Sekilas
Hemodialisis adalah terapi yang menggantikan fungsi penyaringan ginjal ketika ginjal sudah tidak mampu bekerja dengan cukup. Darah dialirkan keluar dari tubuh, disaring melalui alat khusus yang disebut dializer (ginjal buatan), lalu dikembalikan ke dalam pembuluh darah dalam keadaan bersih. Dializer membuang zat-zat sisa seperti ureum dan kreatinin, kelebihan cairan, serta mineral seperti kalium yang jika dibiarkan menumpuk bisa membahayakan jiwa.
Setiap sesi biasanya berlangsung tiga hingga lima jam, dan sebagian besar pasien menjalaninya tiga kali seminggu. Hemodialisis bersifat berkelanjutan karena ia mengelola gagal ginjal, bukan menyembuhkan ginjal itu sendiri.
Kondisi Medis
Hemodialisis digunakan ketika ginjal telah kehilangan begitu banyak fungsinya sehingga limbah dan cairan menumpuk lebih cepat dari yang mampu ditoleransi tubuh. Kondisi ini bisa terjadi tiba-tiba atau setelah penurunan fungsi ginjal yang berlangsung bertahun-tahun.
- Gagal ginjal stadium akhir (end-stage renal disease/ESRD): kerusakan ginjal permanen dan berat di mana fungsi ginjal yang tersisa sangat sedikit.
- Gangguan ginjal akut (acute kidney injury/AKI): penurunan fungsi ginjal yang terjadi mendadak akibat infeksi berat, operasi, atau obat-obatan tertentu, sehingga ginjal memerlukan bantuan sementara selama proses pemulihan.
- Penumpukan kalium yang berbahaya dalam darah (hiperkalemia) yang tidak bisa dikendalikan hanya dengan diet atau obat.
- Kelebihan cairan yang parah hingga menyebabkan sesak napas atau gangguan jantung yang tidak membaik dengan terapi lain.
- Keracunan atau overdosis obat di mana zat beracunnya dapat dikeluarkan melalui dializer.
- Uremia (penumpukan racun sisa metabolisme dalam darah) yang menyebabkan kebingungan, mual, atau gejala serius lainnya.
Hemodialisis tidak cocok untuk semua pasien gagal ginjal. Dokter spesialis ginjal (nefrologi) akan mempertimbangkan berbagai faktor sebelum merekomendasikannya.
- Pasien dengan tekanan darah yang terlalu tidak stabil untuk menoleransi perubahan cairan selama dialisis mungkin memerlukan jenis dialisis lain, seperti dialisis peritoneal.
- Pasien yang tidak memiliki akses vaskular (sambungan ke pembuluh darah) yang dapat diandalkan mungkin tidak cocok menjalani hemodialisis.
- Sebagian pasien lanjut usia atau yang kondisinya sangat kritis, setelah berdiskusi dengan tim medis dan keluarga, memilih perawatan yang berfokus pada kenyamanan daripada dialisis.
Risiko & Komplikasi
Hemodialisis adalah terapi yang sudah teruji, namun karena dilakukan berulang kali selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun, efek samping jangka pendek maupun komplikasi jangka panjang tetap mungkin terjadi.
- Tekanan darah rendah (hipotensi) selama sesi berlangsung, yang menyebabkan pusing, mual, atau rasa mau pingsan. Ini adalah efek samping yang paling sering terjadi.
- Kram otot, terutama di kaki, akibat pergeseran cairan dan mineral selama terapi.
- Gatal pada kulit, berkaitan dengan penumpukan zat sisa di antara sesi dialisis.
- Sakit kepala dan kelelahan setelah sesi, yang kadang disebut sakit kepala dialisis.
- Infeksi pada titik akses (tempat jarum atau kateter masuk ke tubuh), yang kadang bisa menyebar ke aliran darah.
- Pembekuan darah atau penyempitan pada fistula arteriovena (AV fistula), yaitu sambungan antara pembuluh nadi dan pembuluh balik yang dibuat melalui operasi sebagai jalur akses.
- Anemia (kekurangan sel darah merah) karena ginjal yang rusak menghasilkan lebih sedikit eritropoietin (hormon yang merangsang produksi sel darah merah).
- Penyakit tulang seiring waktu, karena ginjal yang gagal tidak dapat mengatur keseimbangan kalsium dan fosfor dengan baik.
- Masalah jantung dan pembuluh darah, yang lebih sering terjadi pada pasien dialisis jangka panjang.
- Emboli udara (udara masuk ke aliran darah melalui selang dialisis), komplikasi teknis yang jarang namun serius.
Persiapan & Prosedur
Sebelum memulai program hemodialisis rutin, tim medis akan melakukan beberapa langkah untuk memastikan terapi berjalan seaman dan seefektif mungkin. Urutan pastinya bergantung pada apakah situasinya sudah direncanakan atau mendesak.
Bagi pasien yang memulai dialisis secara terencana, persiapan biasanya dimulai beberapa minggu hingga bulan sebelumnya. Pembuatan akses vaskular, yang paling umum berupa AV fistula, memerlukan operasi kecil diikuti masa tunggu empat hingga enam minggu agar fistula cukup matang sebelum bisa digunakan. Pasien biasanya diminta melindungi lengan yang akan dipasang fistula dan menghindari penggunaan manset tensimeter atau pengambilan darah di lengan tersebut.
Tim medis akan meninjau semua obat yang sedang dikonsumsi. Obat pengencer darah mungkin perlu disesuaikan karena selang dialisis menggunakan antikoagulan (obat yang mencegah pembekuan di dalam mesin). Beberapa obat tekanan darah biasanya diberikan setelah sesi selesai, bukan sebelumnya, untuk menghindari penurunan tekanan darah yang tajam selama terapi berlangsung.
Pemeriksaan yang biasanya dilakukan sebelum dan di awal program dialisis antara lain:
- Tes darah untuk mengukur penanda fungsi ginjal seperti ureum, kreatinin, kalium, dan bikarbonat.
- Pemeriksaan darah lengkap untuk mendeteksi anemia.
- Tes hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, yang merupakan standar sebelum dialisis dimulai dan digunakan untuk menentukan mesin yang tepat bagi setiap pasien guna mencegah penularan silang.
- Rekam jantung (EKG) untuk memeriksa irama jantung.
- Foto rontgen dada untuk menilai cairan di sekitar paru-paru dan ukuran jantung.
- USG pembuluh darah di lengan yang akan digunakan sebagai akses.
Pada hari setiap sesi, langkah-langkahnya umumnya berjalan sebagai berikut:
- 1. Berat badan pasien ditimbang dan dibandingkan dengan berat badan di akhir sesi sebelumnya. Selisihnya mencerminkan cairan yang telah menumpuk dan perlu dikeluarkan.
- 2. Tekanan darah, denyut nadi, dan suhu tubuh diperiksa.
- 3. Titik akses dibersihkan dengan teliti. Untuk fistula, dua jarum ditusukkan; untuk kateter vena sentral (selang yang dipasang di pembuluh darah besar di leher atau dada), tutupnya dibuka dan selangnya dibilas.
- 4. Darah mengalir keluar melalui satu jarum atau selang, masuk ke dializer untuk disaring, lalu dikembalikan melalui jarum atau selang kedua.
- 5. Selama sesi berlangsung, tekanan darah dan gejala dipantau secara berkala. Sesi dihentikan sementara atau disesuaikan jika tekanan darah turun.
- 6. Di akhir sesi, jarum dicabut dan tekanan diberikan dengan kuat untuk menghentikan perdarahan. Berat badan ditimbang kembali untuk memastikan cairan sudah berhasil dikeluarkan.
Perawatan Setelah Tindakan
Menjalani hemodialisis rutin berarti menyesuaikan pola makan, asupan cairan, pengobatan, dan kebiasaan sehari-hari secara berkelanjutan. Tim dialisis, yang biasanya terdiri dari dokter spesialis ginjal, perawat dialisis, dan ahli gizi, akan mendampingi pasien dalam jangka panjang.
- Pembatasan cairan: karena ginjal tidak lagi mampu membuang kelebihan cairan, pasien biasanya disarankan untuk membatasi jumlah minuman di antara sesi. Jumlah yang diperbolehkan ditentukan secara individual.
- Perubahan pola makan: makanan tinggi kalium (seperti pisang, jeruk, dan kentang) dan fosfor (seperti produk susu dan kacang-kacangan) biasanya dibatasi. Ahli gizi ginjal akan menyusun rencana makan yang disesuaikan.
- Obat-obatan: sebagian besar pasien mengonsumsi pengikat fosfat (tablet yang diminum bersama makan untuk mencegah penyerapan fosfor), dan banyak yang memerlukan suntikan atau tablet untuk mengelola anemia. Obat tekanan darah juga umum digunakan.
- Perawatan titik akses: AV fistula atau graft harus diperiksa setiap hari untuk tanda-tanda infeksi, bengkak tidak biasa, atau hilangnya getaran normal (disebut thrill) yang menandakan darah mengalir dengan baik. Jika thrill tidak terasa, segera cari pertolongan medis.
- Aktivitas dan istirahat: sebagian besar pasien dapat kembali beraktivitas ringan di antara sesi, namun kelelahan setelah terapi adalah hal yang umum dan istirahat sangat dianjurkan.
- Tes darah rutin: biasanya setiap bulan, untuk memantau kadar kalium, fosfor, kalsium, hemoglobin, dan penanda lainnya, sehingga dosis dialisis dapat disesuaikan.
- Kunjungan kontrol dengan dokter spesialis ginjal untuk meninjau kondisi kesehatan secara keseluruhan, menilai apakah fungsi ginjal telah berubah, dan mendiskusikan pilihan jangka panjang seperti transplantasi ginjal.
- Vaksinasi: pasien dialisis dianjurkan untuk menjaga vaksinasi hepatitis B tetap mutakhir, serta mendapatkan vaksin flu setiap tahun, karena daya tahan tubuh mereka cenderung menurun.
Biaya & Faktor Penentunya
Hemodialisis berbeda dari kebanyakan prosedur medis karena bukan sebuah tindakan tunggal, melainkan program jangka panjang atau seumur hidup. Total biayanya bergantung pada jumlah sesi yang dibutuhkan, kompleksitas setiap sesi, dan di mana terapi dilakukan.
- Frekuensi dan durasi sesi: tiga sesi per minggu adalah standar, namun sebagian pasien memerlukan frekuensi atau durasi yang lebih panjang, yang meningkatkan biaya secara proporsional.
- Jenis akses dan prosedur terkait: pembuatan atau perbaikan AV fistula, pemasangan kateter, atau penanganan infeksi pada titik akses masing-masing menambah biaya keseluruhan.
- Kelas rumah sakit dan negara: pusat dialisis di dalam rumah sakit universitas atau fasilitas berstandar internasional memiliki tarif yang berbeda dari unit dialisis berbasis komunitas. Biaya juga bervariasi cukup besar antar negara.
- Obat-obatan yang diberikan bersamaan dengan dialisis: agen perangsang eritropoiesis (suntikan yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah), zat besi intravena, pengikat fosfat, dan obat tekanan darah semuanya memengaruhi total tagihan.
- Pemeriksaan tambahan: panel darah bulanan, pencitraan fistula secara berkala, dan evaluasi jantung sesekali biasanya ditagih terpisah dari biaya sesi.
- Penanganan komplikasi: rawat inap akibat kateter yang terinfeksi, operasi untuk memperbaiki fistula yang tersumbat, atau penanganan masalah jantung menambah biaya secara tidak terduga.
- Membran dializer khusus atau fluks tinggi: beberapa pusat menawarkan membran dializer dengan spesifikasi lebih tinggi dengan harga premium.
- Program dialisis di rumah atau dialisis malam hari: jika tersedia, program ini mungkin melibatkan biaya sewa atau pembelian peralatan yang tidak ada pada dialisis di pusat.
Paket rumah sakit untuk hemodialisis umumnya mencakup biaya sesi, dializer, selang darah, pengawasan perawat, serta penggunaan salin dan antikoagulan rutin. Item yang biasanya ditagih terpisah antara lain operasi pembuatan akses awal, tes darah bulanan, konsultasi spesialis di luar jadwal dialisis, obat-obatan yang diminum di rumah, dan penanganan komplikasi yang mungkin timbul.
Pasien Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk menjalani dialisis perlu mengetahui bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya perawatan di luar Indonesia, dan sebagian besar asuransi kesehatan swasta Indonesia juga tidak mencakup perawatan di luar negeri. Pasien umumnya membayar dari kantong sendiri atau melalui asuransi kesehatan internasional yang secara eksplisit menanggung dialisis kronis di luar negeri. Sebelum berangkat, mintalah estimasi biaya tertulis dari pusat dialisis yang dituju, yang mencantumkan biaya per sesi, perkiraan jumlah sesi, dan apa saja yang termasuk dalam setiap tagihan. Dengan begitu, Anda dapat membandingkan pilihan dengan jelas dan menghindari tagihan yang tidak terduga.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak sesi hemodialisis yang saya butuhkan?
Sebagian besar pasien dengan gagal ginjal menjalani tiga sesi setiap minggu, dan jadwal ini berlanjut selama ginjal belum bisa bekerja cukup sendiri. Ini adalah pengobatan jangka panjang, bukan perawatan singkat, sehingga dokter spesialis ginjal (nefrolog) akan mengevaluasi jadwal Anda secara berkala berdasarkan hasil tes darah dan kondisi Anda secara keseluruhan.
Apa yang terasa saat menjalani sesi hemodialisis?
Kebanyakan pasien hanya merasakan sedikit nyeri saat jarum dipasang di fistula (titik akses yang dibuat di lengan Anda), dan sesi itu sendiri biasanya tidak terasa sakit. Beberapa orang merasa lelah, pusing, atau kram otot menjelang akhir sesi, terutama di minggu-minggu pertama saat tubuh masih menyesuaikan diri dengan proses ini.
Kapan saya akan mulai merasa lebih baik setelah memulai hemodialisis?
Banyak pasien merasakan berkurangnya kelelahan dan pikiran yang lebih jernih dalam beberapa minggu pertama, seiring dengan terbuangnya zat-zat sisa dan cairan berlebih dari darah. Perbaikan terjadi secara bertahap, dan beberapa gejala mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk membaik, tergantung pada seberapa lama ginjal mengalami masalah dan kondisi kesehatan lain yang Anda miliki.
Berapa biaya hemodialisis?
Biayanya tergantung pada seberapa sering Anda membutuhkan sesi, kelas rumah sakit atau pusat dialisis yang Anda pilih, serta apakah pemantauan tambahan atau obat-obatan sudah termasuk dalam paket. Perkiraan tertulis dari rumah sakit akan memberikan gambaran jelas tentang apa yang dicakup per sesi dan apa yang mungkin ditagih secara terpisah.
Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.







