Setelah menjalani kemoterapi, wajar jika Anda ingin tahu kapan mual mereda, tenaga kembali, dan aktivitas bisa dilakukan seperti biasa. Keluarga pun sering punya kekhawatiran yang sama, terutama menjelang kemoterapi pertama.
Efek kemoterapi bisa berlangsung beberapa hari, tetapi ada juga keluhan yang bertahan berminggu-minggu atau lebih lama. Waktunya bergantung pada jenis obat, dosis, kondisi tubuh, dan keluhan yang muncul. Karena itu, pengalaman orang lain belum tentu sama dengan yang Anda rasakan.
Mengapa Kemoterapi Menimbulkan Efek Samping?
Obat kemoterapi bekerja pada sel kanker, tetapi juga dapat memengaruhi sel sehat yang cepat membelah. Di antaranya adalah sel di saluran pencernaan, mulut, akar rambut, dan sumsum tulang tempat sel darah dibentuk.
Pengaruh inilah yang dapat menimbulkan mual, sariawan, rambut rontok, atau penurunan jumlah sel darah. Tubuh juga bisa terasa lebih mudah lelah. Meski begitu, tidak semua pasien mengalami seluruh efek samping tersebut.
Berapa Lama Efek Kemoterapi Akan Terasa?
Ada perbedaan antara kapan keluhan mulai muncul, kapan mereda setelah satu sesi, dan kapan tubuh pulih setelah seluruh rangkaian pengobatan selesai.
Berikut gambaran beberapa efek yang dapat terjadi:
| Efek kemoterapi | Kapan biasanya muncul? | Bagaimana pemulihannya? |
|---|---|---|
| Mual dan muntah | Bisa muncul dalam 24 jam pertama atau tertunda pada hari ke-1 hingga ke-7 | Sering berlangsung sekitar 24 sampai 48 jam, tetapi pada sebagian pasien bisa terasa hingga 7 hari. Obat antimual dapat membantu mencegah dan meredakannya. |
| Penurunan sel darah putih | Pada banyak regimen, titik terendah terjadi sekitar 7 sampai 14 hari sejak pemberian obat dimulai | Jumlahnya dapat naik kembali sebelum siklus berikutnya. Kondisinya dinilai melalui pemeriksaan darah. |
| Rambut rontok | Jika obat yang digunakan menyebabkan kerontokan, biasanya mulai terlihat sekitar 2 sampai 3 minggu setelah pengobatan dimulai | Rambut umumnya tumbuh kembali setelah pengobatan selesai, tetapi membutuhkan waktu. Tidak semua obat kemoterapi menyebabkan rambut rontok. |
| Mudah lelah atau lemas | Bisa terasa selama pengobatan dan makin mengganggu seiring berjalannya terapi | Pemulihan dapat membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan setelah pengobatan selesai, terkadang lebih lama. |
Rentang waktu tersebut merupakan gambaran umum. Dokter dapat menjelaskan pola yang lebih sesuai dengan obat kemoterapi Anda.
Perlu diingat, mual yang sudah mereda belum tentu berarti jumlah sel darah putih sudah pulih. Tetap jalani pemeriksaan sesuai jadwal meskipun tubuh terasa lebih baik.
Sebagian efek, termasuk gangguan saraf tertentu, juga dapat menetap setelah kemoterapi selesai. Tanyakan kepada dokter efek jangka panjang apa yang perlu dipantau dari obat yang Anda terima.
Apa yang Bisa Dirasakan Setelah Kemoterapi Pertama?
Efek kemoterapi pertama tidak selalu langsung terasa saat Anda pulang dari rumah sakit. Ada yang mulai mual atau lelah pada hari yang sama, tetapi ada juga yang baru merasakan keluhan beberapa hari kemudian.
Sebelum pulang, pastikan Anda dan pendamping memahami:
- Obat yang perlu diminum di rumah beserta jadwalnya.
- Keluhan yang harus segera dilaporkan.
- Jadwal pemeriksaan darah dan kontrol berikutnya.
- Nomor tim medis yang bisa dihubungi pada malam hari atau akhir pekan.
Catat keluhan secara sederhana, misalnya kapan mual muncul, berapa kali muntah, apakah masih bisa makan dan minum, serta obat yang sudah diminum. Catatan ini membantu dokter menilai apakah penanganan efek samping perlu disesuaikan.
Jika saat infus berlangsung muncul gatal, bengkak, sesak, atau nyeri di sekitar tempat masuknya infus, segera beri tahu perawat.
Apakah Efek Kemoterapi Ke-3 Lebih Berat?
Kemoterapi ketiga tidak selalu menimbulkan efek yang lebih berat daripada sesi pertama atau kedua. Pada sebagian pasien, rasa lelah memang makin terasa seiring pengobatan berjalan. Namun, ada pula yang keluhannya relatif sama atau lebih terkendali setelah obat pendampingnya disesuaikan.
Istilah “sesi” dan “siklus” juga perlu dibedakan. Satu siklus kemoterapi dapat terdiri dari beberapa hari pemberian obat, lalu diikuti jeda pemulihan. Jadi, sesi ketiga belum tentu berarti siklus ketiga.
Perhatikan perubahan yang Anda alami. Apakah tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih? Apakah makan mulai terasa sulit? Apakah muncul kesemutan atau kebas yang sebelumnya tidak ada?
Sampaikan perubahan tersebut kepada dokter. Jangan menganggap keluhan yang makin berat sebagai sesuatu yang harus ditahan sampai jadwal kemoterapi berikutnya.
Cara Mengatasi Efek Kemoterapi Sehari-hari
Minum obat antimual sesuai petunjuk
Sebagian obat antimual diberikan untuk mencegah keluhan sebelum muncul. Karena itu, ikuti jadwal dari dokter, termasuk ketika Anda belum merasa mual.
Jika obat sudah diminum tetapi keluhan tetap mengganggu, hubungi tim medis. Dokter dapat menilai apakah obat atau jadwal pemberiannya perlu diubah.
Cobalah makan sedikit tetapi lebih sering. Minum perlahan dan hindari makanan atau aroma yang membuat mual bertambah.
Sesuaikan aktivitas dengan tenaga yang ada
Anda tidak perlu memaksakan semua pekerjaan selesai seperti biasanya. Pilih kegiatan yang paling penting dan minta bantuan keluarga untuk memasak, mengantar kontrol, atau mengurus rumah.
Jika dokter mengizinkan, aktivitas ringan seperti berjalan sebentar dapat membantu. Seimbangkan dengan waktu istirahat.
Lemas yang sampai menghambat kegiatan sehari-hari perlu dilaporkan. Dokter mungkin perlu memeriksa apakah ada anemia, kekurangan cairan, atau penyebab lain yang bisa ditangani.
Rawat mulut agar makan dan minum tetap nyaman
Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan ikuti petunjuk perawatan mulut dari tim medis. Saat mulut terasa perih, makanan bertekstur lembut dan berkuah biasanya lebih mudah ditelan.
Tanyakan obat kumur atau pereda nyeri yang sesuai. Jika sariawan atau nyeri tenggorokan membuat Anda sulit makan dan minum, hubungi tim medis agar keluhannya segera ditangani.
Laporkan diare atau perubahan buang air besar
Beri tahu dokter jika muncul diare, termasuk frekuensi dan keluhan penyertanya. Penanganannya perlu disesuaikan dengan penyebab dan kondisi pasien.
Sembelit juga bisa terjadi, termasuk akibat beberapa obat pendamping kemoterapi. Hindari memilih obat sendiri tanpa mengecek petunjuk yang sudah diberikan tim medis.
Jangan abaikan kesemutan dan kebas
Beberapa obat kemoterapi dapat memengaruhi saraf tepi. Keluhannya bisa berupa kesemutan, kebas, gangguan keseimbangan, atau kesulitan melakukan gerakan kecil seperti mengancingkan baju.
Laporkan sejak awal agar dokter dapat mengevaluasi penyebabnya dan menentukan penanganan yang sesuai.
Sebelum mengonsumsi jamu, vitamin, atau suplemen, tanyakan terlebih dahulu kepada dokter. Produk tersebut bisa berinteraksi dengan obat kanker yang sedang digunakan.
Kapan Harus Segera Menghubungi Dokter?
Segera hubungi tim onkologi jika suhu tubuh mencapai 38°C atau lebih. Jika rumah sakit memberikan batas suhu yang lebih rendah atau petunjuk khusus, ikuti arahan tersebut.
Keluhan berikut juga memerlukan penilaian segera:
- Menggigil hebat atau tiba-tiba merasa sangat tidak sehat, meskipun tidak demam.
- Muntah berulang sampai minuman selalu keluar kembali.
- Diare berat atau terus-menerus, terutama jika disertai demam atau darah.
- Perdarahan yang tidak biasa, BAB berdarah, atau mudah memar tanpa sebab yang jelas.
- Buang air kecil jauh lebih sedikit atau tanda kekurangan cairan lainnya.
Jika muncul sesak berat, pembengkakan mulut atau tenggorokan, atau kebingungan mendadak, segera cari pertolongan di IGD terdekat atau hubungi layanan darurat setempat.
Bila tim onkologi tidak bisa segera dihubungi, jangan menunda mencari pertolongan medis. Sampaikan bahwa Anda sedang menjalani kemoterapi dan beri tahu tanggal pemberian obat terakhir.
Ingin Mendiskusikan Pengobatan dengan Dokter Lain?
Jika Anda masih memiliki pertanyaan tentang rencana kemoterapi atau penanganan efek samping, second opinion dapat menjadi kesempatan untuk membahasnya dengan dokter lain.
Beberapa pertanyaan yang bisa disiapkan antara lain:
- Apa tujuan kemoterapi yang saya jalani dan manfaat yang diharapkan?
- Apakah penanganan mual, nyeri, atau keluhan lainnya masih bisa diperbaiki?
- Pemeriksaan apa yang diperlukan sebelum melanjutkan pengobatan?
- Bagaimana mengatur kontrol jika sebagian perawatan dilakukan di luar negeri?
Bagi pasien yang mempertimbangkan Malaysia atau Singapura, Medifly dapat membantu mengoordinasikan second opinion kanker di luar negeri. Anda juga bisa melihat pilihan dokter untuk konsultasi spesialis onkologi.
Siapkan hasil diagnosis, laporan patologi, hasil pemindaian, nama obat dan tanggal kemoterapi, pemeriksaan darah terbaru, serta catatan keluhan. Sebelum mengatur perjalanan, diskusikan waktu keberangkatan dan kelanjutan perawatan dengan dokter yang menangani Anda.
Hubungi Medifly untuk membantu merencanakan konsultasi onkologi di Malaysia atau Singapura.
Medifly membantu koordinasi dengan dokter dan rumah sakit. Keputusan medis, termasuk perubahan obat atau jadwal kemoterapi, tetap ditentukan oleh dokter yang menangani pasien.
Referensi
- National Cancer Institute: Chemotherapy to Treat Cancer
- National Cancer Institute: Nausea and Vomiting and Cancer Treatment
- National Cancer Institute: Fatigue and Cancer
- National Cancer Institute: Infection and Neutropenia during Cancer Treatment
- National Cancer Institute: Mouth and Throat Problems
- National Cancer Institute: Diarrhea and Cancer Treatment
- National Cancer Institute: Nerve Problems and Cancer Treatment
- Cancer Research UK: Your Blood, Bone Marrow and Cancer Drugs
- Cancer Research UK: Hair Loss, Hair Thinning and Cancer Drugs
- American Cancer Society: Chemotherapy Side Effects



