakan penyakit sudah berada di tahap lanjut.
Transkrip lengkap
8 menit bacaPengantar
Selamat datang kembali di Medifly Podcast. Episode kali ini direkam di UCSI Hospital, dan tamu kita adalah Dr. Jayalaksmi Ramasamy, seorang spesialis penyakit dalam yang saat ini berpraktik di UCSI Hospital, dengan minat khusus di bidang kedokteran geriatri.
Kondisi yang Paling Sering Dijumpai pada Pasien Indonesia dan Malaysia
Host: Sebagai spesialis penyakit dalam, Anda menangani berbagai macam penyakit dan kondisi. Kalau kita berbicara khusus tentang pasien Indonesia dan Malaysia — apa tiga hingga lima kondisi yang paling sering Anda temui?
Dr. Jayalaksmi: Saya rasa orang Indonesia dan Malaysia berasal dari akar yang sama, sehingga polanya pun sangat mirip. Kasus yang paling sering saya temui saat ini adalah:
- Diabetes tipe 2
- Kolesterol tinggi (dislipidemia)
- Penyakit kardiovaskular — termasuk serangan jantung — dan hipertensi
Alasan mengapa populasi kita begitu rentan terhadap faktor-faktor risiko ini bermuara pada gaya hidup. Pola makan kita tinggi gula, tinggi indeks glikemik, dan tinggi lemak. Selain itu, kita juga terpapar jam kerja yang panjang dan stres kronis, yang semuanya meningkatkan risiko terkena penyakit-penyakit ini.
Usia Bukan Lagi Penghalang
Host: Kebanyakan orang beranggapan bahwa jika masih muda dan aktif, kemungkinan terkena penyakit-penyakit ini sangat kecil. Apakah itu benar?
Dr. Jayalaksmi: Kalau Anda bertanya itu sepuluh hingga dua puluh tahun lalu, mungkin ya — tetapi sekarang sudah tidak berlaku lagi. Usia bukan lagi penghalang. Baik muda, paruh baya, maupun lanjut usia, kita semua menanggung risiko yang sama. Pasien kardiovaskular termuda yang pernah saya tangani berusia 18 tahun — dengan penyebab utama obesitas. Saya juga pernah menangani pasien hipertensi yang masih berusia 25 tahun. Semua ini berkaitan erat dengan gaya hidup, pola makan, dan rutinitas harian mereka.
"Usia bukan lagi penghalang — baik muda, paruh baya, maupun lanjut usia, kita semua menanggung risiko yang sama."
Mitos dan Kesalahpahaman: "Segitiga" Kondisi Ini
Host: Apa kesalahpahaman yang paling umum mengenai diabetes, hipertensi, dan kolesterol?
Dr. Jayalaksmi: Kesalahpahaman terbesar tentang diabetes adalah ini: kebanyakan orang berpikir bahwa jika mereka banyak mengonsumsi gula, mereka akan terkena diabetes, dan jika mereka menghindari gula sepenuhnya, mereka aman. Bukan begitu cara kerjanya.
Semua orang perlu memahami bahwa ada dua jenis diabetes — Tipe 1 dan Tipe 2. Tipe 1 lebih umum pada pasien muda dan anak-anak; Tipe 2 lebih banyak ditemukan pada pasien yang lebih tua. Diabetes bukan sekadar soal apa yang Anda konsumsi. Meskipun Anda tidak makan gula, Anda tetap bisa terkena diabetes, karena itu bergantung pada apakah organ Anda memproduksi insulin yang cukup, serta pada sensitivitas insulin. Jika fungsi insulin terganggu, pengendalian gula darah akan kacau terlepas dari pola makan Anda.
"Meski Anda tidak mengonsumsi gula, Anda tetap bisa terkena diabetes. Itu tergantung pada apakah organ Anda memproduksi insulin yang cukup, atau pada sensitivitas insulin."
Inilah mengapa pemeriksaan kesehatan rutin sangat penting — bahkan sejak usia muda. Skrining dini memungkinkan deteksi dini dan penanganan dini, yang membantu menghindari berbagai komplikasi serius dari penyakit-penyakit ini, termasuk kerusakan pada mata, ginjal, dan jantung.
Sebagian besar pasien yang datang kepada saya sudah dalam stadium lanjut. Saat mereka tiba, ginjalnya sudah terdampak, matanya sudah terdampak. Penanganan pada tahap itu menjadi sangat menantang — dan butuh waktu bagi pasien untuk menerima diagnosisnya. Ini adalah tantangan tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi kami dalam menjelaskan situasinya kepada mereka.
Penanganan: Dari Perubahan Gaya Hidup hingga Operasi
Host: Apakah ketiga kondisi ini bisa ditangani dengan obat-obatan saja, atau ada prosedur bedah yang diperlukan ketika penyakit terdeteksi sudah terlambat?
Dr. Jayalaksmi: Pendekatannya bertahap. Bagi pasien yang mengalami trio ini — hipertensi, diabetes, dan dislipidemia — banyak yang sekaligus juga menghadapi obesitas. Kami mulai dengan modifikasi gaya hidup dan terapi medis. Jika kedua langkah itu tidak berhasil, kami memberi waktu bagi obat untuk bekerja. Jika obat pun tidak efektif, kami baru melanjutkan ke operasi.
Kami melakukan operasi metabolik — serupa dengan sleeve gastrectomy. Ini mengurangi risiko perkembangan penyakit dan sekaligus menangani obesitas. Jadi ya, operasi memang memiliki peran, tetapi itu adalah langkah terakhir.
Komplikasi: Apa yang Terjadi Jika Tidak Ditangani
Host: Saya pernah mendengar bahwa jika diabetes dibiarkan tidak ditangani, bisa berujung pada amputasi. Apakah itu benar?
Dr. Jayalaksmi: Ya. Komplikasi ini bukan disebabkan oleh diabetes itu sendiri, melainkan oleh diabetes yang tidak terkontrol dengan baik. Dampak terburuk muncul dari komplikasinya:
- Penyakit kardiovaskular — pasien mungkin tidak selamat dari serangan jantung.
- Luka yang tidak sembuh-sembuh — karena diabetes tidak terkontrol, luka tidak bisa sembuh dengan baik, dan amputasi menjadi tak terelakkan.
- Gagal ginjal — hipertensi dan diabetes yang tidak ditangani merusak ginjal, yang pada akhirnya bisa memerlukan dialisis.
Jadi bukan diabetesnya itu sendiri, melainkan komplikasi dari diabetes yang tidak terkelola yang membuat kondisi pasien menjadi sangat serius.
"Bukan diabetesnya itu sendiri, melainkan komplikasi dari diabetes, yang membuat kondisi pasien menjadi begitu berat."
Komplikasi yang Paling Sering Dijumpai Belakangan Ini
Host: Apa komplikasi teratas yang paling sering Anda temui saat ini?
Dr. Jayalaksmi: Selama setahun terakhir, dua yang paling umum adalah:
- Penyakit ginjal diabetik — kami kini menyaringnya dengan sangat cermat, termasuk melalui pemeriksaan urin mikroalbumin.
- Komplikasi kardiovaskular — banyak pasien datang dengan diabetes yang tidak terkontrol dan sama sekali tidak merasakan gejala jantung, namun saat kami periksa, sudah ada bukti penyakit arteri koroner — penyakit arteri koroner ringan yang berkembang secara diam-diam.
Prosedur yang Dilakukan dalam Penyakit Dalam
Host: Prosedur apa yang paling sering Anda lakukan dalam satu hingga dua tahun terakhir?
Dr. Jayalaksmi: Selain menangani diabetes, hipertensi, dan obesitas, kami juga menangani kondisi hematologi dan masalah yang berkaitan dengan ginjal. Prosedur yang sering dilakukan antara lain:
- Pemasangan kateter vena jugularis interna (IJC) untuk memulai dialisis
- Aspirasi sumsum tulang trephine untuk memeriksa kelainan sumsum tulang dan mendiagnosis kondisi hematologi yang mendasarinya
Obesitas sebagai Kekhawatiran yang Terus Meningkat
Dr. Jayalaksmi: Obesitas adalah sesuatu yang belakangan ini banyak saya tangani. Ada pasien yang datang dengan berat badan melebihi 100 kilogram. Kami mulai dengan konseling, memulai penanganan, dan hasilnya cukup menggembirakan. Saya cukup puas dengan hasil yang terlihat sejauh ini.
Genetika vs. Gaya Hidup
Host: Bagaimana dengan argumen genetika — jika orang tua saya menderita diabetes, apakah itu berarti saya pasti akan mengalaminya juga?
Dr. Jayalaksmi: Genetika mungkin menyumbang sekitar 10% dari risiko, tetapi 90% sisanya tetap ditentukan oleh gaya hidup Anda. Itulah mengapa skrining kesehatan dini dan gaya hidup sehat tetap sangat penting, apa pun riwayat kesehatan keluarga Anda.
Gejala Utama: Kapan Harus Menemui Dokter
Host: Apa gejala utama yang perlu diwaspadai sebagai tanda bahwa seseorang perlu memeriksakan diri?
Dr. Jayalaksmi: Tanda peringatan yang paling umum saat ini adalah pusing dan kelelahan yang berkepanjangan. Kedua gejala ini bisa muncul pada semua kondisi ini — tekanan darah tinggi, tekanan darah rendah, gula darah tinggi, gula darah rendah, dan kolesterol tinggi. Tolong jangan abaikan gejala-gejala ini.
Banyak orang bertanya apakah sering haus dan sering buang air kecil merupakan tanda diabetes. Ya, memang — tetapi gejala-gejala itu biasanya baru muncul pada tahap yang cukup lanjut. Jangan tunggu sampai gejala-gejala itu muncul.
"Jangan tunggu gejala muncul. Jika Anda sudah merasa lelah selama dua minggu terakhir dan gaya hidup Anda sebenarnya baik-baik saja, itu adalah gejala yang tidak boleh Anda abaikan — pergilah untuk pemeriksaan kesehatan."
Tanda peringatan lainnya meliputi:
- Nyeri dada
- Kesulitan menyelesaikan aktivitas fisik ringan — misalnya, harus berhenti berkali-kali saat menaiki satu anak tangga. Ini bisa menjadi tanda awal penyakit jantung.
Saran untuk Pencegahan
Host: Jika Anda bisa memberikan satu atau dua saran untuk membantu orang mencegah penyakit-penyakit ini, apa yang akan Anda sampaikan?
Dr. Jayalaksmi: Minat khusus saya adalah kedokteran geriatri, dan satu hal yang ingin saya sampaikan adalah bahwa seiring bertambahnya usia, tubuh kita memang secara alami berubah — tetapi begitu banyak dari perubahan ini bisa dicegah atau diperlambat. Pencegahan adalah obat terbaik. Namun sebelum Anda bisa mencegah sesuatu, Anda perlu tahu apa yang sedang Anda hadapi — jadi lakukan skrining kesehatan sedini mungkin.
Dua saran spesifik dari saya:
-
Perhatikan asupan santan Anda. Saya menempuh pendidikan di India dan belajar selama empat tahun di Padang — santan ada di mana-mana. Santan tinggi kolesterol. Khusus untuk orang Indonesia, perhatikan baik-baik seberapa banyak santan yang Anda konsumsi dalam makanan sehari-hari.
-
Dapatkan vaksinasi. Kualitas udara di kota-kota kita membuat kita rentan terhadap penyakit pernapasan. Jika Anda berkesempatan mendapatkan vaksin pneumokokus atau influenza, tolong lakukan — bukan hanya untuk diri sendiri, tapi ajak juga orang tua Anda yang sudah lanjut usia untuk melakukan hal yang sama.
"Pencegahan adalah obat terbaik. Tapi sebelum mulai mencegah, Anda perlu tahu apa yang ingin Anda cegah — jadi lakukanlah pemeriksaan kesehatan Anda sedini mungkin."
Penutup
Terima kasih kepada Dr. Jayalaksmi atas waktu dan wawasannya. Dr. Jayalaksmi saat ini berpraktik di UCSI Hospital di Negeri Sembilan, sekitar satu hingga satu setengah jam dari Kuala Lumpur. Rumah sakit menyediakan layanan antar-jemput langsung dari bandara. Jika Anda ingin berkonsultasi dengan Dr. Jayalaksmi, profilnya tersedia di situs web rumah sakit. Tinggalkan pertanyaan lebih lanjut tentang penyakit dalam di kolom komentar di bawah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah banyak makan gula bisa menyebabkan diabetes?
Tidak — ini adalah kesalahpahaman yang umum. Diabetes bergantung pada apakah tubuh memproduksi insulin yang cukup dan seberapa sensitif tubuh terhadap insulin, bukan semata-mata pada seberapa banyak gula yang dikonsumsi seseorang. Bahkan orang yang menghindari gula sepenuhnya pun bisa terkena diabetes.
Apakah orang muda bisa terkena diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung?
Ya. Dr. Jayalaksmi menyatakan bahwa usia bukan lagi penghalang. Beliau pernah menangani pasien kardiovaskular semuda 18 tahun dan pasien hipertensi semuda 25 tahun, dengan faktor gaya hidup seperti obesitas dan pola makan sebagai penyebab utamanya.
Apa tanda-tanda awal yang menunjukkan saya harus menemui dokter spesialis penyakit dalam?
Gejala awal yang paling umum adalah pusing dan kelelahan yang berkepanjangan. Nyeri dada dan kesulitan menaiki satu anak tangga tanpa harus berhenti juga merupakan tanda peringatan awal, khususnya untuk penyakit jantung. Rasa haus yang berlebihan dan sering buang air kecil menandakan diabetes, tetapi biasanya baru muncul pada tahap yang sudah lanjut — jangan tunggu sampai gejala-gejala itu muncul.
Apa yang terjadi jika diabetes atau hipertensi dibiarkan tidak ditangani?
Diabetes dan hipertensi yang tidak ditangani atau tidak terkelola dengan baik dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk penyakit arteri koroner dan serangan jantung, kerusakan ginjal yang memerlukan dialisis, serta luka yang tidak sembuh-sembuh dan mungkin memerlukan amputasi.
Jika diabetes menurun dalam keluarga saya, apakah saya pasti akan mengalaminya juga?
Belum tentu. Dr. Jayalaksmi menjelaskan bahwa genetika mungkin menyumbang sekitar 10% dari risiko, sementara 90% sisanya masih dipengaruhi oleh gaya hidup. Kebiasaan hidup sehat dan skrining dini tetap penting dilakukan, apa pun riwayat kesehatan keluarga Anda.
Paket terkait
Siap melangkah lebih jauh? Lihat paket yang berkaitan dengan topik ini.
Skrining Jantung & Metabolik
CT Calcium Score Pemindaian Jantung
CT Calcium Score pemindaian jantung adalah tes pencitraan khusus yang mengukur jumlah plak yang mengalami kalsifikasi pada arteri koroner…
- Paket mencakup biaya prosedur dan biaya pelaporan oleh radiologis.
Skrining Jantung & Metabolik
Paket Skrining Jantung
Paket skrining jantung komprehensif ini dirancang untuk siapa saja yang ingin memahami dan memantau kesehatan kardiovaskular mereka, baik…
- Pemeriksaan Fisik & Konsultasi oleh Dokter Spesialis Jantung Konsultan
- ECG
- Profil Skrining Umum

Skrining Jantung & Metabolik
Skrining Aritmia Jantung Komprehensif
Paket Skrining Aritmia Jantung Komprehensif dirancang untuk membantu individu secara proaktif menilai dan memantau kesehatan kardiovaskul…
- Pemeriksaan EKG istirahat
- Prosedur tes stres
- Pencitraan ekokardiogram
Episode lainnya
Health Screening15 minSemua yang Perlu Diketahui tentang Skrining Kesehatan — bersama Dr. Ali Tayyib (UCSI Hospital)
Clinical OncologyBahas Tuntas Kanker Payudara dengan Dr. Lum Wan Wei (Beacon Hospital)
Orthopaedic Surgery