Memahami Kelainan Tulang pada Anak bersama Dr. Roshan Gunalan (SJMC)
Dalam episode Medifly Podcast ini, Dr. Roshan Gunalan, dokter spesialis bedah ortopedi anak konsultan, menjelaskan kondisi tulang dan sendi yang paling umum pada anak-anak — termasuk kaki pengkor, kaki X, kaki datar, club foot, dan displasia pinggul — dengan memperjelas mana yang merupakan varian fisiologis yang normal dan mana yang memerlukan penanganan. Beliau menekankan bahwa waktu pemberian intervensi sangat krusial karena tulang anak sedang tumbuh dan bersifat dinamis, berbeda dengan tulang orang dewasa. Dr. Roshan juga meluruskan mitos populer bahwa memakai popok menyebabkan kaki pengkor, serta menguraikan metode Ponseti untuk menangani club foot.
Dokter dalam episode ini

Dr Roshan Gunalan
Paediatric OrthopaedicsSubang Jaya Medical Centre
Gratis · Tanpa komitmen · Dibalas tim kami
Yang akan Anda pelajari
- Sebagian besar kaki pengkor, kaki X, dan kaki datar pada anak bersifat fisiologis (normal) dan akan membaik seiring pertumbuhan anak; hanya sekitar 5% yang bersifat patologis dan memerlukan penanganan.
- Memakai popok tidak menyebabkan kaki pengkor — bentuk kaki ditentukan oleh tulang itu sendiri, bukan oleh apa yang dipakai di atasnya.
- Waktu penanganan sangat penting dalam ortopedi anak; jendela usia yang tepat berbeda-beda tergantung kondisinya, dan menangani di luar waktu yang tepat dapat memperburuk hasil.
- Metode Ponseti (serial casting diikuti dengan foot abduction orthosis) adalah penanganan standar untuk club foot kaku, namun membutuhkan kepatuhan orang tua yang kuat hingga empat hingga lima tahun.
- Displasia pinggul umumnya tidak menimbulkan nyeri dan bisa terlewatkan; tujuan utama semua penanganan — terlepas dari usia anak — adalah membawa kepala tulang paha dan acetabulum agar bersentuhan sehingga sendi dapat membentuk ulang dirinya.
Transkrip lengkap
12 menit bacaHost: Dr. Roshan Gunalan, dokter spesialis bedah ortopedi konsultan di Subang Jaya Medical Centre, dengan keahlian khusus di bidang ortopedi anak, pemanjangan tulang, dan bedah deformitas.
Selamat Datang & Pengantar
Host: Halo semua, selamat datang kembali di Medifly Podcast. Hari ini saya masih berada di Subang Jaya Medical Centre, namun bersama dokter yang berbeda. Saya ditemani Dr. Roshan Gunalan, dokter spesialis bedah ortopedi konsultan di sini. Terima kasih banyak, Dokter, sudah bersedia hadir di podcast ini. Bolehkah Dokter memperkenalkan diri terlebih dahulu?
Dr. Roshan Gunalan: Tentu saja. Saya bekerja di Subang Jaya Medical Centre sebagai dokter spesialis bedah ortopedi konsultan. Keahlian utama saya adalah menangani ortopedi anak — anak-anak dengan masalah tulang atau sendi, juga deformitas anggota gerak, serta trauma umum, cedera, dan patah tulang.
Host: Dokter kuliah di Dublin lalu kembali ke Malaysia?
Dr. Roshan Gunalan: Betul. Saya menyelesaikan pendidikan sarjana di Dublin, dan setelah itu saya kembali untuk bekerja di Malaysia di awal karier saya sebagai dokter.
Memilih Ortopedi Anak sebagai Subspesialisasi
Host: Apa yang membuat Dokter memilih bidang pediatri ini?
Dr. Roshan Gunalan: Pada umumnya, kami menjalani pendidikan ortopedi terlebih dahulu, lalu baru berspesialisasi ke bidang yang lebih khusus. Ortopedi di Malaysia sebenarnya memiliki sembilan subspesialisasi yang berbeda — penggantian sendi, bedah tulang belakang, tumor, bedah tangan dan mikro, dan sebagainya. Yang saya tekuni adalah pediatri sekaligus pemanjangan tulang dan bedah deformitas.
Saya mulai bekerja di Universitas Malaya pada tahun 2011, dan di sana saya bergabung dengan unit bersama Profesor Saw Aik, yang cukup dikenal di Malaysia untuk kondisi ortopedi anak. Sejak awal, beliau membimbing saya ke bidang ini — bahkan mengajak saya ke luar negeri untuk memperkenalkan saya kepada spesialis lain. Ini bukan subspesialisasi yang besar atau menggiurkan secara finansial; di Malaysia mungkin hanya ada sekitar 25 hingga 30 dokter bedah ortopedi anak yang benar-benar memiliki kualifikasi penuh di bidang ini.
Kasus Ortopedi Anak yang Paling Sering Dijumpai
Host: Setelah menjalani ini sekian lama, masalah ortopedi anak apa yang paling sering Dokter temui?
Dr. Roshan Gunalan: Kasusnya sangat beragam karena kita menangani rentang usia yang luas. Anak yang sangat kecil datang dengan keluhan yang berbeda; anak yang lebih besar memiliki masalah yang berbeda pula. Namun sebagian besar datang dengan masalah pada anggota gerak — cara berjalan yang sedikit berbeda, posisi anggota gerak yang tidak tepat, atau datang dengan keluhan nyeri atau infeksi. Kasus yang paling sering secara umum berkaitan dengan pola jalan, cara berjalan, atau deformitas yang terlihat jelas.
Kaki Pengkor (Bow Legs) & Kaki X (Knock Knees)
Host: Bagaimana dengan kaki pengkor dan kaki berbentuk X?
Dr. Roshan Gunalan: Itu adalah salah satu hal yang paling sering kami temui, dan ini merupakan poin yang sangat penting dalam ortopedi anak. Kaki pengkor dan kaki X memiliki komponen fisiologis yang sangat besar — artinya kondisi ini normal dan berubah seiring waktu.
Saat seorang anak lahir dan selama 2 hingga 2,5 tahun pertama, kakinya umumnya sedikit bengkok ke luar. Sekitar usia 3 hingga 4 tahun, kaki bergeser ke arah berlawanan ke posisi yang disebut valgus — membentuk huruf X. Kaki baru mencapai keselarasan seperti orang dewasa sekitar usia 8 hingga 10 tahun.
Tujuan utamanya adalah membedakan antara varian fisiologis dan varian patologis. Varian patologis hanya terjadi pada sekitar 5% anak. Pada 5% tersebut, pembengkokan tidak mengikuti pola normal — justru semakin memburuk seiring anak tumbuh, menyebabkan nyeri lutut dan sering jatuh.
"95% kaki pengkor dan kaki X bersifat fisiologis — artinya normal. Tujuannya adalah menilai setiap anak dan membedakan apakah kondisinya termasuk tipe fisiologis atau patologis."
Host: Apakah kondisi ini menyakitkan bagi anak?
Dr. Roshan Gunalan: Pada umumnya, tidak. Kaki pengkor dan kaki X adalah kondisi yang umumnya tidak menimbulkan nyeri. Cara anak berdiri dan berjalan memang terlihat sedikit berbeda, namun sebagian besar dapat berfungsi sepenuhnya — mereka bisa berlari, melompat, dan memanjang meski posisi kakinya demikian.
Host: Pada titik mana orang tua bisa mengetahui apakah kondisinya fisiologis atau tidak?
Dr. Roshan Gunalan: Waktu pemberian intervensi sangatlah penting. Sebagian orang tua ingin kondisi ini ditangani sejak dini, namun itu bukan pendekatan yang tepat. Umumnya, usia penanganan yang tepat adalah sekitar dua hingga tiga tahun. Jika kaki pengkor ditangani terlalu dini, anak bisa berakhir dengan kondisi ke arah sebaliknya. Jika ditangani terlalu telat, penanganannya menjadi lebih sulit. Penanganan sangat bergantung pada waktu yang tepat, berdasarkan usia anak dan jenis kondisinya.
Host: Apakah berjalan lebih awal berperan dalam hal ini?
Dr. Roshan Gunalan: Ya, perkembangan memang berperan. Anak-anak yang cenderung berjalan lebih awal justru cenderung mengembangkan sedikit lebih banyak kaki pengkor di awalnya, karena mereka mulai memberi beban pada tulang yang belum matang lebih cepat.
Mitos Popok (Pampers)
Host: Satu mitos yang sering dipercaya orang tua di Indonesia atau Asia adalah bahwa memakai popok menyebabkan anak berjalan dengan kaki pengkor. Apakah itu benar?
Dr. Roshan Gunalan: Ya, itu kemungkinan besar hanya mitos. Memakai popok, menggendong, membedong — semua itu tidak berperan dalam terjadinya kaki pengkor atau kaki X. Ini berkaitan dengan bentuk tulang itu sendiri. Jika tulangnya melengkung, apa pun yang dipakai di atasnya tidak akan membuat perbedaan. Fondasinya adalah tulang.
"Apa pun yang Anda balutkan pada anak, apa pun sepatu yang Anda pakaikan — jika bentuk tulangnya melengkung, kakinya akan tetap melengkung. Fondasinya adalah tulang."
Kaki Datar (Flat Feet)
Dr. Roshan Gunalan: Kaki datar sebenarnya adalah salah satu kondisi yang paling sering saya temui di klinik rawat jalan. Seperti kaki pengkor, kondisi ini dibagi menjadi dua kategori: fisiologis (fleksibel) dan patologis.
Lengkungan kaki secara teknis belum berkembang sepenuhnya hingga usia 7 atau 8 tahun. Jadi, bayi berusia satu tahun yang datang dengan kaki datar umumnya masih wajar. Mayoritas kasus adalah apa yang disebut kaki datar fleksibel — artinya tulang dan sendi di dalamnya normal, namun otot penopangnya sedikit lemah. Ketika anak-anak ini berjinjit, Anda bahkan bisa melihat lengkungan kaki terbentuk kembali.
- Kaki datar fleksibel yang tidak nyeri: Tidak memerlukan banyak penanganan. Latihan penguatan otot sudah cukup, dan lengkungan kaki berkembang secara bertahap.
- Kaki datar fleksibel yang nyeri: Memerlukan penanganan. Kondisi apa pun yang menyebabkan nyeri perlu ditangani.
- Kaki datar kaku (patologis): Sama sekali tidak fleksibel; umumnya memerlukan penanganan tertentu.
Host: Di mana nyerinya terasa?
Dr. Roshan Gunalan: Kaki adalah struktur yang sangat kompleks dengan banyak sendi dan ligamen kecil. Ketika keselarasannya terganggu dan anak aktif bergerak, beberapa sendi cenderung lebih cepat aus. Nyeri dapat terjadi di kaki itu sendiri, di bagian atas kaki, atau bahkan lebih ke atas di kaki — terkadang anak datang dengan nyeri lutut yang sebenarnya disebabkan oleh dasar kaki yang tidak stabil atau kaku.
Hipermobilitas & Kecengengan pada Anak
Host: Waktu kecil, saya sering tiba-tiba jatuh tanpa ada halangan apa pun. Apakah itu bisa berkaitan dengan kaki datar?
Dr. Roshan Gunalan: Kaki datar umumnya tidak menyebabkan seseorang jatuh. Namun, ada kondisi yang disebut hipermobilitas atau hiperlaksitas yang bisa menyebabkan anak lebih sering jatuh dari biasanya. Anak-anak ini cenderung sedikit ceroboh, cenderung memiliki kaki datar, dan terkadang mengalami nyeri yang tidak spesifik di sana-sini — terutama pada kelompok usia 6 hingga 10 tahun. Jadi, itu tidak selalu disebabkan oleh kaki datar.
Kaki Bengkok ke Dalam (Club Foot)
Host: Bagaimana dengan kaki yang mengarah ke dalam — apakah itu club foot? Apakah kondisi ini umum?
Dr. Roshan Gunalan: Club foot tidak umum pada populasi umum — sekitar satu dari seribu — tetapi saya menemuinya secara rutin karena saya menanganinya. Ada komponen genetik pada club foot, dan kondisi ini berkembang selama pembentukan otot, tulang, dan sendi di dalam rahim. Sejujurnya, ada lebih banyak teori daripada fakta yang benar-benar terbukti mengenai penyebabnya.
Seperti kondisi lainnya, club foot ada dalam spektrum:
- Club foot posisional (fleksibel): Kaki terlihat mengarah ke dalam saat lahir namun lentur dan fleksibel. Tidak memerlukan penanganan aktif — latihan peregangan sudah cukup dan kaki kembali ke posisi normal seiring anak tumbuh.
- Club foot kaku (patologis): Memerlukan penanganan formal.
Metode Ponseti
Host: Saya dengar ada yang disebut metode Ponseti?
Dr. Roshan Gunalan: Betul. Metode Ponseti saat ini merupakan penanganan standar untuk club foot kaku di Malaysia dan di banyak negara di seluruh dunia. Metode ini bekerja berdasarkan prinsip bahwa jika Anda meregangkan otot dan mempertahankan peregangan itu dalam jangka waktu tertentu, otot akan memanjang — tendon menjadi lebih panjang.
Prosesnya disebut serial casting (gips berulang):
- Gips dipasang pada kaki anak.
- Setiap minggu gips diganti dan kaki dimanipulasi dengan lembut ke posisi yang lebih baik.
- Ini berlanjut selama kurang lebih lima hingga enam minggu, secara bertahap membawa kaki kembali ke keselarasan yang benar.
- Setelah pemasangan gips, prosedur kecil mungkin dilakukan untuk memanjangkan tendon di bagian belakang pergelangan kaki.
- Anak kemudian memakai foot abduction orthosis (penyangga/sepatu khusus) untuk mempertahankan koreksi yang telah dicapai.
Orthosis dipakai selama 23 jam sehari selama tiga bulan pertama — satu jam diperbolehkan untuk mandi dan waktu bebas. Setelah tiga bulan, orthosis hanya dipakai saat tidur (tidur siang dan malam) hingga anak berusia sekitar empat hingga lima tahun.
"Ini bukan kondisi yang 'datang hari ini, sembuh besok'. Anda bersama kami selama lima hingga enam minggu, setiap minggu mengganti gips. Ini bukan proses yang mudah."
Tingkat keberhasilan sangat baik jika anak ditangani sejak dini, namun kepatuhan orang tua adalah tantangan terbesar. Tidak ada anak yang merasa nyaman memakai orthosis, dan ketika anak menangis, kepatuhan orang tua pun menurun. Jika orthosis dihentikan terlalu awal, club foot kambuh kembali dan seluruh proses penanganan harus dimulai dari awal.
"Begitu Anda berhenti menggunakan orthosis, club foot kambuh — kaki mulai membengkok ke dalam lagi. Anda harus melewati fase awal ini dan memastikan orthosis tetap digunakan."
Displasia Pinggul (Hip Dysplasia)
Host: Bagaimana dengan displasia pinggul? Apakah itu juga yang Dokter tangani?
Dr. Roshan Gunalan: Kondisi ini tidak terlalu umum pada populasi umum, namun tetap terjadi. Displasia pinggul adalah spektrum gangguan — mulai dari bunyi klik ringan di pinggul saat lahir tanpa masalah lain, hingga pinggul yang benar-benar lepas dan tidak bisa bergerak.
Pinggul adalah sendi bola-dan-soket. Pada displasia pinggul, soketnya datar dan bukan bulat, dan kepala tulang paha (bola) juga bisa kurang bulat, sehingga mudah tergelincir — pinggul yang tidak stabil.
Sebagian besar kasus terdeteksi lebih awal melalui skrining neonatal yang dilakukan oleh dokter spesialis anak, meskipun akurasinya bisa bervariasi karena ini merupakan tes klinis.
Penanganannya bervariasi sesuai usia, namun semua penanganan memiliki satu tujuan yang sama: membawa bola dan soket agar bersentuhan. Ketika kepala tulang paha dan acetabulum (soket pinggul) bersentuhan, pertumbuhan anak mendorong pembentukan ulang dan penyembuhan. Tidak ada kontak berarti tidak ada penyembuhan.
- 0 hingga 6 bulan: Pavlik harness (penyangga) atau double-nappying untuk mempertahankan posisi kaki.
- Bayi yang lebih besar: Gips spica untuk mempertahankan posisi.
- Anak yang lebih besar: Operasi — memotong tulang, menyelaraskan kembali, dan memperbaikinya dengan kawat, pelat, dan sekrup.
"Tujuannya sama terlepas dari usia — membawa bola dan soket agar bersentuhan. Ketika usianya lebih muda, cukup dengan pemosisian; seiring anak tumbuh, sendi terbentuk kembali menjadi bentuk yang tepat. Kontak antara kepala tulang paha dan acetabulum adalah segalanya."
Displasia pinggul umumnya tidak menimbulkan nyeri di tahun-tahun awal, itulah mengapa kondisi ini bisa terlewatkan. Pada usia dewasa, pinggul yang mengalami displasia dan tidak ditangani menyebabkan komplikasi serius — itulah mengapa deteksi dini dan penanganan sangat penting.
Peran Nutrisi Ibu & Genetika
Host: Seberapa besar pengaruh nutrisi ibu selama kehamilan — seperti asupan kalsium — terhadap kesehatan tulang anak?
Dr. Roshan Gunalan: Nutrisi memang berperan, dan kekurangan gizi atau defisiensi tertentu dapat berkontribusi pada masalah tulang pada anak. Namun, mayoritas penyakit tulang pada anak bersifat metabolik atau kongenital. Artinya, bahkan ibu yang sehat dan bergizi baik pun bisa memiliki anak dengan komponen genetik yang menyebabkan kondisi seperti tulang rapuh atau displasia pinggul. Anda tidak bisa sepenuhnya mengaitkan kondisi-kondisi ini hanya dengan pola makan ibu.
Saran Penting untuk Orang Tua
Host: Jika Dokter hanya boleh memberikan satu saran kepada orang tua tentang kesehatan tulang anak, apa yang akan Dokter sampaikan?
Dr. Roshan Gunalan: Ada beberapa poin penting:
- Anak bukan sekadar orang dewasa versi kecil. Kondisi yang kami tangani, respons terhadap penanganan, bahkan cara patah tulang sembuh — semuanya berbeda dari orang dewasa.
- Anak sedang tumbuh — penanganan bergantung pada waktu yang tepat. Untuk kondisi seperti club foot dan displasia pinggul, deteksi dini berarti prognosis yang lebih baik dan hasil yang lebih dapat diprediksi. Untuk kaki pengkor, kaki X, dan kaki datar, juga ada jendela waktu penanganan yang spesifik — Anda tidak bisa begitu saja menangani semua orang sejak dini dan berharap berhasil.
- Jika Anda melihat cara berjalan yang tidak normal atau pincang, segera periksakan. Sebagian besar waktu, kondisi itu mungkin merupakan varian fisiologis yang hanya membutuhkan kepastian dan pemantauan. Namun jika sebagian kecil kasus patologis terlewatkan, penanganan menjadi jauh lebih sulit seiring anak tumbuh, dan dapat menyebabkan komplikasi lebih lanjut di masa dewasa.
- Seringkali bukan orang tua, melainkan anggota keluarga — nenek atau bibi — yang pertama kali menyadari ada sesuatu yang tidak beres. Anggaplah serius pengamatan itu dan carilah penilaian medis.
"Anak bukan sekadar orang dewasa versi kecil. Kondisi yang kami tangani, respons terhadap penanganan, bahkan cara mereka sembuh dari patah tulang — semuanya berbeda dari orang dewasa."
Penutup
Host: Terima kasih banyak, Dokter. Bagi semua orang yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang praktik Dr. Roshan, beliau berpraktik di Subang Jaya Medical Centre. Tinggalkan pertanyaan apa pun di kolom komentar di bawah. Terima kasih sekali lagi, Dr. Roshan.
Dr. Roshan Gunalan: Sama-sama. Terima kasih.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah memakai popok menyebabkan kaki pengkor pada bayi?
Tidak. Menurut Dr. Roshan Gunalan, ini adalah mitos. Memakai popok, membedong, atau menggendong bayi tidak menyebabkan kaki pengkor. Bentuk kaki ditentukan oleh bentuk tulang itu sendiri — apa pun yang dipakai di atasnya tidak akan membuat perbedaan.
Kapan kaki pengkor dan kaki X menjadi masalah yang perlu ditangani?
Dr. Roshan menjelaskan bahwa kaki pengkor dan kaki X adalah kondisi yang normal (fisiologis) selama masa kanak-kanak — bayi umumnya berkaki bengkok hingga sekitar usia 2,5 tahun, lalu bergeser ke posisi kaki X hingga sekitar usia 8–10 tahun ketika keselarasan seperti orang dewasa terbentuk. Hanya sekitar 5% kasus yang bersifat patologis (pembengkokan semakin memburuk dan tidak membaik). Jika penanganan diperlukan, jendela usia yang tepat umumnya sekitar dua hingga tiga tahun; menangani terlalu dini atau terlalu telat dapat menghasilkan luaran yang lebih buruk.
Apa itu metode Ponseti dan bagaimana cara kerjanya untuk club foot?
Metode Ponseti menggunakan serial casting — gips dipasang pada kaki anak dan diganti setiap minggu selama kurang lebih lima hingga enam minggu, setiap kali memanipulasi kaki dengan lembut semakin mendekati posisi yang benar. Setelah pemasangan gips, prosedur pemanjangan tendon kecil mungkin dilakukan, dan anak kemudian memakai foot abduction orthosis (penyangga khusus) selama 23 jam sehari selama tiga bulan pertama, lalu hanya saat tidur hingga sekitar usia empat hingga lima tahun. Kepatuhan dalam memakai penyangga sangat penting; menghentikannya terlalu awal menyebabkan club foot kambuh kembali.
Apakah kaki datar pada anak selalu menjadi masalah yang perlu ditangani?
Tidak selalu. Dr. Roshan membagi kaki datar menjadi fleksibel (fisiologis) dan kaku (patologis). Kaki datar fleksibel yang tidak menimbulkan nyeri umumnya hanya memerlukan latihan penguatan otot. Kaki datar fleksibel yang menyebabkan nyeri, atau kaki datar kaku, memerlukan penanganan. Lengkungan kaki belum berkembang sepenuhnya hingga sekitar usia 7 atau 8 tahun, sehingga kaki datar pada anak yang sangat kecil masih merupakan hal yang wajar.
Bagaimana displasia pinggul dideteksi dan mengapa penanganan dini itu penting?
Displasia pinggul biasanya dideteksi melalui pemeriksaan skrining klinis yang dilakukan oleh dokter spesialis anak saat kelahiran, meskipun beberapa kasus bisa terlewatkan. Dr. Roshan menjelaskan bahwa displasia pinggul umumnya tidak menimbulkan nyeri di tahun-tahun awal, itulah mengapa kondisi ini terkadang tidak disadari hingga anak mulai berjalan dengan cara yang tidak biasa. Penanganan dini — mulai dari Pavlik harness pada bayi hingga operasi pada anak yang lebih besar — sangat penting karena semua penanganan bertujuan membawa bola dan soket sendi pinggul agar bersentuhan sehingga sendi dapat membentuk ulang dirinya seiring pertumbuhan anak. Semakin tua usia anak saat mulai ditangani, semakin kompleks dan invasif intervensi yang diperlukan.
Paket terkait
Siap melangkah lebih jauh? Lihat paket yang berkaitan dengan topik ini.

Bone Health
Single Knee Robotic Package (Single Knee Robotic)
The Total Knee Replacement Package at Sunway Medical Centre, Sunway City Kuala Lumpur is designed for international patients who require …
- Single Knee Robotic - A robotic-assisted total knee replacement procedure for one knee, designed to support precision in surgical planning and implant positioning.
- 5 days 4 nights ward with meals
- Pre-surgery blood tests

Bone Health
Single Knee Robotic Package (Single Knee Conventional)
The Total Knee Replacement Package at Sunway Medical Centre, Sunway City Kuala Lumpur is designed for international patients who require …
- Single Knee Conventional - A standard total knee replacement procedure for one knee using conventional surgical techniques to replace the damaged joint surfaces with implants.
- 5 days 4 nights ward with meals
- Pre-surgery blood tests

Bone Health
Endoscopic Carpal Tunnel Release (ECTR)
The Carpal Tunnel Release Packages at Sunway Medical Centre, Sunway City Kuala Lumpur are designed for patients with Carpal Tunnel Syndro…
- Specialist consultation
- Clinical assessment
- Procedure fees
Episode lainnya
Clinical OncologyBahas Tuntas Kanker Payudara dengan Dr. Lum Wan Wei (Beacon Hospital)
Orthopaedic SurgeryKupas Tuntas Cedera ACL, Operasi Lutut & Robotic Surgery dengan Dr. Kow Ren Yi (ALTY)
ENT (Otorhinolaryngology)