Cerita Philan: medical check-up di Malaysia sebelum usia 30
Kayak mungkin HP kita sering ganti gitu, tapi kok badan sendiri enggak kita cek? Kayak mungkin mobil atau apa — kita lumayan sering untuk cek sebelum mudik, kok badan sendiri sudah 29 tahun enggak pernah dicek secara menyeluruh.
Philan, seorang profesional HR berusia hampir 30 tahun, berbagi cerita tentang keputusannya untuk menjalani medical check-up di Subang Jaya Medical Centre, Kuala Lumpur, dengan bantuan layanan Medifly. Ia menjelaskan bagaimana riwayat penyakit kritis dalam keluarganya — termasuk breast cancer, diabetes, autoimun, dan stroke — membentuk kesadarannya akan pentingnya pemeriksaan kesehatan sejak dini. Philan menceritakan kekhawatirannya pribadi soal kondisi paru-parunya, proses memilih paket pemeriksaan, serta pengalamannya selama perjalanan dan di rumah sakit. Ia juga menyampaikan kesan umumnya terhadap proses pendampingan yang ia terima, dan membagikan apa yang ia pelajari dari hasil pemeriksaannya sendiri.
Sedang mempertimbangkan hal serupa?
Ceritakan kebutuhan Anda ke tim kami, dan mereka akan menjelaskan pilihan yang ada.
Gratis · Tanpa komitmen · Dibalas tim kami
Yang dibahas dalam cerita ini
- Riwayat penyakit kritis dalam keluarga sebagai pendorong keputusan medical check-up
- Kekhawatiran pribadi soal kondisi pernapasan yang memicu tindakan preventif
- Proses memilih paket medical check-up dengan bantuan Medifly
- Pengalaman perjalanan dan pendampingan dari Jakarta ke Kuala Lumpur
- Refleksi Philan atas apa yang ia pelajari dari hasil pemeriksaannya sendiri
Obrolan lengkap
6 menit bacaLatar belakang: keluarga dan kesadaran akan kesehatan
Namaku Philan. Aku bekerja sebagai HR di salah satu perusahaan, sebuah marketing agency. Di sini aku tinggal sendiri sama kucingku satu ekor. Rutinitasku ya mungkin hang out sama teman, sesekali catch up with my friends, terus juga sering olahraga kayak lari atau badminton.
Sebenarnya ini dimulai dari aku tinggal sama tanteku — dia seorang breast cancer survivor. Bisa dibilang lebih dari belasan tahun dia mengidap kanker payudara. Dia benar-benar jadi role model juga, bagaimana dia bisa bertahan, sampai akhir hayatnya, dan tetap memberikan dampak sosial ke orang-orang di sekitarnya. Aku tinggal sama tante hampir 3 tahun, jadi aku ngelihat momen-momen struggle-nya sampai dia meninggal.
At the same time, mamaku juga — autoimun — relapse tahun lalu, sekitar 2024, jadi sudah 2 tahun yang lalu. Bisa dibilang 2 tahun yang lalu aku memutuskan untuk resign dan fully fokus taking care of my mom saat itu, karena bolak-balik rumah sakit.
Cerita sedikit background keluargaku: soal kesehatan lumayan cukup sering dibahas, karena kita punya history beberapa anggota keluarga yang punya penyakit kritikal — seperti breast cancer, omaku diabetes, orang tuaku autoimun, dan papaku sempat stroke juga. Jadi untuk membangun kesadaran itu cukup tinggi di keluargaku. So that's why, itu bukan hal yang tabu kalau di keluargaku sendiri.
Memutuskan untuk medical check-up
Sebenarnya kalau untuk worry, mungkin soal paru-paru ini kayaknya agak overthinking aja — karena agak sulit napas sedikit gitu. Kadang kayak suka sesak, simpelnya kayak gitu. Terus ya mungkin ada pengaruh juga, jadi kayak agak mikir: kalau olahraga tuh kayak tidak seimbang yang lain, lah, untuk mengatur napasnya. Jadi awalnya lumayan worry di sana, that's why decided to medical check-up.
Karena rasanya lebih lengkap. Kalau misalnya ke dokter kan harus ada diagnosa dulu, harus ada gejala dulu, baru bisa. Tapi kalau medical check-up kan bisa — oh, kita pengen spesifiknya gimana, kita bisa cek di situ.
"Kayak mungkin HP kita sering ganti gitu, tapi kok badan sendiri enggak kita cek? Kayak mungkin mobil atau apa — kita lumayan sering untuk cek sebelum mudik, kok badan sendiri sudah 29 tahun enggak pernah dicek secara menyeluruh."
Jadi momen itu kayak — oh, kayaknya udah saatnya, dari sedari dini harus mulai medical check-up. Pengin janji sama diri sendiri aja. Kita udah hidup, ini sudah mau 29 tahun. So that's why, oke, di umur mau menginjak 30 kayaknya udah harus dimulai untuk ngecek. Enggak harus menunggu sampai sudah sakit baru cek.
Mencari pilihan dan menemukan Medifly
Akhirnya aku ke Subang Jaya Medical Centre, dan kebetulan sempat aku coba menggunakan Medifly juga untuk membantu medical check-up ini.
Waktu itu aku sudah nanyain beberapa pilihan — pengen ke Penang atau ke Kuala Lumpur. Tapi karena di Kuala Lumpur juga banyak teman-teman, dan pas lihat packaging-nya di Subang Jaya Medical Centre lumayan lengkap dengan harga yang ditawarkan — so ya, I decided to choose Subang Jaya. Di KL juga banyak kerabat, jadi masih okelah tinggal di sini.
Jujur, aku tidak terlalu tahu detail soal tes-tesnya itu semua. Karena aku pakai Medifly, jadi benar-benar dibantu untuk list-listnya. Awalnya ditanya concern-nya apa. Aku waktu itu spesifik kasih tahu: aku pengen X-ray — pengen cek paru-paru, karena aku ngerasa kayaknya harus di-X-ray, lumayan pengen tahu banget ada masalah enggak ya. Itu aku sudah request. Terus juga soal cancer, karena ada potensi dari keluarga, dan diabetes karena ada potensi, dan autoimun.
Jadi dikasihlah salah satu opsi package yang dicek darah — bisa lihat potensi dari cancer dan juga autoimunnya. Lumayan lengkap. Akhirnya, oh oke, ini bisa meng-cover semuanya, dan untuk usia sekarang ini sudah cukup, dan direkomendasikan dari Medifly sendiri.
"Sebenarnya pun aku juga enggak tahu awalnya untuk medical check-up ini harusnya apa, tapi dibantu sama Medifly-nya sendiri — oh, ini package-nya sudah cukup kok untuk usia segini dan mungkin apa yang dirasain sekarang."
Perjalanan dan pengalaman di rumah sakit
Untuk pengalamannya, it's really good so far, karena benar-benar di-assist dari berangkat Jakarta sampai akhirnya ke Kuala Lumpur, sampai ke rumah sakit.
Sebagai yang sudah cukup sering traveling, ini the first time kayak merasakan treatment as a VIP. Karena orang tuaku juga lansia, dan biasanya cukup sering untuk bolak-balik ke rumah sakit — ini jadi good recommendation juga sih. Karena kalau aku yang masih sehat, aku agak kikuk aja — oh, ditemenin, di-assist gitu. Tapi untuk ke depannya, mungkin buat orang tuaku ini sudah recommended banget. Karena kalau di negara orang kita masih bingung — nanti transportnya kayak gimana, next step-nya kayak gimana.
The whole proses benar-benar cepat banget — datang, sejam untuk ambil tes segala macam, sudah clear.
Subang Jaya Medical Centre tempatnya benar-benar nyaman. Sangat rekomendasi — ada tempat yang sangat proper buat makan, banyak banget pilihannya. Dan arahannya untuk medical check-up sangat jelas: misalnya nanti ada urine test dan lainnya, itu benar-benar dikasih tahu. Perawatnya semua overall sangat friendly.
Mungkin kalau nanti teman-teman yang mau bawa orang tua atau lansia dari keluarga, di situ benar-benar di-assist banget. Kalau butuh bantuan kursi roda dan lainnya, ada yang benar-benar in person yang akan menemani. Jadi don't worry about it.
Refleksi setelah medical check-up
Dari hasil medical check-up kemarin, aku lumayan banyak jadi tahu — oh, so far aku sudah doing the right things, mana yang harus aku kurangin, dan lainnya. Jadi kayak lebih aware aja sama apa yang kita makan, apa yang kita lakukan.
"Jangan sampai kamu pas sudah didiagnosis kamu baru oke gimana cara nyembuhinnya — tapi gimana cara kita bisa mencegah gitu."
Kalau bingung, boleh lihat dulu historical keluargamu, potensi critical illness-nya seperti apa, terus apa yang kamu rasakan beberapa tahun yang lalu. Setelah itu kamu boleh coba tanya-tanya dari teman-teman yang pernah punya pengalaman juga, gimana, dan di situ kamu bisa konsultasi juga — nanti medical check-up-nya seperti apa.
Mungkin juga bisa save reward — tidak harus untuk beli barang yang mahal, tapi bagaimana kamu bisa reward yourself juga dengan ingin tahu badan kita so far sudah seperti apa setelah hidup seberapa tahun ini.
Pesan untuk Medifly
For Medifly, thank you banget. Karena aku awalnya explore sendiri untuk beberapa package di beberapa tempat, tapi dari teman-teman Medifly cukup sangat membantu dari apa yang aku request, dan benar-benar dapat hasil yang sesuai. Alhamdulillah, hasilnya juga bagus.
Dan mungkin karena ini first time-ku, ada yang masih kayak — baru ingatnya pas sudah selesai MCU, kayak minta hasilnya — dan itu masih dibantu juga untuk bisa mendapatkan hasil X-ray-nya. Jadi benar-benar membantu banget, sampai untuk assisting, sampai aku bisa dapat — including makan dan juga untuk ke dentist — it's really quite good juga.
Jadi kalau teman-teman butuh assisting, mungkin butuh sesuatu tapi tidak punya waktu untuk exploring, bisa tanya-tanya ke Medifly karena really recommended. Thank you so far, Medifly, for helping me.
Paket terkait
Lihat paket yang berkaitan dengan pemeriksaan yang dijalani pasien ini.

Medical Check-Up Umum
Basic Wellness Screening (Male & Female)
Paket pemeriksaan kesehatan ini dirancang untuk orang dewasa yang menginginkan pemeriksaan kesehatan sederhana untuk memantau kesejahtera…
- Consultation with doctor
- Blood Investigation (GSP11)*
- AI Fundus Screening
Medical Check-Up Umum
Skrining Kesehatan (PHS)
Paket skrining kesehatan preventif yang komprehensif, mencakup pemeriksaan fisik, uji fungsi paru, penilaian kardiovaskular, pemeriksaan …
- Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
- Elektrokardiogram (ECG)
- Rontgen Dada
Medical Check-Up Umum
Skrining Kesehatan (EHS2)
Paket skrining kesehatan komprehensif yang dirancang untuk menilai status kesehatan secara menyeluruh melalui pemeriksaan fisik, uji jant…
- Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Umum
- Elektrokardiogram (ECG)
- X-Ray Dada