Medifly
DokterRumah SakitSpesialisasiPaketTentang
Chat dengan Aira
Medifly
SpesialisasiBedah Tangan & MikrobedahPerbaikan Tendon
Bedah

Perbaikan Tendon

Diperbarui 13 Agustus 2026·Bedah Tangan & Mikrobedah

Perbaikan Tendon tersedia di jaringan rumah sakit mitra kami, dengan 1 rumah sakit yang menangani bidang Bedah Tangan & Mikrobedah. Tim kami bantu carikan rumah sakit dan dokter yang tepat, lengkap dengan perkiraan biaya sebelum Anda berangkat.

RingkasanKondisi MedisRisiko & KomplikasiPersiapan & ProsedurPerawatan Setelah TindakanBiaya & Faktor PenentunyaPertanyaan yang Sering DiajukanRumah Sakit

Sekilas

Perbaikan tendon adalah prosedur bedah yang menyambungkan kembali tendon yang putus atau terpotong, sehingga hubungan antara otot dan tulang pulih dan bagian tubuh yang terdampak dapat bergerak kembali.

Tendon adalah jaringan berserat yang kuat, berbentuk seperti tali, yang meneruskan tarikan otot ke tulang. Ketika tendon robek sebagian atau seluruhnya, tarikan itu tidak lagi dapat tersalurkan, dan jari, tangan, pergelangan tangan, atau anggota tubuh lainnya kehilangan sebagian atau seluruh gerakannya. Dalam operasi, dokter bedah mempertemukan kembali kedua ujung tendon yang putus lalu menjahitnya dengan benang bedah khusus yang dirancang tahan terhadap tekanan gerakan berulang. Pada kasus yang rumit, dokter dapat menggunakan cangkok tendon (sepotong tendon yang diambil dari bagian tubuh lain) untuk menjembatani celah yang terlalu lebar untuk disambung langsung.

Di halaman ini
Kondisi MedisRisiko & KomplikasiPersiapan & ProsedurPerawatan Setelah TindakanBiaya & Faktor PenentunyaPertanyaan yang Sering DiajukanRumah Sakit
1 rumah sakit mitra

Kondisi Medis

Perbaikan tendon dilakukan ketika tendon mengalami kerusakan cukup parah sehingga gerakan normal tidak dapat pulih tanpa operasi. Cedera bisa terjadi secara tiba-tiba, seperti akibat luka sayat atau kecelakaan olahraga, atau bisa pula merupakan akibat dari degenerasi jangka panjang (kerusakan jaringan yang terjadi secara bertahap).

  • Ruptur tendon (robekan total atau hampir total) akibat luka sayat tajam, misalnya laserasi (luka dalam) dari pecahan kaca atau pisau
  • Cedera avulsi, yaitu tendon yang terlepas dari tulang dan menarik serta serpihan tulang bersamanya
  • Ruptur tertutup akibat gerakan mendadak yang terlalu kuat, misalnya mallet finger (kondisi di mana ujung jari menekuk dan tidak bisa diluruskan)
  • Kerusakan tendon akibat cedera remuk pada tangan atau pergelangan tangan
  • Artritis reumatoid (penyakit autoimun pada sendi) yang mengikis dan merobek tendon
  • Kegagalan pengobatan konservatif, di mana pemasangan bidai dan fisioterapi tidak berhasil memulihkan fungsi yang memadai

Operasi tidak selalu menjadi pilihan pertama. Dokter biasanya mempertimbangkan pendekatan non-bedah ketika tendon hanya robek sebagian, ketika kondisi kesehatan pasien secara umum membuat anestesi (obat yang menghilangkan rasa sakit dan kesadaran) terlalu berisiko, atau ketika pasien diperkirakan tidak dapat menjalani rehabilitasi intensif yang dibutuhkan setelah perbaikan.

  • Robekan parsial yang melibatkan kurang dari separuh lebar tendon dan kekuatan masih terjaga
  • Pasien dengan kondisi medis berat yang tidak terkontrol sehingga risiko operasi terlalu tinggi
  • Pasien lanjut usia atau mereka dengan tuntutan fisik rendah, yang mungkin cukup terbantu hanya dengan bidai
  • Cedera di mana tendon sudah terlalu lama tanpa aliran darah sehingga viabilitas jaringan (kemampuan jaringan untuk bertahan hidup) diragukan

Risiko & Komplikasi

Perbaikan tendon umumnya aman, tetapi seperti operasi lainnya, prosedur ini memiliki risiko tersendiri, dan beberapa komplikasi khusus berkaitan dengan tendon tangan dan pergelangan tangan.

  • Pembentukan adhesi: jaringan parut (pita fibrosa) dapat mengikat tendon yang diperbaiki ke jaringan sekitarnya, membatasi kemampuan tendon untuk meluncur bebas
  • Ruptur ulang: tendon yang telah diperbaiki robek kembali, paling sering terjadi pada awal rehabilitasi jika diberikan beban yang terlalu besar
  • Infeksi pada luka operasi, yang mungkin memerlukan antibiotik atau operasi tambahan
  • Kekakuan sendi di sekitar area operasi jika pergerakan awal tertunda
  • Cedera saraf atau pembuluh darah di sekitar area perbaikan, yang dapat memengaruhi rasa atau sirkulasi darah pada jari atau tangan
  • Bowstringing: tendon tidak lagi menempel dekat pada tulang dan menarik ke arah lurus, sehingga kekuatan dan kontrol berkurang
  • Pemulihan gerakan atau kekuatan yang tidak sempurna, bahkan setelah perbaikan dan rehabilitasi yang berhasil
  • Reaksi terkait anestesi, seperti mual atau, jarang terjadi, respons alergi

Persiapan & Prosedur

Persiapan dimulai sebelum hari operasi dan mencakup pengaturan makanan, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, dan kebiasaan hidup sehari-hari.

Tim bedah biasanya meminta pasien untuk berhenti makan makanan padat setidaknya enam jam sebelum operasi, dan berhenti minum cairan bening setidaknya dua jam sebelumnya, meskipun waktu pastinya bergantung pada jenis anestesi yang direncanakan. Obat pengencer darah, obat antiinflamasi, dan beberapa suplemen biasanya dihentikan terlebih dahulu karena meningkatkan risiko perdarahan. Merokok memperlambat penyembuhan tendon, sehingga menghentikan atau mengurangi kebiasaan merokok sebelum operasi sangat dianjurkan. Alkohol sebaiknya dihindari beberapa hari sebelum prosedur.

Beberapa pemeriksaan biasanya dilakukan sebelumnya untuk memastikan operasi aman. Ini dapat meliputi tes darah untuk memeriksa pembekuan darah dan kondisi kesehatan umum, pencitraan seperti USG atau MRI untuk memetakan lokasi dan luas kerusakan tendon secara tepat, serta rontgen jika dicurigai ada avulsi tulang. Dokter bedah juga akan menilai fungsi tangan dan kondisi kulit di sekitar area cedera.

Pada hari operasi, prosedur biasanya mengikuti langkah-langkah berikut.

  • Pasien diberikan anestesi, yang bisa berupa anestesi lokal (hanya membius tangan atau lengan), regional (blok saraf yang membius seluruh anggota gerak), atau umum (tidur total), tergantung pada cedera dan preferensi dokter bedah.
  • Tourniket (manset yang sementara mengurangi aliran darah) dipasang di lengan atas atau bawah agar dokter bedah dapat melihat tendon dengan jelas dalam bidang bebas darah.
  • Dokter bedah membuat satu atau beberapa insisi (sayatan) di atas area yang cedera untuk mengekspos tendon.
  • Kedua ujung tendon yang putus ditemukan dan, jika sudah retraksi (tertarik menjauh), diambil kembali menggunakan instrumen halus.
  • Kedua ujung disambungkan menggunakan teknik jahitan khusus yang dipilih berdasarkan lokasi tendon dan besarnya tekanan yang akan ditanggungnya.
  • Pada beberapa kasus, cangkok tendon diambil dan dijahitkan untuk mengisi celah yang ada.
  • Lapisan luar selubung tendon (sarung pelindung di sekeliling tendon) diperbaiki jika memungkinkan, untuk mendukung kemampuan tendon meluncur.
  • Luka ditutup berlapis-lapis, dan bidai atau perban berlapis dipasang untuk melindungi jahitan tendon.

Perawatan Setelah Tindakan

Pemulihan setelah perbaikan tendon adalah proses bertahap yang sangat bergantung pada lokasi cedera, berapa lama tendon rusak sebelum operasi, dan seberapa baik rehabilitasi dijalani. Sebagian besar pasien dapat pulang pada hari yang sama atau keesokan harinya, tetapi fase rehabilitasi berlangsung selama beberapa minggu.

  • Tangan atau pergelangan tangan dijaga dalam bidai atau gips pelindung selama periode yang ditentukan oleh dokter bedah, biasanya beberapa minggu, untuk mencegah tekanan berlebih pada jahitan tendon yang baru.
  • Pergerakan awal yang terkontrol, dipandu oleh terapis tangan (spesialis rehabilitasi tangan), sering dimulai dalam beberapa hari setelah operasi untuk mengurangi pembentukan adhesi dan kekakuan sendi.
  • Luka dijaga tetap bersih dan kering sampai dokter bedah memastikan penyembuhan telah terjadi; penggantian perban mengikuti jadwal yang diberikan oleh tim bedah.
  • Pembengkakan dikelola dengan cara mengangkat tangan setinggi mungkin (di atas level jantung) sebanyak mungkin, terutama pada minggu pertama.
  • Jahitan atau staples dilepas pada kunjungan kontrol, biasanya dalam satu hingga dua minggu.
  • Nyeri biasanya ditangani dengan obat minum yang diresepkan; kompres es di atas perban juga dapat membantu mengurangi pembengkakan.
  • Mencengkeram, mengangkat, dan penggunaan berat tangan dibatasi sampai tendon kembali cukup kuat, yang dinilai secara bertahap oleh terapis.
  • Mengemudi, kembali bekerja, dan melanjutkan olahraga semuanya dipandu oleh kemajuan masing-masing individu; waktunya sangat bervariasi antara pasien satu dan lainnya.
  • Kunjungan kontrol memungkinkan dokter bedah dan terapis untuk memantau kemampuan tendon meluncur, rentang gerak sendi, dan kekuatan genggaman selama minggu dan bulan setelah operasi.
  • Merokok memperlambat penyembuhan tendon; pasien biasanya disarankan untuk menghindarinya selama seluruh periode pemulihan.

Biaya & Faktor Penentunya

Biaya perbaikan tendon sangat bervariasi karena setiap kasus berbeda-beda. Luka sayat tunggal yang bersih dan diperbaiki dengan anestesi lokal di fasilitas bedah sehari sangat berbeda dengan rekonstruksi kompleks yang melibatkan beberapa tendon, cangkok, dan rawat inap beberapa malam.

  • Tingkat kerumitan cedera: jumlah tendon yang terlibat, apakah cedera ada pada sistem fleksor (menekuk) atau ekstensor (meluruskan), dan apakah cangkok tendon diperlukan, semuanya memengaruhi lama operasi dan biaya.
  • Lokasi robekan: cedera pada zona-zona tertentu di tangan memerlukan teknik perbaikan yang lebih sulit dan waktu operasi yang lebih lama.
  • Kelas rumah sakit dan negara: rumah sakit umum di satu negara dapat mematok harga yang sangat berbeda dibandingkan pusat spesialis swasta atau rumah sakit terakreditasi internasional di negara lain.
  • Jenis anestesi yang digunakan: anestesi lokal, blok saraf regional, atau anestesi umum masing-masing memiliki tarif yang berbeda.
  • Lama rawat inap: operasi sehari, rawat inap semalam, atau rawat inap beberapa hari masing-masing memiliki biaya kamar dan perawatan yang berbeda.
  • Biaya dokter spesialis: spesialis bedah tangan dan mikrobedah biasanya memiliki tarif yang berbeda dari dokter bedah umum.
  • Rehabilitasi dan terapi tangan: sesi bersama terapis tangan, bidai yang dibuat khusus, dan peralatan terapi biasanya tidak termasuk dalam biaya operasi.
  • Pencitraan sebelum dan sesudah operasi: MRI, USG, atau rontgen yang diperlukan untuk merencanakan atau memastikan keberhasilan perbaikan.
  • Implan atau alat fiksasi: jika digunakan jangkar tulang atau perangkat keras lain untuk melekatkan kembali tendon ke tulang, ini akan menambah biaya.
  • Obat-obatan pascaoperasi: antibiotik, pereda nyeri, dan obat apa pun yang diminum selama pemulihan.

Paket rumah sakit untuk perbaikan tendon biasanya mencakup biaya operasi, waktu kamar bedah, anestesi, satu atau beberapa malam rawat inap standar, perban dasar, dan kunjungan kontrol pascaoperasi dalam satu harga yang dikutip. Hal-hal yang sering ditagih secara terpisah antara lain pencitraan lanjutan, sesi terapi tangan oleh spesialis, bidai yang dibuat khusus, obat-obatan untuk dibawa pulang, dan biaya kembali ke kamar bedah jika terjadi komplikasi.

Pasien Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk prosedur ini perlu mengetahui bahwa BPJS Kesehatan tidak menanggung biaya pengobatan yang dilakukan di luar Indonesia, dan sebagian besar asuransi swasta dalam negeri pun demikian. Artinya, seluruh biaya biasanya harus ditanggung sendiri, kecuali pasien memiliki asuransi kesehatan internasional swasta yang secara eksplisit menanggung operasi di luar negeri. Meminta estimasi biaya tertulis dan terperinci dari rumah sakit sebelum memesan tiket perjalanan adalah cara paling aman untuk memahami total komitmen keuangan dan menghindari tagihan tak terduga saat tiba di sana.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa lama operasi perbaikan tendon berlangsung?

Sebagian besar operasi perbaikan tendon berlangsung antara satu hingga tiga jam, tergantung pada jumlah tendon yang perlu diperbaiki dan seberapa rumit cederanya. Tendon yang terpotong bersih biasanya lebih cepat ditangani dibandingkan tendon yang robek atau rusak parah. Dokter bedah Anda akan memberikan perkiraan waktu yang lebih tepat setelah memeriksa hasil pencitraan dan kondisi luka Anda.

Apakah saya akan tetap sadar selama operasi, dan seberapa sakit setelahnya?

Sebagian besar operasi perbaikan tendon dilakukan dengan bius regional, artinya hanya lengan atau tangan yang dibius sehingga Anda tetap sadar tetapi tidak merasakan apapun di area yang dioperasi. Bius total, yaitu kondisi di mana Anda sepenuhnya tertidur, juga dapat digunakan dalam situasi tertentu, dan dokter anestesi akan mendiskusikan pilihan mana yang paling sesuai untuk Anda. Setelah operasi, area tersebut akan terasa nyeri selama beberapa hari, namun dokter biasanya menanganinya dengan obat pereda nyeri minum dan menganjurkan agar tangan tetap ditinggikan.

Berapa lama pemulihan setelah perbaikan tendon, dan kapan saya bisa kembali bekerja?

Pemulihan setelah perbaikan tendon umumnya membutuhkan tiga hingga enam bulan sebelum kekuatan penuh kembali, meskipun hal ini bervariasi tergantung tendon yang diperbaiki dan sejauh mana proses rehabilitasi berjalan. Kebanyakan orang bisa kembali ke pekerjaan ringan di meja kerja dalam beberapa minggu jika tangan yang dioperasi tidak banyak digunakan, sedangkan pekerjaan yang memerlukan menggenggam atau mengangkat beban membutuhkan waktu lebih lama. Terapis tangan akan membimbing Anda melalui program latihan yang terstruktur untuk melindungi hasil operasi sekaligus membantu tendon mendapatkan kembali kemampuan geraknya.

Berapa biaya operasi perbaikan tendon?

Biayanya dipengaruhi oleh beberapa faktor yang spesifik untuk kondisi Anda, termasuk jumlah dan lokasi tendon yang diperbaiki, tingkat kerumitan cedera, lama perawatan di rumah sakit, dan kelas rumah sakit yang Anda pilih. Penggunaan teknik bedah mikro yang umum dalam perbaikan tendon tangan dan jari juga dapat memengaruhi total biaya. Meminta estimasi biaya tertulis langsung dari rumah sakit adalah cara paling tepat untuk mendapatkan angka yang sesuai dengan situasi Anda.

Informasi di halaman ini bersifat umum dan bukan pengganti konsultasi medis. Setiap kondisi berbeda. Dokter Anda yang menentukan penanganan yang tepat untuk Anda.

Tanya dokter kami soal tindakan ini

Ceritakan kondisi Anda. Dokter kami bantu jelaskan Perbaikan Tendon, carikan spesialis yang menanganinya, dan siapkan perkiraan biaya dari rumah sakit.

Dr. Ratu LuckyDr. Nabilla Risdiana
Dr. Ratu Lucky · Dr. Nabilla Risdiana
Online sekarang

Didampingi dokter kami sampai perawatan selesai. Tanpa biaya untuk Anda.

Dokter spesialis Bedah Tangan & Mikrobedah

Dr. Shalimar AbdullahDr. Shalimar Abdullah

Hand and Microsurgery · Kuala Lumpur

Orthopaedic hand surgeon specialising in hand, wrist, microsurgery, and reconstructive procedures.

Kondisi yang ditangani

Bedah Tangan & Mikrobedah · Sindrom Kompresi Saraf

Lihat profil
Dr. Palani RamasamyDr. Palani Ramasamy

Hand and Microsurgery · Kuala Lumpur

Orthopaedic surgeon specialising in hand surgery, microsurgery, trauma, and limb reconstruction.

Kondisi yang ditangani

Bedah Mikro Tangan · Rekonstruksi Anggota Gerak

Lihat profil
Dr Amir Adham AhmadDr Amir Adham Ahmad

Hand & Microsurgery · Kuching

Dr Amir Adham Ahmad is an Orthopaedic Surgeon specialising in hand surgery, microsurgery, and upper limb disorders.

Kondisi yang ditangani

Bedah Tangan & Mikrobedah · Sindrom Kompresi Saraf

Lihat profil
Lihat semua dokter

Rumah sakit untuk Bedah Tangan & Mikrobedah

Rumah sakit mitra kami yang menangani bidang Bedah Tangan & Mikrobedah.

ALTY Orthopaedic Hospital
MSQH
Google4.8/5(1,213 reviews)

ALTY Orthopaedic Hospital

Kuala Lumpur

"Adding Life to Years" atau ALTY berdedikasi untuk memberikan setiap pasien perawatan yang tepat pada waktu yang tepat. Seperti nama kami, kami ingin memastikan bahwa pasien dapat hidup dengan kenyamanan yang lebih besar dan kemudahan bergerak, sehingga menambah kualitas tahun dalam hidup mereka. Kami melakukan ini dengan memberikan perawatan spesifik kepada setiap pasien. Dengan pemikiran tersebut, kami bertujuan untuk mendiagnosis penyebab ketidaknyamanan Anda secara efisien dan akurat serta memberikan solusi optimal melalui layanan klinis Ortopedi Tulang Belakang dan Ortopedi Sendi kami. Selain itu, kami menawarkan layanan pemeriksaan kesehatan umum dan kedokteran olahraga di bawah ALTY Screening, pusat pemeriksaan komprehensif dan mapan kami yang menyediakan deteksi dini dan pencegahan masalah kesehatan. Di ALTY Orthopaedic Hospital, kami berspesialisasi dalam perawatan bedah dan non-bedah serta memberikan perawatan terfokus untuk berbagai kondisi ortopedi dan muskuloskeletal. Rumah sakit kami juga dilengkapi dengan teknologi canggih mutakhir yang digunakan secara efektif di seluruh perjalanan pasien - dari diagnosis, perawatan hingga rehabilitasi.

Dikenal untuk

Tulang & sendiTulang belakangSports Medicine

Bahasa

Japanese · Chinese · Bahasa Melayu · English

Lihat profil
Medifly

Rekomendasi dari dokter untuk operasi dan kasus kompleks di luar negeri. Tim medis kami mempelajari kasus Anda dan menyebutkan spesialis yang sebaiknya menangani Anda.

Pindai untuk chat di WhatsApp. Setiap pesan dibaca dokter

Pindai untuk chat di WhatsApp. Setiap pesan dibaca dokter

Tanya AI tentang Medifly

ChatGPTClaudePerplexityGrok

Medifly

  • Cara kerjanya
  • Dokter
  • Rumah Sakit
  • Paket
  • Tindakan
  • Cerita pasien
  • MediTalk
  • Blog

Perusahaan

  • Tentang Medifly
  • Hubungi kami
  • Semua halaman

Destinasi

  • Malaysia
  • Thailand
  • Singapura
  • Indonesia
  • Korea Selatan
  • Jepang
  • Semua destinasi

Berobat ke luar negeri

  • Jantung
  • Kanker
  • Program hamil di Malaysia
  • Saraf
  • Tulang & sendi
  • Semua kondisi

Spesialisasi

  • Jantung
  • Kanker
  • Fertilitas
  • Otak & saraf
  • Tulang & sendi
  • Semua spesialisasi

Terhubung

  • YouTube
  • Instagram
  • LinkedIn

Medifly mengoordinasikan perawatan dengan rumah sakit mitra. Kami tidak memberikan saran medis, diagnosis, atau pengobatan. Disclaimer lengkap →

© 2026 Medifly. Hak cipta dilindungi.

Kebijakan PrivasiDisclaimer
Bahasa:·
BerandaRumah SakitDokterPaket